Permata Bank (BNLI) tetap berpegang teguh pada strategi bisnis yang telah digarap sejak tahun-tahun sebelumnya, meski tahun 2026 dipenuhi dengan berbagai ketidakpastian ekonomi global. Dalam beberapa dekade terakhir, bank ini terus menunjukkan konsistensinya dalam menggarap tiga segmen utama: korporasi, komersial, dan konsumer. Meski begitu, manajemen tetap waspada terhadap dinamika eksternal yang bisa berdampak pada kinerja bisnis.
Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank, Rudy Basyir Ahmad, menyatakan bahwa tidak ada rencana untuk mengubah fokus bisnis. Namun, bank tetap siap melakukan penyesuaian jika kondisi makroekonomi memaksa. Pemantauan terhadap perkembangan ekonomi global dan regional menjadi bagian penting dari strategi mitigasi risiko.
Strategi Bisnis Permata Bank di Tengah Ketidakpastian Global
Permata Bank tidak berencana mengubah struktur bisnisnya di tahun 2026. Fokus tetap tertuju pada tiga segmen utama: korporasi, komersial, dan konsumer. Ketiga segmen ini telah menjadi tulang punggung pertumbuhan bank dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, bank tidak berjalan dengan mata tertutup. Rudy menyebut bahwa kondisi makroekonomi global dan regional terus dipantau secara ketat. Jika diperlukan, penyesuaian akan dilakukan secara selektif dan hati-hati.
1. Pemantauan Kondisi Makroekonomi
Salah satu langkah utama yang diambil Permata Bank adalah pemantauan kondisi makroekonomi secara berkala. Ini mencakup perkembangan ekonomi domestik hingga geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah.
2. Evaluasi Kinerja Segmen Bisnis
Bank juga melakukan evaluasi berkala terhadap performa masing-masing segmen. Misalnya, pada tahun lalu, segmen konsumer mulai menunjukkan tantangan yang cukup besar, sehingga bank menjadi lebih selektif dalam penyaluran kreditnya.
3. Penguatan Manajemen Risiko
Permata Bank menempatkan prinsip kehati-hatian atau prudent sebagai pilar utama dalam pengelolaan risiko. Ini mencakup penyaluran kredit yang ketat dan pengelolaan portofolio yang seimbang.
Pertumbuhan Kredit dan Kualitas Aset Tetap Terjaga
Di tahun 2025, Permata Bank mencatat pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 5,5% year-on-year (YoY), mencapai total Rp163,3 triliun. Pertumbuhan ini didorong terutama oleh segmen korporasi yang melonjak 11,2% YoY menjadi Rp99,6 triliun.
Selain itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan baik. Rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross tetap stabil di level 2,1%, sementara Loan at Risk (LAR) mengalami penurunan menjadi 6,3%. Ini menunjukkan bahwa meski pertumbuhan kredit cukup agresif, bank tetap menjaga kualitas aset produktifnya.
Berikut adalah rincian pertumbuhan kredit Permata Bank di tahun 2025:
| Segmen | Pertumbuhan YoY | Total Penyaluran (Rp Triliun) |
|---|---|---|
| Korporasi | 11,2% | 99,6 |
| Komersial | 2,8% | 35,7 |
| Konsumer | 1,5% | 28,0 |
| Total | 5,5% | 163,3 |
Disclaimer: Data di atas bersifat estimasi berdasarkan laporan tahunan dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan regulasi yang berlaku.
Tantangan Global yang Perlu Diwaspadai
Tahun 2026 menjadi tahun yang penuh tantangan, terutama karena ketidakpastian ekonomi global. Geopolitik yang tidak stabil, khususnya di kawasan Timur Tengah, menjadi salah satu faktor yang terus dipantau oleh Permata Bank.
Selain itu, tekanan inflasi, kenaikan suku bunga global, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara maju juga menjadi tantangan tersendiri. Semua ini bisa berdampak langsung pada sektor perbankan, termasuk Permata Bank.
1. Geopolitik yang Tidak Stabil
Ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu rantai pasok dan perdagangan global. Ini bisa berimbas pada sektor korporasi yang menjadi andalan utama bank.
