PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mencatatkan laba bersih sebesar Rp336,49 miliar sepanjang tahun 2025. Angka ini turun 8,78% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang mencapai Rp368,88 miliar.
Penurunan laba ini sejalan dengan kenaikan beban operasional dan tidak adanya keuntungan penjualan aset investasi seperti yang terjadi pada 2024. Meski begitu, kinerja pendapatan perusahaan justru menunjukkan pertumbuhan positif.
Pendapatan Naik, Tapi Margin Tertekan
Penjualan bersih dan pendapatan jasa MLPT tercatat mencapai Rp3,83 triliun pada 2025. Angka ini meningkat dari Rp3,72 triliun yang dicatat pada tahun sebelumnya.
Namun, kenaikan pendapatan tidak diimbangi dengan peningkatan laba bersih. Hal ini disebabkan oleh lonjakan beban pokok penjualan dan jasa yang naik menjadi Rp3,2 triliun dari sebelumnya Rp3,15 triliun.
Laba kotor perusahaan justru meningkat menjadi Rp635,02 miliar dibandingkan Rp576,25 miliar pada 2024. Namun, laba bersih tetap terkoreksi karena tidak adanya pendapatan non-operasional yang signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Laba Usaha Meningkat Tajam
Kinerja operasional MLPT membaik secara signifikan. Laba usaha naik menjadi Rp428,48 miliar dari Rp331,78 miliar pada 2024.
Salah satu faktor yang mendorong kenaikan ini adalah peningkatan penghasilan lain-lain menjadi Rp40,73 miliar. Peningkatan ini menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan biaya operasional.
Beban penjualan turun menjadi Rp92,86 miliar dari sebelumnya Rp102,45 miliar. Begitu juga dengan beban umum dan administrasi yang turun ke Rp153,99 miliar dari Rp167,31 miliar.
Laba Sebelum dan Sesudah Pajak
Laba sebelum pajak MLPT tercatat sebesar Rp418,83 miliar pada 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp500,26 miliar.
Penurunan ini terjadi karena tidak adanya keuntungan penjualan properti investasi yang pada 2024 mencatatkan laba sebesar Rp131,01 miliar.
Setelah pembebanan pajak, laba tahun berjalan MLPT tercatat sebesar Rp336,09 miliar. Angka ini turun dari Rp368,85 miliar yang tercatat pada 2024.
Neraca Keuangan Membaik
Dari sisi neraca, kondisi keuangan MLPT mengalami peningkatan. Total aset perusahaan meningkat menjadi Rp3,74 triliun dari sebelumnya Rp3,3 triliun.
Ekuitas pemegang saham juga naik menjadi Rp761,18 miliar dari Rp698,45 miliar pada akhir 2024.
Namun, liabilitas perusahaan juga bertambah menjadi Rp2,98 triliun dari Rp2,63 triliun. Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh kenaikan utang jangka panjang.
Laba Per Saham Menyusut
Laba per saham dasar MLPT turun menjadi Rp179 pada 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan laba per saham pada 2024 yang mencapai Rp197.
Penurunan ini mencerminkan tekanan pada margin keuntungan meski pendapatan perusahaan meningkat.
Investor perlu memperhatikan bahwa meskipun laba per saham menyusut, kinerja operasional perusahaan secara keseluruhan menunjukkan perbaikan.
Perbandingan Kinerja Keuangan MLPT 2024 vs 2025
Berikut adalah perbandingan kinerja keuangan MLPT antara tahun 2024 dan 2025:
| Kategori | 2024 | 2025 | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp368,88 miliar | Rp336,49 miliar | -8,78% |
| Penjualan Bersih | Rp3,72 triliun | Rp3,83 triliun | +2,96% |
| Beban Pokok Penjualan | Rp3,15 triliun | Rp3,2 triliun | +1,59% |
| Laba Kotor | Rp576,25 miliar | Rp635,02 miliar | +10,20% |
| Laba Usaha | Rp331,78 miliar | Rp428,48 miliar | +29,15% |
| Laba Sebelum Pajak | Rp500,26 miliar | Rp418,83 miliar | -16,28% |
| Total Aset | Rp3,3 triliun | Rp3,74 triliun | +13,33% |
| Ekuitas | Rp698,45 miliar | Rp761,18 miliar | +8,98% |
| Liabilitas | Rp2,63 triliun | Rp2,98 triliun | +13.31% |
| Laba Per Saham | Rp197 | Rp179 | -9.14% |
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Laba
- Tidak adanya keuntungan penjualan aset investasi seperti yang terjadi pada 2024
- Kenaikan beban pokok penjualan dan jasa yang lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan
- Penurunan laba sebelum pajak yang disebabkan oleh berkurangnya pendapatan non-operasional
Efisiensi Operasional Terlihat
Meski laba bersih turun, efisiensi operasional MLPT terus meningkat. Beban penjualan dan beban administrasi mengalami penurunan.
Peningkatan laba usaha hampir 30% menunjukkan bahwa manajemen biaya perusahaan mulai membuahkan hasil.
Perusahaan juga berhasil meningkatkan total aset dan ekuitas, menunjukkan pertumbuhan yang sehat dari sisi struktur modal.
Proyeksi Kinerja Ke Depan
Melihat tren peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya, MLPT memiliki potensi untuk memperbaiki laba bersih di tahun-tahun mendatang.
Fokus pada peningkatan margin dan optimalisasi pendapatan non-operasional akan menjadi kunci pemulihan kinerja keuangan.
Investor perlu memperhatikan perkembangan strategi bisnis perusahaan dalam menghadapi tekanan margin yang terjadi saat ini.
Disclaimer
Data dalam artikel ini bersumber dari laporan keuangan tahunan PT Multipolar Technology Tbk yang diungkapkan pada Februari 2026. Informasi dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan kondisi pasar dan regulasi yang berlaku.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.





