PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) terus mengembangkan layanan digitalnya dengan membuka peluang pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Selain itu, bank ini juga menjajaki kerja sama dengan bank konvensional untuk memperluas akses layanan bagi nasabah.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap perkembangan teknologi yang kian pesat serta kebutuhan nasabah akan layanan perbankan yang lebih efisien dan mudah diakses. Direktur Informasi Teknologi dan Operasional Amar Bank, Kevin Kane, menyatakan bahwa kolaborasi dengan bank lain bisa menjadi solusi untuk meningkatkan inklusi keuangan.
Potensi Layanan AI dan Kerja Sama Antar Bank
Pemanfaatan AI di sektor perbankan bukan lagi hal baru. Namun, bagi Amar Bank, teknologi ini menjadi salah satu fokus pengembangan layanan digital yang dapat memberikan pengalaman lebih baik kepada nasabah. AI bisa digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari chatbot hingga analisis risiko kredit.
Selain itu, kerja sama antarbank juga menjadi pilihan strategis. Misalnya, nasabah Amar Bank bisa menggunakan mesin ATM milik bank konvensional untuk melakukan transaksi tarik tunai. Ini akan memperluas jangkauan layanan tanpa harus membangun infrastruktur sendiri secara besar-besaran.
1. Pemanfaatan AI untuk Layanan Nasabah
AI memungkinkan bank untuk memberikan layanan yang lebih personal dan cepat. Salah satu implementasinya adalah chatbot berbasis AI yang dapat melayani pertanyaan nasabah secara real-time. Ini mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan efisiensi layanan.
Selain itu, AI juga bisa digunakan dalam proses verifikasi nasabah. Teknologi ini mampu menganalisis pola perilaku dan karakteristik calon debitur, sehingga proses pengajuan kredit bisa lebih cepat dan akurat.
2. Kerja Sama dengan Bank Konvensional
Kerja sama ini membuka peluang akses yang lebih luas bagi nasabah Amar Bank. Dengan menggunakan jaringan ATM bank konvensional, nasabah bisa menikmati layanan tarik tunai tanpa terbatas pada lokasi tertentu.
Ini juga menjadi solusi jangka pendek sebelum Amar Bank membangun infrastruktur digital yang lebih lengkap. Kerja sama ini bisa dilakukan dalam bentuk sharing fee atau model pembagian keuntungan lainnya.
Tantangan dan Risiko Pemanfaatan AI
Meski menjanjikan banyak keuntungan, pemanfaatan AI juga membawa sejumlah risiko. Salah satunya adalah masalah keamanan data. AI membutuhkan data dalam jumlah besar untuk bisa berfungsi optimal, namun pengelolaan data yang tidak tepat bisa berujung pada kebocoran informasi pribadi nasabah.
Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), menyatakan bahwa AI saat ini baru bisa digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik calon debitur. Namun, penggunaannya masih perlu dibarengi dengan pengawasan ketat agar tidak melanggar privasi nasabah.
Pertumbuhan Bank Digital dan Transaksi Digital
Bank digital tengah mengalami pertumbuhan yang pesat. Di tahun 2026, prediksi jumlah transaksi digital bisa mencapai 4 triliun. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin bergantung pada layanan keuangan digital.
Amar Bank pun mencatat peningkatan signifikan dalam pembukaan rekening baru, yaitu sebesar 49,31% per Juni 2025. Angka ini menunjukkan bahwa layanan digital yang ditawarkan cukup menarik minat masyarakat.
3. Strategi Amar Bank Menghadapi Tren Digital
Untuk menghadapi tren ini, Amar Bank terus mengembangkan layanan digital yang inovatif. Salah satunya adalah peluncuran layanan bisnis yang dirancang khusus untuk industri film. Layanan ini bertujuan untuk merapikan arus kas dan memberikan solusi keuangan yang lebih terukur bagi pelaku industri kreatif.
Selain itu, Amar Bank juga memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk fintech dan perusahaan teknologi, untuk mempercepat proses digitalisasi.
4. Penyesuaian terhadap Regulasi dan Keamanan Data
Seiring dengan pertumbuhan layanan digital, Amar Bank juga memperhatikan aspek kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Ini termasuk dalam pengelolaan data nasabah dan pemanfaatan teknologi AI yang sesuai dengan standar keamanan yang ketat.
Bank juga terus melakukan evaluasi internal untuk memastikan bahwa setiap layanan baru yang diluncurkan tidak menimbulkan risiko besar bagi nasabah maupun bank itu sendiri.
Perbandingan Layanan Digital Amar Bank dengan Bank Konvensional
| Aspek | Amar Bank | Bank Konvensional |
|---|---|---|
| Kecepatan Layanan | Real-time melalui aplikasi | Tergantung jam operasional cabang |
| Akses ATM | Bisa menggunakan jaringan ATM mitra | Hanya di ATM sendiri |
| Pemanfaatan AI | Chatbot, analisis risiko kredit | Umumnya belum maksimal |
| Biaya Transaksi | Relatif lebih rendah | Bisa lebih tinggi tergantung jenis transaksi |
| Kemudahan Akses | 24/7 melalui aplikasi | Terbatas waktu operasional |
Catatan: Data di atas merupakan kondisi umum dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan masing-masing bank.
Prediksi Pertumbuhan dan Tantangan ke Depan
Meski pertumbuhan bank digital terus meningkat, ada tantangan yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah perlambatan pertumbuhan akibat berbagai gejolak ekonomi global. Nailul memperkirakan pertumbuhan bank digital tahun ini akan melambat sekitar 10%.
Namun, ini bukan berarti prospeknya suram. Justru ini menjadi momentum bagi Amar Bank untuk memperkuat fondasi teknologi dan layanan agar tetap kompetitif di tengah persaingan yang ketat.
Kesimpulan
Amar Bank membuka peluang besar dalam pemanfaatan AI dan kerja sama antarbank. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tapi juga memperluas akses keuangan bagi masyarakat. Meski ada tantangan, khususnya dalam hal keamanan data, bank ini terus berupaya menyeimbangkan inovasi dengan keamanan.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan bank dan regulasi yang berlaku.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.




