Beranda » Ekonomi Bisnis » Waspadai 4 Ancaman Ekonomi Global terhadap Stabilitas Nasional Menurut Ekonom Permata Bank

Waspadai 4 Ancaman Ekonomi Global terhadap Stabilitas Nasional Menurut Ekonom Permata Bank

Disclaimer: Data dan proyeksi ekonomi dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu waktu mengikuti perkembangan pasar global serta kebijakan fiskal maupun moneter yang berlaku.

Ekonom Utama Permata Bank Josua Pardede mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap berbagai tantangan ekonomi global yang diprediksi masih akan membayangi Indonesia pada tahun . Dalam pemaparannya pada kegiatan Media Briefing PIER Economic Review 2025 di Jakarta pada Jumat, 20 Februari 2026, Josua menyebutkan bahwa antisipasi dini sangat diperlukan untuk meminimalisir risiko yang mungkin terjadi.

Terdapat empat faktor utama yang diidentifikasi sebagai risiko bagi perekonomian domestik. Faktor pertama adalah tingginya tensi geopolitik dunia yang memicu kondisi risk off atau pengalihan aset ke instrumen yang lebih aman di pasar keuangan. Kondisi ini dinilai akan memberikan tekanan jangka pendek pada stabilitas pasar keuangan Indonesia.

Tantangan kedua berkaitan dengan eskalasi perang dagang internasional. Meski Indonesia melalui telah melakukan upaya negosiasi dengan Amerika Serikat, ancaman tetap menjadi risiko nyata. Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, ekspor Indonesia ke Amerika Serikat sempat mengalami fenomena front loading pada semester pertama sebelum akhirnya menunjukkan normalisasi di semester kedua. Hal tersebut mengindikasikan bahwa dampak penuh dari kebijakan tarif mulai terasa secara signifikan pada tahun berjalan ini.

Faktor ketiga yang menjadi perhatian adalah divergensi atau perbedaan arah kebijakan suku bunga dunia. Saat ini terlihat adanya perbedaan langkah antara bank sentral utama. Bank sentral Inggris mulai menunjukkan tanda penghentian penurunan suku bunga, sementara Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed diprediksi hanya memiliki ruang terbatas untuk memangkas suku bunga acuan. Di sisi lain, bank sentral Jepang atau Bank of Japan diproyeksikan masih akan melanjutkan tren kenaikan suku bunga hingga dua tahun ke depan. Perbedaan arah kebijakan ini diperkirakan berdampak pada volatilitas arus modal baik dalam jangka pendek maupun menengah.

Baca Juga:  Kemudahan Berkurban Tahun 2026 Kini Tersedia Lewat 1 Fitur Praktis di Aplikasi BRImo

Faktor terakhir yang diantisipasi adalah perlambatan yang terjadi secara konsisten. Sebagai mitra dagang utama Indonesia, pelemahan ekonomi China tidak hanya akan menekan kinerja ekspor nonmigas nasional, tetapi juga berpotensi menghambat aliran asing langsung ke dalam negeri. Josua menekankan bahwa stabilitas ekonomi Indonesia ke depan akan sangat bergantung pada seberapa efektif pemerintah dan otoritas moneter merespons dinamika global tersebut guna menjaga momentum pertumbuhan investasi dan perdagangan.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Karangbendo

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.