Beranda » Pinjaman Online » Dominasi Milenial dan Gen Z Picu Lonjakan Pengguna Paylater Hingga 49,23 Persen pada Akhir 2025

Dominasi Milenial dan Gen Z Picu Lonjakan Pengguna Paylater Hingga 49,23 Persen pada Akhir 2025

PT Pefindo Biro atau IdScore mencatat lonjakan jumlah debitur layanan beli sekarang bayar nanti atau sebesar 49,23 persen secara tahunan hingga Desember 2025. Pertumbuhan dua digit ini membuat total debitur paylater menyentuh angka 24,52 juta orang, meningkat signifikan dari posisi 16,43 juta debitur pada Desember 2024.

Utama IdScore Tan Glant Saputrahadi menjelaskan bahwa kelompok usia milenial dan Gen Z menjadi kategori yang paling mendominasi penggunaan layanan ini. Segmen usia di atas 20 hingga 30 tahun memberikan kontribusi terbesar senilai 45,08 persen, disusul oleh segmen usia di atas 30 hingga 40 tahun dengan porsi 29,38 persen.

Selanjutnya, debitur usia di atas 40 sampai 50 tahun mencatatkan porsi 14,03 persen, sedangkan kelompok usia di bawah 20 tahun berada di angka 7,04 persen. Begitu pula dengan kelompok usia 50 sampai 55 tahun serta di atas 55 tahun yang masing masing menyumbang 2,41 persen dan 2,25 persen dari total debitur.

Sejalan dengan kenaikan jumlah peminjam, total kredit buy now pay later per Desember 2025 tercatat mencapai Rp53,75 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 55 persen dibandingkan periode Desember 2024 yang berjumlah Rp34,66 triliun. Rata rata per debitur pada produk ini diketahui sebesar Rp617.970 per fasilitas dengan kepemilikan rata rata tiga kontrak per debitur.

Baca Juga:  Cara Mencairkan Limit GoPaylater ke Rekening dan E-Wallet Terbaru 2026

Terkait kualitas kredit, IdScore melaporkan nilai kredit macet layanan paylater berdasarkan baki debet mencapai Rp999,98 miliar per Desember 2025. Nilai tersebut mewakili 0,5 persen dari total kredit macet nasional yang menyentuh angka Rp192,38 triliun. Kelompok usia 20 hingga 30 tahun menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp362,99 miliar atau setara 36,29 persen.

IdScore memproyeksikan tren pertumbuhan layanan buy now pay later masih akan berlanjut pada tahun , namun diperkirakan tidak akan seagresif tahun sebelumnya. Proyeksi pertumbuhan berada pada kisaran 15 sampai 20 persen, lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan kartu kredit yang stabil di level 5 sampai 6 persen. Perlambatan pertumbuhan ini dipengaruhi oleh langkah perbankan kategori BUKU IV yang mulai memperketat penyaluran sebagai respons atas peningkatan bermasalah.

Sebagai informasi, data dan angka yang tercantum dalam laporan ini bersifat dinamis serta dapat berubah sewaktu waktu mengikuti perkembangan kondisi , kebijakan otoritas moneter, dan pembaruan data sistem layanan informasi di masa mendatang. Pengguna data diharapkan tetap memperhatikan risiko fluktuasi ekonomi yang dapat mempengaruhi proyeksi pasar di masa depan.