JAKARTA – Direktur Utama PT Pegadaian Kuswiyoto mengumumkan pencapaian kinerja keuangan positif dengan laba bersih mencapai Rp 8,34 triliun sepanjang tahun 2025, tumbuh 42,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya, berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Rabu (18/2/2026).
“Pertumbuhan laba yang kuat ini ditopang oleh lonjakan pendapatan usaha yang naik signifikan 131,86 persen menjadi Rp 89,58 triliun pada 2025,” ujar Kuswiyoto. Dia menjelaskan bahwa kontributor terbesar berasal dari segmen penjualan emas, dengan pendapatan tercatat sebesar Rp 61,56 triliun atau melonjak 239,77 persen dibandingkan realisasi 2024. “Kenaikan tersebut sejalan dengan tren penguatan harga emas dunia yang mendorong animo transaksi dan kepercayaan masyarakat terhadap produk emas Pegadaian,” jelasnya.
Kuswiyoto menambahkan, pendapatan dari sewa modal dan administrasi juga memberikan kontribusi sebesar Rp 27,14 triliun, ditambah pendapatan usaha lainnya senilai Rp 868,55 miliar. “Ini membuktikan model bisnis yang beragam dan resilience perusahaan di berbagai kondisi pasar,” kata Dirut Pegadaian tersebut.
Di sisi operasional, beban usaha juga mengalami peningkatan seiring ekspansi bisnis. Total beban usaha naik 153,72 persen secara tahunan menjadi Rp 78,47 triliun. “Peningkatan beban, terutama beban pokok penjualan emas yang mencapai Rp 59,16 triliun, merupakan konsekuensi logis dari pertumbuhan penjualan yang pesat. Kami telah mengelolanya dengan prinsip kehati-hatian dan efisiensi,” ujar Kuswiyoto.
Dia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mempertahankan kinerja positif dan kontribusi bagi perekonomian. “Pencapaian ini menjadi modal dasar untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat luas, khususnya dalam mendukung program inklusi keuangan pemerintah,” pungkas Kuswiyoto.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