2. Kenaikan Suku Bunga Global
Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) dan sejumlah negara lain masih mempertimbangkan kenaikan suku bunga. Ini bisa memicu aliran modal keluar dari pasar berkembang seperti Indonesia.
3. Perlambatan Ekonomi Dunia
Organisasi seperti IMF dan World Bank beberapa kali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global ke bawah. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi sektor perbankan yang bergantung pada pertumbuhan ekonomi.
Penyesuaian Strategi yang Selektif
Meski tidak mengubah fokus utama, Permata Bank tetap membuka ruang untuk melakukan penyesuaian jika situasi memaksa. Namun, penyesuaian ini dilakukan secara selektif dan berdasarkan analisis mendalam.
Bank tidak ingin terjebak dalam perubahan mendadak yang bisa berdampak negatif pada kinerja jangka panjang. Oleh karena itu, setiap keputusan strategis selalu melalui proses evaluasi yang ketat.
1. Selektivitas dalam Penyaluran Kredit
Permata Bank semakin selektif dalam menyalurkan kredit, terutama di segmen yang dirasa lebih rentan terhadap risiko ekonomi.
2. Penguatan Digital Banking
Bank terus mengembangkan layanan digital untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan nasabah. Ini juga menjadi bagian dari strategi adaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen.
3. Diversifikasi Risiko
Dengan tetap berfokus pada tiga segmen utama, bank juga melakukan diversifikasi risiko melalui pengelolaan portofolio yang seimbang dan mitigasi risiko yang ketat.
Konsolidasi Bisnis untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Permata Bank tidak hanya fokus pada pertumbuhan kredit, tetapi juga pada konsolidasi bisnis yang berkelanjutan. Ini mencakup efisiensi biaya operasional, penguatan modal inti, dan peningkatan layanan nasabah.
Bank juga terus berupaya meningkatkan rasio CAR (Capital Adequacy Ratio) untuk memenuhi standar kehati-hatian yang tinggi. Ini menjadi salah satu fondasi utama dalam menjaga stabilitas operasional.
1. Efisiensi Operasional
Bank terus melakukan efisiensi operasional melalui digitalisasi dan otomatisasi proses bisnis. Ini membantu menekan biaya dan meningkatkan produktivitas.
2. Peningkatan Layanan Nasabah
Pengembangan layanan digital dan customer experience menjadi prioritas. Ini mencakup aplikasi mobile, layanan call center, dan sistem back-end yang lebih cepat.
3. Penguatan Modal Inti
Permata Bank terus memperkuat modal inti untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Ini juga menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko jangka panjang.
Menjaga Stabilitas di Tengah Ketidakpastian
Permata Bank memilih untuk tetap berpegang pada pendekatan yang hati-hati dan terukur. Ini mencerminkan komitmen bank dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan, meski di tengah ketidakpastian global.
Bank tidak ingin terburu-buru mengubah strategi hanya karena tekanan jangka pendek. Sebaliknya, fokus tetap pada pencapaian target jangka panjang yang telah dirancang sejak tahun-tahun sebelumnya.
1. Fokus Jangka Panjang
Permata Bank tetap berfokus pada pencapaian target jangka panjang, seperti peningkatan market share di segmen korporasi dan komersial serta efisiensi biaya.
2. Adaptasi yang Terukur
Penyesuaian yang dilakukan selalu berdasarkan data dan analisis yang matang. Ini memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tidak membahayakan stabilitas jangka panjang.
3. Konsistensi dalam Prinsip
Prinsip kehati-hatian dan prudensial tetap menjadi landasan utama dalam setiap keputusan strategis. Ini mencerminkan komitmen bank terhadap keberlanjutan bisnis.
Permata Bank (BNLI) di tahun 2026 tetap menunjukkan konsistensi dalam menjalankan strategi bisnisnya. Meski menghadapi berbagai tantangan global, bank tidak mengubah fokus utama, melainkan terus memperkuat mitigasi risiko dan efisiensi operasional. Dengan pendekatan yang hati-hati dan selektif, Permata Bank berharap bisa terus tumbuh meski dalam kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
