Beranda » Ekonomi Bisnis » Kemudahan Transaksi QRIS BCA di Korea Selatan Kini Resmi Hadir Sepanjang Tahun 2026

Kemudahan Transaksi QRIS BCA di Korea Selatan Kini Resmi Hadir Sepanjang Tahun 2026

Implementasi QRIS Cross Border di Korea Selatan menjadi babak baru dalam Indonesia. Langkah strategis ini memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas negara yang diinisiasi oleh Bank Indonesia bersama Bank of Korea.

Dukungan penuh datang dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang menyambut positif perluasan layanan ini. Inisiatif tersebut dipandang sebagai solusi krusial bagi yang membutuhkan metode pembayaran praktis, cepat, dan efisien saat berada di luar negeri.

Ekspansi QRIS ke Negeri Ginseng

Peluncuran resmi QRIS Cross Border di Korea Selatan yang berlangsung pada 1 2026 menandai tonggak penting bagi digitalisasi finansial nasional. sama bilateral ini dirancang untuk menciptakan sistem pembayaran yang lebih inklusif dan kompetitif di kancah internasional.

Hadirnya layanan ini melengkapi daftar negara yang telah terhubung dengan ekosistem QRIS Indonesia. Sebelumnya, masyarakat sudah bisa memanfaatkan kemudahan serupa di empat negara lainnya, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang.

Berikut adalah daftar negara yang telah mengadopsi sistem QRIS Cross Border hingga saat ini:

  1. Thailand
  2. Malaysia
  3. Singapura
  4. Jepang
  5. Korea Selatan

Kehadiran QRIS di Korea Selatan diharapkan mampu memangkas hambatan transaksi bagi wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis asal Indonesia. Dengan sistem yang terintegrasi, kebutuhan akan penukaran mata uang fisik menjadi jauh lebih minim.

Performa Transaksi Lintas Negara

Data dari Bank Indonesia menunjukkan tren positif dalam penggunaan . Hingga awal 2026, total volume transaksi telah menembus angka 7,6 juta, yang mencakup aktivitas inbound maupun outbound.

BCA sendiri mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam pemrosesan transaksi QRIS Cross Border. Berdasarkan data internal per akhir Desember 2025, volume transaksi yang diproses melalui sistem BCA melonjak hingga 185 persen secara tahunan.

Baca Juga:  Strategi Bank DBS Kejar Pertumbuhan Nasabah Kaya dengan Saldo 10 Miliar Sepanjang 2026

Tabel di bawah ini merangkum perbandingan pertumbuhan transaksi QRIS Cross Border yang diproses oleh BCA:

Indikator Kinerja Pertumbuhan (YoY) Nilai Transaksi
Volume Transaksi 185% Tidak Disebutkan
Nilai Transaksi 148% Rp632 Miliar

Catatan: Data di atas mencakup transaksi di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang per akhir Desember 2025.

Pertumbuhan yang impresif ini mencerminkan tingginya adopsi masyarakat terhadap kemudahan pembayaran digital. Layanan ini tidak hanya digunakan untuk kebutuhan ritel , tetapi juga mencakup sektor pariwisata dan yang lebih luas.

Keunggulan dan Manfaat QRIS Cross Border

Kemudahan yang ditawarkan oleh QRIS Cross Border bukan sekadar tren sesaat. Sistem ini memberikan fleksibilitas bagi nasabah untuk bertransaksi tanpa harus membawa uang tunai dalam jumlah besar atau repot mencari tempat penukaran valuta asing.

Untuk memahami bagaimana sistem ini bekerja dan apa saja manfaatnya bagi pengguna, berikut adalah beberapa poin utama yang perlu diperhatikan:

  1. Efisiensi Biaya: Pengguna mendapatkan kurs yang kompetitif dibandingkan dengan metode penukaran uang konvensional.
  2. Keamanan Terjamin: Transaksi dilakukan melalui aplikasi perbankan yang terverifikasi dan diawasi oleh otoritas keuangan.
  3. Kecepatan Proses: Pembayaran selesai dalam hitungan detik hanya dengan memindai kode QR yang tersedia di merchant.
  4. Jangkauan Luas: Berlaku di berbagai merchant yang telah terhubung dengan jaringan QRIS di negara tujuan.
  5. Pencatatan Transaksi: Semua riwayat pengeluaran tercatat secara otomatis di aplikasi perbankan, memudahkan pemantauan keuangan.

Komitmen BCA dalam mengembangkan layanan digital terus diperkuat seiring dengan kebutuhan nasabah yang dinamis. Fokus utama tetap pada penyediaan infrastruktur yang andal agar setiap transaksi lintas negara berjalan lancar tanpa kendala teknis.

Baca Juga:  Analisis 5 Dampak Ketegangan Geopolitik terhadap Stabilitas Sektor Perbankan Tahun 2026

Langkah Strategis ke Depan

Pengembangan ekosistem pembayaran digital merupakan bagian dari visi besar untuk mengintegrasikan ekonomi Indonesia dengan . Sinergi antara perbankan dan regulator menjadi kunci utama dalam memastikan keamanan serta kenyamanan pengguna di masa depan.

Keberhasilan implementasi di Korea Selatan membuka peluang bagi perluasan ke negara-negara lain. Langkah ini secara tidak langsung meningkatkan daya saing sistem pembayaran nasional di mata dunia.

Berikut adalah tahapan yang biasanya dilalui dalam pengembangan QRIS Cross Border:

  1. Penandatanganan nota kesepahaman antar bank sentral negara terkait.
  2. Integrasi sistem teknis antara penyedia jasa pembayaran di Indonesia dan negara mitra.
  3. Uji coba sistem untuk memastikan keamanan dan akurasi kurs.
  4. Peluncuran resmi dan sosialisasi kepada masyarakat luas.
  5. Evaluasi berkala untuk meningkatkan kualitas layanan dan jangkauan merchant.

BCA menegaskan akan terus berinovasi dalam memperluas layanan digital. Hal ini dilakukan demi memastikan nasabah mendapatkan pengalaman bertransaksi yang setara dengan standar internasional, baik di dalam maupun luar negeri.

Perlu diingat bahwa data, angka, dan informasi mengenai implementasi QRIS Cross Border dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan otoritas terkait maupun perkembangan kondisi pasar. Pengguna disarankan untuk selalu memantau kanal informasi resmi dari BCA maupun Bank Indonesia untuk mendapatkan pembaruan terkini mengenai daftar merchant dan ketentuan transaksi.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Desa Karangbendo

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.