Beranda » Ekonomi Bisnis » Transaksi Trading Derivatif Kripto Melejit di Tengah Tekanan Pasar, Pintu Futures Perketat Manajemen Risiko

Transaksi Trading Derivatif Kripto Melejit di Tengah Tekanan Pasar, Pintu Futures Perketat Manajemen Risiko

Jakarta – Harga Bitcoin () mengalami tekanan signifikan dengan penurunan hampir 50 persen menjadi USD68.000 per 16 Februari . Di tengah kondisi pasar yang volatil ini, trading derivatif menjadi alternatif bagi para trader untuk memaksimalkan potensi keuntungan.

Merespons dinamika pasar tersebut, Pintu Futures menghadirkan sejumlah fitur inovatif untuk mendukung .

Gelombang Likuidasi dan Sentimen Pasar

Tekanan pasar kripto semakin terasa ketika harga BTC jatuh ke level USD60.000 pada 6 Februari 2026.

Mengutip dari Coinglass, pasar kripto dihantam gelombang likuidasi sebesar USD4,85 miliar dalam satu hari perdagangan.

Dampaknya cukup signifikan terhadap .

Indeks fear & greed turun drastis menjadi angka enam, level terendah sepanjang awal tahun 2026.

Kondisi ini mendorong trader untuk mencari strategi alternatif dalam menghadapi volatilitas pasar.

Pintu Futures Perkuat Fitur Manajemen Risiko

Iskandar Mohammad, Head of Product Marketing Pintu, menekankan pentingnya manajemen dalam trading derivatif kripto.

“Trading derivatif kripto tidak hanya soal mengejar potensi keuntungan, tapi juga tentang bagaimana seorang trader perlu mengontrol dan mengantisipasi risiko,” ujar Iskandar dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/2/2026).

Sepanjang 2025, Pintu Futures terus mengembangkan fitur-fitur pendukung manajemen risiko.

“Sepanjang 2025 kami terus menghadirkan fitur inovatif untuk mendukung manajemen risiko trading derivatif, yang sekarang semuanya sudah bisa dimaksimalkan oleh pengguna Pintu Futures,” tambahnya.

Lima Fitur Unggulan untuk Manajemen Risiko

Untuk membantu trader mengelola risiko secara optimal, simak penjelasan lengkap dari Medcom.id mengenai lima fitur unggulan yang tersedia di Pintu Futures berikut ini.

Fitur Fungsi Manfaat
Pengaturan target profit dan batas rugi Posisi tertutup otomatis saat target tercapai
Adjustable Leverage Penyesuaian leverage dari 1x hingga 25x Fleksibilitas sesuai strategi dan profil risiko
Price Protection Perlindungan dari slippage ekstrem (0,2%, 1%, atau 2,%) Posisi terlindungi saat market volatil
Initial Margin Buffer (IM Buffer) Penambahan margin cadangan ke posisi Mengurangi risiko likuidasi dini
Stop Order Order otomatis saat harga mencapai level tertentu Eksekusi strategi tanpa pantau harga terus-menerus

Kelima fitur tersebut dirancang untuk membantu trader mengelola posisi secara lebih terukur di tengah volatilitas pasar kripto.

Fleksibilitas Trading di Berbagai Kondisi Pasar

Trading derivatif kripto menawarkan fleksibilitas yang tidak dimiliki trading spot konvensional.

Iskandar menjelaskan, trader dapat mengambil posisi long jika yakin harga akan naik, atau posisi short jika menilai harga akan turun.

Strategi ini memungkinkan trader tetap meraih potensi keuntungan meski pasar sedang bearish.

Namun demikian, Iskandar mengingatkan bahwa trading derivatif termasuk dalam kategori produk investasi high risk high return.

Edukasi dan Analisis Pasar Tetap Krusial

Selain memanfaatkan fitur manajemen risiko, analisis kondisi pasar dan penambahan wawasan menjadi faktor penting dalam trading derivatif.

“Maka dari itu, selain terdapat fitur untuk manajemen risiko, menganalisis kondisi pasar dan menambah informasi juga sangat penting. Semua informasi mengenai kondisi pasar dan tips trading derivatif kripto kami berikan lewat platform edukasi Pintu,” tutup Iskandar.

Trader yang ingin terjun ke pasar derivatif kripto disarankan untuk memahami risiko secara menyeluruh dan memanfaatkan fitur manajemen risiko yang tersedia.

Data dan informasi dalam artikel ini berdasarkan kondisi pasar per Februari 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dinamika pasar kripto.

Sumber: https://www.metrotvnews.com/read/Ky6C5mzV-transaksi-trading-derivatif-kripto-melejit-manajemen-risiko-diperketat

Erna Agnesa
Reporter at Desa Karangbendo

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.