Bank Tabungan Negara (BTN) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025 pada 23 April 2026 mendatang. Acara ini menjadi momen penting bagi pemegang saham untuk mengetahui kinerja keuangan bank, rencana penggunaan laba, hingga pembagian dividen.
Sebagai bagian dari transparansi korporasi, BTN telah mengumumkan sejumlah ketentuan dan agenda terkait pelaksanaan RUPST. Informasi ini dirilis melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pertengahan Maret 2026.
Jadwal dan Ketentuan RUPST BTN 2026
Pelaksanaan RUPST BTN mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 15/2020 dan POJK Nomor 14/2025 yang mengatur tata cara pelaksanaan rapat umum pemegang saham, termasuk secara elektronik.
1. Tanggal Pelaksanaan RUPST
Rapat umum ini akan digelar pada:
- Hari: Kamis
- Tanggal: 23 April 2026
2. Daftar Pemegang Saham
Pemegang saham yang berhak menghadiri RUPST adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada penutupan perdagangan BEI tanggal 31 Maret 2026. Hanya pemegang saham yang terdaftar pada tanggal tersebut yang memiliki hak suara dalam rapat.
3. Pengajuan Usulan Agenda
Pemegang saham dapat mengusulkan agenda tambahan untuk dibahas dalam RUPST. Namun, usulan tersebut harus memenuhi beberapa syarat:
- Diajukan paling lambat 25 Maret 2026
- Diajukan oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna atau satu atau lebih pemegang saham yang mewakili minimal 5% dari total saham dengan hak suara
- Usulan harus diajukan dengan itikad baik dan mempertimbangkan kepentingan perseroan
- Disertai alasan dan bahan pendukung yang relevan
- Tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan maupun anggaran dasar perseroan
4. Pengumuman Resmi
Pemanggilan resmi RUPST akan dilakukan paling lambat 1 April 2026. Pengumuman akan disebarkan melalui:
- Situs web penyedia layanan e-RUPS
- Situs resmi BTN
- Bursa Efek Indonesia
Agenda Utama RUPST BTN 2026
Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, telah mengungkapkan beberapa agenda utama yang akan dibahas dalam RUPST tahun ini. Salah satunya adalah penggunaan laba bersih perseroan selama tahun buku 2025.
1. Penggunaan Laba Bersih
BTN mencatat laba bersih sebesar Rp 3,5 triliun pada tahun 2025. Dari jumlah tersebut, manajemen berencana mengusulkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) sebesar 30%, naik dari 25% tahun sebelumnya.
Dengan rasio tersebut, total dividen yang akan dibagikan diperkirakan mencapai:
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Laba Bersih | Rp 3,5 Triliun |
| Dividend Payout Ratio | 30% |
| Estimasi Dividen | Rp 1,05 Triliun |
2. Rencana Lainnya
Selain pembagian dividen, kemungkinan agenda lain yang akan dibahas meliputi:
- Laporan pertanggungjawaban direksi dan komisaris
- Persetujuan laporan keuangan tahunan 2025
- Pengangkatan dan/atau pemberhentian anggota direksi dan komisaris
- Penetapan auditor eksternal untuk tahun 2026
Perbandingan Rasio Dividen BTN dengan Bank Lain
Berikut adalah perbandingan rasio pembayaran dividen BTN dengan beberapa bank pelat merah lainnya berdasarkan tahun buku 2025:
| Bank | Rasio Dividen 2025 | Rasio Dividen 2024 |
|---|---|---|
| BTN | 30% | 25% |
| BNI | 25% | 25% |
| Mandiri | 25% | 20% |
| BCA | 25% | 25% |
Dari tabel di atas terlihat bahwa BTN berencana meningkatkan komitmen terhadap pemegang saham melalui peningkatan rasio dividen tahun ini.
Pentingnya Keikutsertaan dalam RUPST
RUPST merupakan forum penting bagi pemegang saham untuk menyuarakan pendapat dan memberikan suara dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan. Meski pelaksanaannya dilakukan secara elektronik, partisipasi aktif tetap menjadi kunci untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi manajemen.
Bagi pemegang saham yang ingin mengajukan agenda tambahan atau mengikuti rapat secara langsung, penting untuk memantau pengumuman resmi dari BTN melalui saluran yang telah ditetapkan.
Penutup
BTN terus berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengembalian kepada pemegang saham. Dengan agenda RUPST yang jelas dan transparan, diharapkan kepercayaan investor tetap terjaga dan kinerja bank dapat terus meningkat ke level yang lebih tinggi.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat sejauh data yang dirilis hingga Maret 2026. Jadwal, agenda, dan kebijakan terkait RUPST dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.



