Beranda » Ekonomi Bisnis » 5 Pelajaran Uang Warren Buffett yang Wajib Dipahami Gen Z Sejak Dini

5 Pelajaran Uang Warren Buffett yang Wajib Dipahami Gen Z Sejak Dini

Perencanaan keuangan sejak usia muda kerap disebut sebagai penentu stabilitas finansial di . Bagi Generasi Z yang mulai aktif bekerja dan berinvestasi, lima prinsip dari investor legendaris Warren Buffett dinilai tetap relevan meski lahir dari era berbeda.

Dikutip dari , Rabu (11/2/2026), sejumlah pakar keuangan menyoroti bagaimana pelajaran dari sang “Oracle of Omaha” dapat diterapkan di tengah volatilitas pasar 2026.

Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini mengenai lima prinsip keuangan Buffett yang wajib dipahami Gen Z sejak dini.

5 Nasihat Investasi Warren Buffett Paling Penting untuk Gen Z di Tengah Ketidakpastian Pasar 2026

Pelajaran pertama yang sering dikutip dari Buffett adalah pentingnya memanfaatkan compound interest atau bunga majemuk sejak dini.

Kevin Shahnazari, pendiri dan CEO FinlyWealth, mengatakan bahwa ia kerap menasihati klien Gen Z untuk mulai berinvestasi sedini mungkin.

“Saya mengatakan kepada klien Gen Z saya bahwa pelajaran pertama Buffett adalah mulai dari bunga majemuk,” ujar Shahnazari.

Contoh yang disebutkan Shahnazari menunjukkan bahwa dengan menabung sekitar 200 dollar AS atau setara sekitar Rp3, juta (asumsi kurs Rp16.783 per dollar AS) per bulan sejak usia awal 20-an, dapat berkembang secara signifikan dalam lima tahun.

Prinsip ini sejalan dengan ciri khas pandangan Buffett yang menekankan getting rich slowly, yaitu “menjadi kaya secara perlahan” daripada mencoba jalan pintas.

Pelajaran kedua berhubungan dengan gaya hidup, yakni hidup di bawah kemampuan atau live below your means.

Buffett dikenal hidup sederhana, bahkan setelah menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

“Banyak klien muda saya terkejut ketika saya tunjukkan bahwa Buffett masih tinggal di rumah yang dia beli seharga 31.500 dollar AS (setara sekitar Rp528,6 juta) pada 1958 meskipun dia seorang miliarder,” kata Shahnazari.

Data platform FinlyWealth menunjukkan pengguna Gen Z yang menjaga gaya hidup sederhana biasanya mencapai tujuan finansial mereka 40 persen lebih cepat dibandingkan yang tidak.

Sementara itu, Michael Benoit, pemilik California Contractor Bond & Insurance Services, menekankan pentingnya menghindari lifestyle inflation, yaitu kecenderungan meningkatkan pengeluaran seiring dengan meningkatnya penghasilan.

“Gaya hidup frugal Buffett menjadi pengingat bagi Gen Z bahwa kesuksesan finansial tidak memerlukan pengeluaran berlebihan,” ujar Benoit.

Buffett dikenal sebagai pembaca yang sangat produktif sepanjang hidupnya. Prinsip belajar berkelanjutan ini diangkat oleh Shahnazari sebagai pelajaran ketiga untuk Gen Z.

“Klien Gen Z saya yang paling sukses menghabiskan sedikitnya lima jam per minggu membaca buku finansial dan mempelajari pasar,” tutur Shahnazari.

Menurut dia, Buffett memandang pengetahuan sebagai sesuatu yang “berbunga majemuk” layaknya uang. Semakin dini dan sering dipupuk, semakin kuat hasilnya.

Benoit setuju dan menegaskan pernyataan Buffett bahwa investasi terbaik adalah investasi pada diri sendiri.

Dalam konteks praktis, mengembangkan keterampilan seperti mendapatkan sertifikasi profesional atau memperluas jaringan profesional bisa mendatangkan hasil finansial yang signifikan dalam jangka panjang.

Pelajaran keempat berkaitan langsung dengan strategi investasi Buffett yang terkenal, yakni jangan berinvestasi pada sesuatu yang tidak dipahami.

“Saya menasihati Gen Z untuk berinvestasi pada perusahaan yang produknya mereka gunakan setiap hari,” ungkap Shahnazari.

Ia memberi contoh seorang klien berusia 22 tahun yang memulai portofolionya dengan perusahaan seperti Apple dan Nike. Produk tersebut sudah dikenal secara pribadi oleh sang klien, sehingga ia dapat menghindari spekulasi pada instrumen yang tidak familiar.

Pendekatan ini mencerminkan prinsip inti Buffett tentang circle of competence, yakni berinvestasi dalam area yang benar-benar dipahami dari segi bisnis dan modelnya.

Pelajaran terakhir yang disorot adalah sikap terhadap waktu sebagai faktor investasi.

Buffett sering menyebut pasar saham sebagai alat yang memindahkan uang dari yang tidak sabar kepada yang sabar.

“Ketika volatilitas pasar membuat gugup, saya mengingatkan mereka pandangan Buffett bahwa pasar saham adalah perangkat untuk mentransfer uang dari yang tidak sabar ke yang sabar,” papar Shahnazari.

Data dari FinlyWealth menunjukkan klien Gen Z yang menjaga strategi konsisten dalam masa turun pasar memiliki hasil investasi yang lebih baik daripada mereka yang memilih menjual saat panik.

Berikut ringkasan lima prinsip keuangan Warren Buffett beserta poin penting yang perlu dicatat oleh investor muda.

No Prinsip Buffett Poin Kunci
1 Mulai investasi sedini mungkin Tabung Rp3,3 juta/bulan sejak usia 20-an, manfaatkan compound interest
2 Hidup di bawah kemampuan Capai tujuan finansial 40% lebih cepat dengan gaya hidup sederhana
3 Belajar berkelanjutan Minimal 5 jam/minggu membaca dan mempelajari pasar keuangan
4 Investasi pada yang dipahami Terapkan circle of competence, hindari spekulasi instrumen asing
5 Berpikir jangka panjang Strategi konsisten di pasar turun menghasilkan return lebih baik

Tabel di atas merangkum inti dari lima prinsip Buffett yang dapat langsung diterapkan oleh investor muda, berdasarkan data per dan dapat disesuaikan dengan pasar terkini.

Benoit juga menekankan bahwa pengambilan keputusan investasi yang selektif dan berorientasi jangka panjang menjadi bagian terbesar dari prinsip Buffett bagi setiap generasi.

“Pendekatan Buffett, memprioritaskan kualitas dan nilai jangka panjang, adalah pelajaran hebat bagi Gen Z. Ia menyarankan memperlakukan setiap dollar seperti investasi masa depan, baik melalui saham, pendidikan, ataupun tabungan,” tuturnya.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/02/11/142900826/belajar-dari-warren-buffett–5-pelajaran-uang-yang-relevan-untuk-gen-z?page=all#page2

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Karangbendo

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.