Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan bahwa kinerja perusahaan reasuransi mengalami kontraksi pada akhir tahun 2025. Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik dan Riset, Trinita Situmeang, menyampaikan dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada Jumat, 20 Februari 2026, bahwa pendapatan premi perusahaan reasuransi tercatat sebesar Rp 17,82 triliun. Angka tersebut menunjukkan penurunan nilai sebesar 17,3 persen dibandingkan dengan pencapaian pada tahun sebelumnya.
Trinita menjelaskan bahwa penyebab utama penurunan premi reasuransi domestik ini dipicu oleh adanya premi yang beralih ke luar negeri. Penurunan paling signifikan terjadi pada beberapa lini bisnis utama. Lini asuransi kredit mencatatkan penurunan paling tajam mencapai 77,3 persen secara tahunan atau year on year. Selanjutnya, asuransi kecelakaan diri terkontraksi 55,2 persen, asuransi cargo laut turun 11,6 persen, dan asuransi rekayasa turun 10,8 persen secara tahunan.
Meskipun mengalami kontraksi, kinerja reasuransi pada periode tersebut masih ditopang oleh tiga lini utama. Lini properti memberikan kontribusi premi terbesar senilai Rp 9,58 triliun, diikuti oleh lini cargo laut sebesar Rp 1,32 triliun, dan lini rekayasa sebesar Rp 1,27 triliun.
Di sisi lain, pembayaran klaim oleh perusahaan reasuransi hingga akhir 2025 mencapai Rp 6,65 triliun. Jumlah ini menunjukkan adanya perbaikan kinerja klaim yang terkontraksi atau turun sebesar 24 persen secara tahunan.
Disclaimer: Data dan angka yang tercantum dalam laporan ini merupakan bagian dari paparan statistik berkala yang dapat mengalami pembaruan atau penyesuaian di masa mendatang sesuai dengan audit serta kebijakan otoritas terkait. Anggota masyarakat diharapkan bijak dalam menggunakan informasi keuangan ini sebagai referensi.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
