Beranda » Ekonomi Bisnis » Harga Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg di Banyuwangi, Panen Justru Anjlok Akibat Cacar Buah

Harga Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg di Banyuwangi, Panen Justru Anjlok Akibat Cacar Buah

cabai rawit di wilayah Purwoharjo, , , melonjak tajam dari kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu menjadi Rp65 ribu per kilogram di tingkat , Senin (9/2/2026).

yang nyaris dua kali lipat ini sejatinya menjadi kabar baik. Namun, di lapangan justru tidak sepenuhnya menggembirakan karena serangan penyakit cacar buah yang membuat hasil panen menurun drastis.

Banyak petani cabai rawit di Kecamatan Purwoharjo mengeluhkan kondisi tanaman yang rusak akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini.

Salah satu petani asal Dusun Bloksolo, Desa Sumbersari, Kecamatan Purwoharjo, Sukayin, mengaku kenaikan harga cabai rawit saat ini tidak sebanding dengan kondisi tanaman di lahan.

“Harganya memang naik, tapi panenan banyak yang terkena cacar buah karena sering hujan,” kata Sukayin.

Menurut Sukayin, intensitas hujan yang tinggi membuat tanaman cabai rawit rentan terserang penyakit. Akibatnya, buah cabai yang siap panen banyak yang rusak dan tidak layak .

Kondisi ini menjadi ironi tersendiri bagi petani di Purwoharjo. Harga tinggi di pasaran tidak bisa dinikmati maksimal karena volume panen yang anjlok.

Selain hasil panen yang menurun, petani juga harus menanggung biaya perawatan yang melonjak.

“Kalau sering hujan, biaya perawatan makin mahal. Untuk lahan seperempat hektare, biaya perawatan bisa mencapai Rp1 juta dalam sepekan,” jelas Sukayin.

Baca Juga:  Antisipasi Kemacetan Mudik Lebaran 1447 H, Satlantas Polresta Banyuwangi Petakan Jalur Rawan!

Biaya tersebut sebagian besar digunakan untuk membeli obat-obatan tanaman guna menekan penyebaran penyakit cacar buah.

Meski perawatan sudah dilakukan secara maksimal, hasil panen tetap tidak bisa optimal. Berikut perbandingan kondisi yang dialami petani cabai rawit di Purwoharjo saat ini.

Komponen Kondisi Sebelumnya Kondisi Saat Ini
Harga cabai rawit per kg Rp30.000 – Rp35.000 Rp65.000
Kondisi tanaman Normal Terserang cacar buah
Volume panen Normal Menurun drastis
Biaya perawatan per pekan (0,25 ha) Normal Hingga Rp1.000.000

di atas berdasarkan keterangan langsung petani di Purwoharjo per Senin (9/2/2026) dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi cuaca serta pasar.

Sukayin menilai kondisi seperti ini sudah menjadi siklus yang biasa dialami petani cabai rawit.

“Kalau harganya mahal, biasanya panenan memang sedikit. Tapi kalau panenan bagus, harganya pasti ,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan petani lain, Kasianto (55). Ia mengatakan, sangat jarang terjadi kondisi di mana harga cabai tinggi dan hasil panen melimpah secara bersamaan.

“Kalau harga mahal dan tanamannya bagus, petani bisa langsung senang. Mungkin langsung bisa sepeda motor,” kelakar Kasianto.

Dalam kenyataannya, lanjut Kasianto, kenaikan harga cabai rawit sering kali justru menjadi indikator produksi yang sedang menurun akibat serangan penyakit atau cuaca ekstrem.

Kasianto berharap ada pendampingan lebih intensif dari pihak terkait, terutama dalam hal pengendalian penyakit tanaman dan edukasi penggunaan obat yang tepat.

Baca Juga:  BRI Bina 42.682 Klaster Usaha, Petani Buah Naga Banyuwangi Jadi Contoh Sukses

Langkah tersebut dinilai penting agar petani tetap bisa merasakan keuntungan saat harga cabai sedang tinggi.

Fluktuasi harga cabai rawit di Banyuwangi masih sangat dipengaruhi faktor cuaca dan kesehatan tanaman. Meski harga di pasaran melonjak, petani di tingkat bawah belum tentu menikmati keuntungan maksimal akibat tingginya biaya produksi dan menurunnya hasil panen.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Karangbendo

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.