Bank Indonesia memproyeksikan fitur Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS lintas negara dengan China dan Korea Selatan akan mulai diimplementasikan secara penuh pada akhir Maret atau awal April 2026. Rencana ini merupakan bagian dari upaya bank sentral dalam memperluas konektivitas pembayaran digital di tingkat internasional.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendrata menjelaskan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur pada Kamis, 19 Februari 2026, bahwa proses uji coba teknis atau sandboxing dan piloting dengan China telah diselesaikan pada akhir Januari. Sementara itu, tahapan yang sama untuk kerja sama dengan Korea Selatan ditargetkan rampung pada akhir Februari tahun ini. Menurutnya, saat ini otoritas hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk peluncuran resmi setelah seluruh tahapan teknis terpenuhi.
Selain ekspansi internasional, Bank Indonesia juga mencatat pertumbuhan signifikan pada penggunaan QRIS di dalam negeri, khususnya untuk fitur QRIS Tap. Teknologi berbasis NFC ini mulai banyak diadopsi pada sektor transportasi umum, perhotelan, hingga industri restoran. Hingga periode pelaporan terakhir, transaksi QRIS Tap telah mencapai lebih dari 475 ribu transaksi dengan pertumbuhan bulanan sebesar 7,9 persen.
Dari sisi nilai ekonomi, nominal transaksi QRIS Tap tercatat mencapai Rp4,6 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Bank Indonesia mengidentifikasi adanya perbedaan karakteristik nilai transaksi di berbagai sektor. Rata-rata nilai transaksi pada sektor transportasi publik berada di angka Rp5.000, sedangkan pada sektor ritel dan restoran mencapai rata-rata Rp70.000 per transaksi.
Implementasi QRIS antarnegara ini diharapkan dapat memudahkan wisatawan maupun pelaku usaha dalam melakukan transaksi tanpa perlu menukarkan mata uang fisik secara manual. Sebagai informasi tambahan, data mengenai jadwal peluncuran, angka pertumbuhan, dan rincian transaksi dalam artikel ini bersifat dinamis mengikuti perkembangan kebijakan serta kondisi pasar terkini. Bank Indonesia terus melakukan pengawasan dan evaluasi berkala terhadap keamanan serta keandalan sistem pembayaran digital nasional guna mendukung stabilitas ekonomi.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.
