YOGYAKARTA – Direktur Pemasaran dan Unit Usaha Syariah BPD DIY Raden Agus Trimurjanto menyampaikan capaian pengelolaan dana gaji atau payroll mencapai Rp 592 miliar dari segmen aparatur sipil negara, swasta, dan pensiunan hingga Rabu, 18 Februari 2026. Pertumbuhan bisnis ini diproyeksikan tetap positif guna mendukung stabilitas dana murah bank.
“Payroll ASN dan swasta kami kelola untuk sekitar 89.000 pegawai dengan nilai Rp 436 miliar per bulan. Sementara payroll pensiunan mencakup 46.000 nasabah dengan nilai sekitar Rp 156 miliar per bulan,” ujar Raden Agus Trimurjanto. Ia menambahkan, secara total bisnis payroll diperkirakan masih tumbuh sekitar 6%.
Bisnis payroll memiliki peran strategis terhadap penghimpunan dana pihak ketiga, khususnya dana murah atau current account saving account. “Dana payroll dinilai relatif stabil karena berasal dari dana ritel yang mengendap dan tidak terlalu sensitif terhadap perubahan suku bunga,” jelasnya. Dana tersebut kemudian menjadi salah satu sumber likuiditas untuk menopang ekspansi kredit bank.
Agus menyatakan, BPD DIY terus mempertahankan payroll sebagai basis CASA untuk mendukung penyaluran kredit. Bank daerah ini optimistis tren bisnis payroll masih positif dengan proyeksi pertumbuhan di kisaran 7% hingga 9% hingga akhir tahun, seiring meningkatnya kebutuhan layanan transaksi keuangan yang praktis.
Untuk mendorong pertumbuhan, sejumlah strategi telah disiapkan. “Antara lain peningkatan kualitas layanan digital melalui mobile banking, pemberian fasilitas kredit bagi nasabah payroll, hingga program loyalitas seperti undian tabungan, promo diskon belanja, serta berbagai gimmick pemasaran lainnya,” kata Agus.
Ia berharap langkah-langkah tersebut dapat memperkuat loyalitas nasabah sekaligus menjaga stabilitas dana murah di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen bank dalam mendukung sistem keuangan yang stabil dan melayani masyarakat.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
