Beranda » Ekonomi Bisnis » Zurich Prediksi Asuransi Perjalanan Makin Laku Jelang Mudik Lebaran 2026

Zurich Prediksi Asuransi Perjalanan Makin Laku Jelang Mudik Lebaran 2026

Musim mudik 2026 diperkirakan bakal kembali ramai. Pemerintah memproyeksikan lebih dari 143 juta orang akan melakukan perjalanan pulang kampung. Angka ini tentu membuka peluang besar bagi berbagai sektor, termasuk industri asuransi. Salah satu yang berpotensi naik adalah permintaan asuransi perjalanan.

PT Zurich Asuransi Indonesia mencatat tren positif menjelang momen mudik tahun ini. Presiden Direktur , , menyebut bahwa peningkatan mobilitas masyarakat bisa menjadi dorongan kuat bagi kinerja asuransi perjalanan. Apalagi, dengan semakin banyaknya risiko yang muncul selama perjalanan, kebutuhan akan perlindungan pun semakin tinggi.

Potensi Permintaan Asuransi Perjalanan Naik Signifikan

  1. Meningkatnya Kesadaran Akan Risiko Perjalanan

    Banyak orang mulai sadar bahwa mudik bukan hanya soal pulang kampung, tapi juga tentang risiko yang bisa terjadi kapan saja. Kecelakaan, keterlambatan penerbangan, hingga kehilangan bagasi jadi alasan utama masyarakat membeli asuransi perjalanan. Apalagi, dengan moda transportasi udara yang semakin populer, risiko keterlambatan atau pembatalan penerbangan juga makin besar.

  2. Peningkatan Mobilitas Masyarakat

    Dengan proyeksi 143 juta pemudik, angka ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat Indonesia sangat tinggi menjelang Lebaran. Semakin banyak orang bepergian, semakin besar pula potensi terjadinya risiko di perjalanan. Ini membuat asuransi perjalanan jadi solusi yang banyak dicari.

  3. Pilihan Asuransi yang Lebih Mudah Diakses

    Zurich Asuransi Indonesia kini menawarkan produk asuransi perjalanan yang bisa dibeli secara . Ini tentu sangat membantu, terutama bagi generasi milenial dan Gen Z yang lebih dengan online. Prosesnya cepat, praktis, dan bisa dilakukan kapan saja.

Asuransi Properti Juga Diburu Jelang Mudik

  1. Kebutuhan Perlindungan Rumah yang Ditinggalkan

    Selain asuransi perjalanan, permintaan asuransi properti juga naik saat musim mudik. Banyak orang memilih melindungi rumah yang ditinggalkan selama perjalanan. Hal ini penting mengingat risiko atau kerusakan akibat faktor cuaca bisa terjadi kapan saja.

  2. Solusi untuk Keamanan dan Kenyamanan

    Dengan asuransi properti, pemilik rumah bisa tenang selama mudik. Perlindungan mencakup berbagai risiko, mulai dari kebakaran, banjir, hingga kerusakan akibat cuaca ekstrem. Ini memberikan rasa aman tambahan selama masa perjalanan.

Baca Juga:  Strategi BNI Terbitkan Obligasi AT1 Baru serta Penawaran Tender Buyback di Tahun 2026

Tren Pertumbuhan Premi Asuransi Perjalanan Zurich

Zurich mencatat bruto asuransi perjalanan lebih dari 50% secara year-on-year (YoY) hingga akhir Januari 2026. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami pentingnya perlindungan saat bepergian. Meski nilai pasti dari premi yang dibukukan tidak disebutkan, pertumbuhan yang signifikan ini menjadi indikator positif bagi industri asuransi secara umum.

Faktor Pendorong Kebutuhan Asuransi Perjalanan

  1. Risiko Kecelakaan Transportasi

    Terutama saat musim mudik, volume di jalanan meningkat drastis. Ini membuat risiko kecelakaan juga lebih tinggi. Asuransi perjalanan memberikan perlindungan finansial jika terjadi kecelakaan selama perjalanan.

  2. Kehilangan atau Kerusakan Bagasi

    Banyak pemudik yang membawa barang berharga. Risiko kehilangan atau kerusakan bagasi bisa terjadi, baik di bandara maupun selama perjalanan darat. Asuransi perjalanan bisa memberikan kompensasi atas kerugian tersebut.

  3. Keterlambatan atau Pembatalan Penerbangan

    Bagi yang menggunakan , keterlambatan atau pembatalan penerbangan bisa sangat mengganggu rencana perjalanan. Asuransi perjalanan biasanya mencakup kompensasi atas biaya tambahan akibat hal ini.

Tips Memilih Asuransi Perjalanan yang Tepat

  1. Sesuaikan dengan Jenis Perjalanan

    Tidak semua asuransi cocok untuk semua jenis perjalanan. Ada yang lebih cocok untuk perjalanan darat, ada juga yang dirancang khusus untuk penerbangan. Pastikan produk yang dipilih sesuai dengan moda transportasi yang digunakan.

  2. Cek Cakupan Perlindungan

    Setiap produk memiliki cakupan yang berbeda. Ada yang hanya melindungi kecelakaan, ada juga yang mencakup risiko lain seperti kehilangan bagasi atau keterlambatan penerbangan. Pilih yang sesuai kebutuhan.

  3. Perhatikan Masa Pertanggungan

    Masa pertanggungan harus sesuai dengan durasi perjalanan. Jangan sampai perlindungan habis di tengah jalan karena durasi perjalanan lebih lama dari masa asuransi.

  4. Pilih Asuransi dengan Klaim yang Mudah

    Proses klaim yang rumit bisa merepotkan saat sedang dalam perjalanan. Pilih asuransi yang menawarkan proses klaim yang cepat dan mudah, baik secara online maupun offline.

Baca Juga:  Realisasi Penyaluran Kredit Investasi WOM Finance Tembus 130 Miliar Rupiah Awal 2026

Perbandingan Produk Asuransi Perjalanan Zurich

Produk Cakupan Utama Masa Pertanggungan Harga (Estimasi)
Zurich Travel Basic Kecelakaan, keterlambatan penerbangan 3 hari Rp 75.000
Zurich Travel Plus Kecelakaan, kehilangan bagasi, keterlambatan 7 hari Rp 150.000
Zurich Travel Premium Semua risiko + perlindungan medis 14 hari Rp 300.000

Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Pastikan untuk cek langsung ke situs resmi Zurich.

Perlindungan Digital yang Semakin Diminati

Dengan semakin populernya transaksi digital, Zurich juga memperkuat layanan asuransi perjalanan berbasis online. Ini memungkinkan nasabah untuk membeli dan mengelola polis dengan lebih mudah. Proses klaim pun bisa dilakukan secara digital, meminimalkan waktu dan tenaga.

Kesimpulan

Musim mudik Lebaran 2026 membuka peluang besar bagi industri asuransi, terutama asuransi perjalanan dan properti. Dengan semakin tingginya risiko selama perjalanan, masyarakat pun mulai sadar pentingnya perlindungan. Zurich Asuransi Indonesia yang mencatat pertumbuhan premi lebih dari 50% YoY menunjukkan bahwa tren ini memang sedang naik daun.

Bagi yang berencana mudik tahun ini, mempertimbangkan asuransi perjalanan adalah langkah cerdas. Tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga ketenangan selama di perjalanan.

Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan perusahaan dan kondisi pasar.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Desa Karangbendo

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.