Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan sinyal kewaspadaan bagi para pelaku pasar pada perdagangan Selasa (21/4/2026). Pergerakan indeks diproyeksikan masih rentan terhadap tekanan koreksi lanjutan setelah penutupan sesi sebelumnya yang kurang memuaskan.
Pada perdagangan terakhir, IHSG harus rela melemah sebesar 0,52 persen ke level 7.594. Dominasi tekanan jual yang cukup kuat menjadi indikator utama bahwa sentimen negatif masih membayangi laju indeks di pasar modal.
Analisis Teknikal IHSG Terkini
Berdasarkan tinjauan teknikal dari MNC Sekuritas, posisi IHSG saat ini diidentifikasi berada pada fase krusial. Indeks diperkirakan sedang berada di akhir wave [iv] pada label hitam atau alternatifnya di akhir wave [a] dari wave B pada label merah.
Kondisi teknikal tersebut memberikan sinyal bahwa potensi koreksi masih terbuka lebar. Area koreksi terdekat diprediksi berada pada kisaran 7.245 hingga 7.527, yang sekaligus berfungsi sebagai area untuk menutup sejumlah gap yang sempat terbentuk sebelumnya.
Berikut adalah rincian level teknikal IHSG yang perlu diperhatikan:
- Support 1: 7.488
- Support 2: 7.351
- Resistance 1: 7.700
- Resistance 2: 7.861
Menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif seperti saat ini, pemilihan aset investasi memerlukan ketelitian ekstra. Strategi yang tepat sangat bergantung pada pemahaman terhadap level support dan resistance agar risiko kerugian dapat diminimalisir secara efektif.
Rekomendasi Saham Pilihan
MNC Sekuritas telah menyusun daftar saham yang layak dicermati berdasarkan analisis teknikal terbaru. Berikut adalah rincian strategi transaksi untuk beberapa emiten pilihan yang dapat dijadikan referensi dalam menyusun portofolio perdagangan hari ini.
1. MBMA (Merdeka Battery Materials)
Saham ini mengalami koreksi sebesar 3,31 persen ke level 730 dengan tekanan jual yang masih terasa. Namun, pergerakan harga masih tertahan di atas MA20, yang mengindikasikan posisi berada pada bagian dari wave (ii) dari wave [c] dari wave B.
- Strategi: Buy on Weakness
- Area Beli: 675 hingga 720
- Target Harga: 795 dan 865
- Stoploss: Di bawah 640
2. PTBA (Bukit Asam)
PTBA mencatatkan pelemahan 1,03 persen ke level 2.870 disertai dengan peningkatan tekanan jual. Secara teknikal, pergerakan harga saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave 4.
- Strategi: Buy on Weakness
- Area Beli: 2.720 hingga 2.840
- Target Harga: 3.120 dan 3.240
- Stoploss: Di bawah 2.660
3. TAPG (Triputra Agro Persada)
Berbeda dengan emiten lainnya, TAPG justru menunjukkan penguatan sebesar 4,41 persen ke level 1.895. Kenaikan ini didukung oleh peningkatan volume pembelian yang signifikan, menandakan posisi berada pada bagian dari wave (c) dari wave [v] dari wave C.
- Strategi: Buy on Weakness
- Area Beli: 1.845 hingga 1.880
- Target Harga: 1.945 dan 2.050
- Stoploss: Di bawah 1.830
4. VKTR (VKTR Teknologi Mobilitas)
VKTR terkoreksi 2,04 persen ke level 960 dengan dominasi tekanan jual yang masih berlanjut. Analisis teknikal menunjukkan posisi saham ini sedang berada pada bagian dari wave (a) dari wave [iv].
- Strategi: Spec Buy
- Area Beli: 915 hingga 955
- Target Harga: 1.005 dan 1.025
- Stoploss: Di bawah 905
5. XPIN (Xurya Power Indonesia)
XPIN mengalami koreksi 2,02 persen ke level 582 dengan volume perdagangan yang relatif kecil. Posisi harga saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave B dari wave (B).
- Strategi: Buy on Weakness
- Area Beli: 569 hingga 580
- Target Harga: 602 dan 617
- Stoploss: Di bawah 560
Untuk memudahkan pemantauan, berikut adalah ringkasan data strategi transaksi saham yang direkomendasikan:
| Kode Saham | Strategi | Area Beli | Target Harga | Stoploss |
|---|---|---|---|---|
| MBMA | Buy on Weakness | 675-720 | 795, 865 | < 640 |
| PTBA | Buy on Weakness | 2720-2840 | 3120, 3240 | < 2660 |
| TAPG | Buy on Weakness | 1845-1880 | 1945, 2050 | < 1830 |
| VKTR | Spec Buy | 915-955 | 1005, 1025 | < 905 |
| XPIN | Buy on Weakness | 569-580 | 602, 617 | < 560 |
Tabel di atas menyajikan panduan teknikal untuk membantu pengambilan keputusan investasi. Perlu diingat bahwa angka-angka tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar yang terjadi di sepanjang sesi perdagangan.
Penting bagi setiap pelaku pasar untuk tetap selektif dalam memilih instrumen investasi. Kedisiplinan dalam menerapkan manajemen risiko, termasuk kepatuhan terhadap level stoploss yang telah ditentukan, menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan portofolio di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan sebagai perintah jual atau beli. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Pergerakan harga saham sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar yang dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.



