Beranda » Ekonomi Bisnis » Ekonomi RI di Tengah Badai Ketidakpastian Global: Sanggupkah Kita Bertahan?

Ekonomi RI di Tengah Badai Ketidakpastian Global: Sanggupkah Kita Bertahan?

Dewan Ekonomi Nasional memperingatkan bahwa ketidakpastian global diperkirakan tidak akan mereda dan justru berpotensi meningkat pada tahun 2026. Meski demikian, kondisi dinilai masih cukup stabil dengan pertumbuhan yang tetap kompetitif di tengah tekanan geopolitik dan geoekonomi dunia. Penting untuk diperhatikan bahwa proyeksi ekonomi serta analisis situasi global ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu waktu mengikuti perkembangan kebijakan internasional serta kondisi pasar terbaru.

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu, menjelaskan dalam sebuah diskusi daring yang diselenggarakan OJK Institute pada Kamis, 19 Februari 2026, bahwa tren ketidakpastian sempat melandai pada akhir 2025 namun kembali melonjak di awal 2026. Mari menyoroti sejumlah faktor pemicu seperti berlanjutnya dampak kebijakan Amerika Serikat, tensi geopolitik, hingga perlambatan ekonomi China yang merupakan mitra dagang utama serta sumber investasi penting bagi Indonesia.

Selain faktor eksternal tersebut, tantangan lain yang perlu diantisipasi meliputi isu ketahanan pangan, gangguan dari perkembangan dan digitalisasi, serta dampak . Mari juga menekankan munculnya berbagai konflik baru di awal tahun 2026, termasuk ketegangan di kawasan Amerika Latin serta serangkaian tindakan internasional yang dinilai melanggar aturan dan konvensi internasional.

Walaupun menghadapi situasi global yang mengkhawatirkan, pertumbuhan ekonomi nasional dilaporkan tetap tangguh. Mari menyebutkan bahwa posisi ekonomi Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di antara anggota G20 dan kawasan ASEAN. Pertumbuhan ini hanya berada di bawah Vietnam yang mampu tumbuh pada kisaran 6 hingga 7 persen.

Baca Juga:  Tantangan Utama yang Berpotensi Menghambat Pertumbuhan Aset Jamkrida Sumbar di 2026

Berdasarkan data yang disampaikan, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam APBN 2026 dipatok sebesar ,4 persen. Sementara itu, Indonesia menetapkan rentang proyeksi antara 4,9 persen sampai 5,7 persen, dengan nilai tengah sebesar 5,3 persen untuk tahun 2026. Pada tahun 2027, pertumbuhan ekonomi diperkirakan dapat mengalami kenaikan tipis ke angka 5,5 persen, meskipun terdapat optimisme dari bahwa pertumbuhan masih untuk menyentuh angka 6 persen.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Karangbendo

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.