Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat telah menyepakati perjanjian perdagangan timbal balik atau reciprocal trade agreement. Dalam kesepakatan tersebut, Amerika Serikat tetap mempertahankan tarif resiprokal sebesar 19 persen untuk impor dari Indonesia secara umum, namun memberikan pengecualian tarif 0 persen untuk sejumlah produk tertentu. Kebijakan ini diprediksi akan memengaruhi sektor ekspor dan impor nasional.
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan, menilai bahwa kebijakan resiprokal tersebut tidak akan memberikan dampak yang sepenuhnya signifikan terhadap lini asuransi pengangkutan kapal atau marine cargo. Menurut Budi, sejauh ini neraca pembayaran dari aktivitas perdagangan dengan Amerika Serikat belum sebesar transaksi dengan negara tujuan lain.
Budi menjelaskan bahwa perlindungan untuk pengangkutan akan selalu mengikuti volume kegiatan ekspor dan impor serta wilayah tujuan. Ia menyebutkan bahwa nilai transaksi antara Indonesia dengan Amerika Serikat masih berada di bawah nilai transaksi dengan negara lain seperti China dan negara-negara di kawasan Eropa. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan bahwa kebijakan ini dapat menjadi pemicu pertumbuhan bagi lini usaha marine cargo di masa depan.
Hingga saat ini, AAUI masih memantau dampak lanjutan dari implementasi kebijakan resiprokal tersebut di tingkat pelaksana. Pihak asosiasi berharap kesepakatan itu dapat membuahkan hasil positif bagi industri asuransi nasional. Berdasarkan data kinerja industri asuransi umum, pendapatan premi pada lini marine cargo per akhir 2025 tercatat mencapai Rp 5,65 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebagai catatan, data dan proyeksi yang disampaikan dalam laporan ini dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika ekonomi global, perubahan kebijakan pemerintah, serta kondisi pasar asuransi terbaru. Angka pertumbuhan dan nilai premi yang disajikan merupakan data historis pada periode terkait dan tidak menjamin hasil yang sama pada periode mendatang.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
