PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada awal tahun 2026. Berdasarkan laporan kinerja per Januari 2026, bank dengan kode saham BMRI ini membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp 4,65 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 16,25 persen secara tahunan dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 4 triliun.
Peningkatan laba bersih ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga yang naik sebesar 9,2 persen secara tahunan menjadi Rp 10,92 triliun. Kondisi tersebut turut memicu pertumbuhan pendapatan bunga bersih Bank Mandiri sebesar 10,24 persen secara tahunan hingga mencapai Rp 7,21 triliun per Januari 2026.
Selain dari fungsi intermediasi utama, segmen pendapatan non bunga juga memberikan kontribusi positif. Pendapatan yang berasal dari komisi, provisi, dan administrasi tercatat tumbuh 13,64 persen secara tahunan menjadi Rp 1,75 triliun, dibandingkan posisi Januari 2025 yang sebesar Rp 1,54 triliun. Dengan capaian ini, laba operasional Bank Mandiri per Januari 2026 tercatat sebesar Rp 5,73 triliun atau naik 15,76 persen secara tahunan dari posisi sebelumnya Rp 4,95 triliun.
Dari sisi penyaluran kredit, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 1.511,41 triliun hingga Januari 2026. Jumlah ini meningkat 15,26 persen dibandingkan posisi Januari 2025 yang sebesar Rp 1.307,18 triliun. Sejalan dengan pertumbuhan kredit, total aset perusahaan juga ikut terkerek naik 14,06 persen secara tahunan menjadi Rp 2.191,92 triliun.
Di pasar modal, harga saham BMRI ditutup menguat 0,99 persen ke level Rp 5.125 per saham pada perdagangan Jumat, 20 Februari 2026. Dalam kurun waktu lima hari perdagangan, saham BMRI secara akumulatif telah mengalami kenaikan sebesar 1,99 persen.
Penyajian data laporan keuangan dan pergerakan harga saham ini bersifat informatif berdasarkan kutipan laporan bulanan perusahaan. Seluruh data angka, persentasi, dan harga saham dapat berubah sewaktu waktu mengikuti kebijakan perusahaan, hasil audit terbaru, serta dinamika fluktuatif di pasar bursa. Pengambil keputusan investasi tetap harus memperhatikan kondisi pasar terkini.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
