Beranda » Perbankan » Pemulihan Kepercayaan Pasar Jadi Tugas Utama Pimpinan Baru OJK Menurut Ekonom Permata Bank

Pemulihan Kepercayaan Pasar Jadi Tugas Utama Pimpinan Baru OJK Menurut Ekonom Permata Bank

Chief Economist Permata , Josua Pardede, menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera memulihkan kepercayaan pasar. Pasalnya, beberapa waktu lalu kondisi pasar modal sempat mengalami tekanan cukup signifikan. Harapan ini disampaikan Josua seusai public expose di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, kepemimpinan baru OJK harus segera menunjukkan kredibilitas dan komitmen kuat untuk memperbaiki sistem. Khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul di , baik dari sisi pasar modal maupun perbankan.

Harapan Ekonom terhadap Kepemimpinan OJK yang Baru

Kepemimpinan baru OJK diharapkan tidak hanya membawa perubahan struktural, tapi juga bisa membangun kembali kepercayaan pelaku pasar. Pasar modal yang sempat terpuruk beberapa bulan lalu membutuhkan sentuhan tegas dan konsisten agar bisa kembali stabil.

Josua menilai, kepemimpinan yang transparan dan responsif menjadi kunci utama dalam memperbaiki kondisi ini. Apalagi, tantangan yang dihadapi saat ini cukup kompleks, terutama dalam menghadapi dinamika risiko di sektor keuangan.

1. Mempercepat Transformasi Pasar Modal

Salah satu PR mendesak bagi pimpinan baru OJK adalah mempercepat transformasi pasar modal. Ini mencakup berbagai aspek seperti transparansi kepemilikan saham, klasifikasi investor, hingga aturan free float yang selama ini masih menjadi sorotan.

Transformasi ini penting agar investor memiliki kepastian informasi dan perlakuan yang adil. Selain itu, juga untuk meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di mata .

2. Membentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal

Langkah strategis lainnya adalah memperkuat satuan tugas reformasi integritas pasar modal. Satgas ini diharapkan bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas dan kejujuran informasi di pasar modal.

Dengan adanya satgas yang aktif dan independen, diharapkan kasus-kasus manipulasi pasar atau pelanggaran etika bisa diminimalisir.

Baca Juga:  Marsh Insurance Brokers Indonesia Resmi Beroperasi Usai Ganti Nama, OJK Keluarkan Izin Terbaru 2026

3. Memperkuat Pengawasan Perbankan

Di sisi perbankan, pengawasan yang ketat tetap menjadi hal penting. Terutama untuk segmen-segmen seperti BPR dan bank daerah yang dinilai masih rentan terhadap risiko.

Fakta bahwa sejumlah BPR akhir-akhir ini dicabut izinnya menjadi bukti bahwa pengawasan harus terus diperkuat. Ini penting agar stabilitas sistem perbankan tetap terjaga.

4. Mempercepat Transmisi Penurunan Suku Bunga

Josua juga menyoroti pentingnya percepatan transmisi penurunan suku bunga ke pasar. Fungsi intermediasi perbankan harus bisa bekerja secara optimal agar kebijakan moneter bisa dirasakan langsung oleh pelaku usaha dan masyarakat.

Jika transmisi ini lambat, dampaknya bisa memperlambat pertumbuhan dan menurunkan efektivitas kebijakan makro.

5. Mengurangi Risiko Siber dan Melindungi Konsumen

Risiko siber menjadi ancaman nyata di era digital. OJK perlu memastikan bahwa lembaga jasa keuangan memiliki sistem keamanan yang memadai untuk melindungi data nasabah.

Selain itu, perlindungan konsumen juga harus terus ditingkatkan. Edukasi keuangan dan mekanisme pengaduan yang efektif menjadi bagian penting dari upaya ini.

Susunan Pimpinan Baru OJK yang Telah Disetujui DPR

Sebelumnya, telah menyetujui lima nama untuk mengisi posisi Dewan Komisioner (DK) OJK periode 2026–2031. Keputusan ini diambil melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan secara musyawarah mufakat.

Friderica Widyasari Dewi ditunjuk sebagai Ketua OJK menggantikan Mahendra Siregar. Ia dinilai mampu menunjukkan kinerja positif saat menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Ketua OJK, terutama dalam menghadapi tantangan pasar modal yang cukup berat.

Susunan Dewan Komisioner OJK Periode 2026–2031

No Nama Jabatan
1 Friderica Widyasari Dewi Ketua OJK
2 Hernawan Bekti Sasongko Wakil Ketua OJK
3 Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon
4 Adi Budiarso Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD)
5 Dicky Kartikoyono Kepala Eksekutif Edukasi dan Perlindungan Konsumen
Baca Juga:  Saham Bank Besar Justru Ramai Diburu Investor Lokal Saat Asing Melikuidasi, Ini Rekomendasi Terbaru Analis

Keputusan ini selanjutnya akan dibawa ke Rapat Paripurna RI untuk mendapatkan persetujuan formal. Dengan susunan pimpinan baru ini, diharapkan OJK bisa lebih responsif dan adaptif dalam menghadapi dinamika sektor jasa keuangan.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Perubahan kepemimpinan di OJK menjadi momentum penting untuk memperbaiki sistem pengawasan dan regulasi di sektor jasa keuangan. Tantangan besar seperti konsolidasi , penguatan modal minimum, serta adaptasi terhadap teknologi digital harus dihadapi dengan strategi yang tepat.

Josua menilai, jika langkah-langkah yang diambil tepat dan konsisten, kepercayaan pasar bisa kembali dibangun. Apalagi, sektor jasa keuangan memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, semua itu tidak akan terwujud tanpa dukungan dari seluruh pihak, termasuk regulator, pelaku industri, dan juga pemerintah. Kolaborasi yang baik menjadi kunci utama dalam mewujudkan sistem jasa keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat terkini hingga tanggal publikasi dan dapat berubah seiring dengan perkembangan kebijakan dan regulasi di sektor jasa keuangan.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Karangbendo

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.