Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan pertumbuhan positif pada pendapatan premi industri asuransi umum sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data yang dirilis dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada Jumat, 20 Februari 2026, total pendapatan premi mencapai Rp 112,81 triliun. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 4,8 persen dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik dan Riset, Trinita Situmeang, menjelaskan bahwa terdapat tiga lini bisnis utama yang menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan premi industri. Lini asuransi properti berada di posisi pertama dengan perolehan premi sebesar Rp 32,87 triliun per akhir 2025. Capaian ini tumbuh 8,6 persen secara tahunan dan memberikan kontribusi sebesar 29,1 persen terhadap total pendapatan premi industri asuransi umum secara keseluruhan.
Penopang terbesar kedua berasal dari lini asuransi kredit yang membukukan premi sebesar Rp 19,04 triliun. Angka ini mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 11,2 persen secara tahunan dengan porsi sebesar 16,9 persen dari total premi industri. Sementara itu, asuransi kendaraan bermotor menempati urutan ketiga dengan pendapatan premi mencapai Rp 19,02 triliun, atau mewakili porsi 16,9 persen. Meski demikian, lini asuransi kendaraan bermotor mengalami penurunan atau kontraksi sebesar 4,2 persen dibandingkan tahun lalu.
Di sisi lain, AAUI juga melaporkan realisasi pembayaran klaim oleh industri asuransi umum yang mencapai Rp 48,96 triliun hingga akhir 2025. Jumlah pembayaran klaim tersebut mengalami peningkatan sebesar 4,1 persen secara tahunan. Data laporan kinerja ini bersifat historis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan penyesuaian audit atau regulasi terkini dari otoritas jasa keuangan. Konten ini disusun untuk tujuan informasi publik dan pembaca disarankan untuk melakukan verifikasi lebih lanjut terhadap data keuangan resmi yang bersifat dinamis.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
