Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor mengalami kontraksi sebesar 4,2 persen pada akhir tahun 2025. Berdasarkan data AAUI, nilai premi yang terkumpul tercatat sebesar Rp 19,02 triliun, menurun dibandingkan pencapaian pada akhir tahun 2024 yang mencapai Rp 19,86 triliun.
Ketua Umum AAUI Budi Herawan menjelaskan bahwa penurunan premi di lini asuransi kendaraan bermotor dipicu oleh lesunya penjualan kendaraan konvensional sepanjang tahun 2025. Penurunan penjualan kendaraan tersebut dinilai memberikan dampak signifikan terhadap perolehan premi industri asuransi umum.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan penjualan mobil secara wholesales sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 803.687 unit, atau turun 7,2 persen dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, penjualan diler ke konsumen atau retail tercatat sebanyak 833.692 unit, melambat 6,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain faktor pasar otomotif, Budi menyebutkan adanya perubahan preferensi masyarakat ke kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) turut memengaruhi hasil tersebut. Saat ini, banyak perusahaan asuransi yang masih enggan memberikan proteksi untuk kendaraan listrik karena berbagai pertimbangan risiko. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi industri asuransi umum untuk beradaptasi dengan teknologi baru.
Meski demikian, AAUI menyatakan tidak menutup diri terhadap perkembangan kendaraan listrik. Pihak asosiasi telah melakukan kerja sama dengan asosiasi asuransi di Malaysia dan Singapura untuk memitigasi risiko terkait kendaraan EV agar dapat menjadi peluang bisnis di masa depan.
Lini asuransi kendaraan bermotor tetap menjadi salah satu kontributor terbesar bagi premi asuransi umum pada tahun 2025. Secara keseluruhan, pendapatan premi asuransi umum mencapai Rp 112,81 triliun atau tumbuh 4,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, total klaim yang dibayarkan industri asuransi umum meningkat 4,1 persen menjadi Rp 48,96 triliun.
Pernyataan Penyanggal: Seluruh data dan informasi dalam laporan ini dapat berubah sewaktu waktu sesuai dengan perkembangan kondisi pasar, kebijakan regulator, dan revisi data resmi dari otoritas terkait. Angka yang tercantum merupakan hasil laporan periode tertentu dan tidak menjamin performa di masa mendatang.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
