Beranda » Ekonomi Bisnis » Saham Big Banks Melemah Tajam Sepanjang Pekan, BBRI Catat Penurunan Terdalam

Saham Big Banks Melemah Tajam Sepanjang Pekan, BBRI Catat Penurunan Terdalam

Saham big banks alias bank berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia kembali terperosok dalam sepekan terakhir. Sentimen negatif dari luar negeri, ditambah tekanan di pasar modal domestik, membuat harga saham empat bank pelat merah ini kompak berada di zona merah. Di antara mereka, saham PT Bank Tbk () mencatatkan penurunan paling dalam.

saham ini memang tak lepas dari situasi geopolitik global yang kian memanas. Investor asing cenderung menarik dana mereka dari pasar berkembang, termasuk Indonesia, karena khawatir dengan risiko ketidakpastian. Akibatnya, capital outflow mencatatkan angka hampir Rp 2 triliun dalam sepekan terakhir.

Penurunan Saham Big Banks dalam Sepekan

Empat saham bank besar yang menjadi sorotan adalah BBRI, , BBNI, dan BBCA. Masing-masing mengalami koreksi harga yang cukup signifikan sejak awal pekan lalu. Meski sempat ada rebound kecil pada Kamis (5/3), tekanan jual kembali terjadi di akhir pekan.

Pergerakan harga saham ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek sektor perbankan. Apalagi, sentimen dari lembaga pemeringkat internasional seperti Fitch Ratings yang merevisi outlook Indonesia menjadi negatif, semakin memperburuk suasana.

Berikut rincian penurunan harga saham big banks selama sepekan:

Kode Saham Harga Penutupan (6/3) Harga Awal Pekan Persentase Penurunan
BBRI Rp 3.670 Rp 3.910 6,14%
BMRI Rp 4.980 Rp 5.275 5,59%
BBNI Rp 4.270 Rp 4.400 2,95%
BBCA Rp 7.000 Rp 7.175 2,44%

Dari tabel di atas, BBRI jelas menjadi yang paling terpukul. Saham yang sempat berada di atas Rp 3.900 per lembar ini terkoreksi hingga menyentuh level Rp 3.670. Investor pun mulai waspada terhadap saham-saham perbankan besar, terutama yang sensitif terhadap sentimen global.

Baca Juga:  Daftar 5 Bank Besar dengan Perolehan RoE Paling Tinggi Sepanjang Kuartal 1 Tahun 2026

Penyebab Penurunan Saham Big Banks

  1. yang Memanas

Sentimen negatif dari ketegangan di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada pasar modal global. Investor cenderung menghindari risiko, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Akibatnya, dana asing mengalir keluar dari saham-saham big banks.

  1. Capital Outflow Hingga Rp 2 Triliun

Analyst dari Edvisor Profina Visindo, Ahmad Iqbal Suyudi, menyebutkan bahwa dalam sepekan terakhir, capital outflow mencapai hampir Rp 2 triliun. Dana ini banyak berasal dari investor asing yang memilih menyelamatkan mereka dengan berpindah ke instrumen yang dianggap lebih aman.

  1. dari Fitch Ratings

Fitch Ratings merevisi outlook utang pemerintah Indonesia dari stabil menjadi negatif. Revisi ini memicu kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi dan stabilitas keuangan negara, termasuk sektor perbankan.

  1. Depresiasi Nilai Rupiah

Rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS juga menjadi faktor pendorong tekanan jual. Melemahnya mata uang lokal membuat investor khawatir dengan beban valas yang dimiliki oleh bank-bank besar.

Rekomendasi untuk Investor di Tengah Koreksi Ini

  1. Investor Jangka Panjang Disarankan Hold Saham

Kepala Riset KISI, Muhammad Wafi, menyarankan investor jangka panjang untuk tetap memegang saham big banks. Meski mengalami koreksi, fundamental empat bank ini masih dianggap solid. Saham seperti BBCA dan BBNI masih memiliki prospek jangka panjang yang menarik.

  1. Investor Jangka Pendek Tunda Saham

Untuk investor yang bermain jangka pendek hingga menengah, Wafi menyarankan untuk menunda pembelian hingga ada sinyal reversal yang jelas. Tekanan jual masih tinggi dan belum ada indikasi bahwa tren penurunan akan segera berakhir.

  1. Waspadai Sentimen Global

Investor perlu terus memantau perkembangan geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah. Setiap eskalasi ketegangan bisa memicu koreksi lebih dalam lagi di pasar saham.

Baca Juga:  Indeks Harga Saham Gabungan Terkoreksi Ringan 0,22 Poin pada Akhir Februari 2026, Sebelumnya Sentuh Level Terendah 8.093

Apa Kata Ahli Soal Prospek Big Banks ke Depan?

Ahmad Iqbal Suyudi dari Edvisor Profina Visindo memperkirakan bahwa saham big banks akan tetap berada dalam fase konsolidasi di pekan mendatang. Ia menilai, pasar masih menunggu kejelasan dari sentimen global sebelum kembali masuk dengan posisi agresif.

Sementara itu, Muhammad Wafi dari KISI menyebut bahwa tekanan terhadap saham bank ini akan terus berlangsung selama sentimen geopolitik belum membaik. Namun, ia tetap optimistis bahwa bank-bank besar akan mampu bertahan dengan fundamental yang .

Penutup

Penurunan saham big banks dalam sepekan terakhir memang cukup dalam, terutama bagi BBRI yang menjadi yang paling terpukul. Namun, ini bukan berarti prospek jangka panjang mereka buram. Investor yang memahami fundamental empat bank ini masih bisa melihat peluang di tengah koreksi.

Namun, tetap perlu kehati-hatian. Sentimen global yang belum stabil dan tekanan dari rupiah yang melemah bisa memperpanjang fase konsolidasi ini. Investor sebaiknya tidak terburu-buru masuk pasar sebelum ada sinyal penguatan yang jelas.

Disclaimer: Data harga saham dan pasar bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi makro ekonomi serta sentimen investor. Informasi dalam artikel ini disajikan berdasarkan data terkini pada tanggal 6 Maret 2026.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Karangbendo

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.