Beranda » Ekonomi Bisnis » Bank Digital Kini Bisa Tarik Tunai di ATM Bank Konvensional

Bank Digital Kini Bisa Tarik Tunai di ATM Bank Konvensional

Sejumlah bank di Tanah Air mulai memperluas layanan mereka dengan menyediakan akses tarik tunai di mesin ATM milik bank konvensional. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan kenyamanan nasabah yang masih membutuhkan transaksi tunai, meski sehari-hari sudah terbiasa dengan layanan digital.

Bank Aladin Syariah menjadi salah satu pelopor dalam inisiatif ini. Nasabahnya kini bisa melakukan di mesin ATM BCA. Layanan ini tidak hanya memberi kemudahan, tapi juga membuka peluang kolaborasi antara bank digital dan bank konvensional.

Bank Digital dan ATM Konvensional: Sinergi Baru

Perkembangan ini menunjukkan bahwa bank digital tidak hanya fokus pada layanan online. Mereka mulai melirik kebutuhan nasabah yang masih bergantung pada transaksi tunai. Dengan memanfaatkan jaringan ATM yang sudah luas, bank digital bisa menjangkau lebih banyak .

sama ini juga membawa dampak positif bagi bank konvensional. Misalnya, BCA bisa mengurangi biaya operasional ATM dengan membagi penggunaan mesin. Sementara itu, bank digital mendapat akses ke infrastruktur yang sudah mapan.

1. Layanan Tarik Tunai Bank Aladin di ATM BCA

Bank Aladin Syariah resmi menjalin kerja sama dengan BCA untuk menyediakan layanan tarik tunai tanpa kartu. Nasabah hanya perlu menggunakan mobile banking untuk menghasilkan kode transaksi, lalu memasukkannya ke mesin ATM BCA.

Biaya yang dikenakan untuk setiap transaksi tarik tunai ini adalah Rp5.000. Meski tergolong kecil, biaya ini bisa menjadi pertimbangan bagi nasabah yang sering melakukan transaksi tunai.

2. Proyeksi Peningkatan Transaksi

Dengan adanya layanan ini, Bank Aladin memperkirakan akan terjadi lonjakan jumlah transaksi selama tahun 2026. Sebelumnya, bank ini mencatat sekitar 6 juta transaksi per bulan pada 2024. Angka itu meningkat jadi 14 juta transaksi per bulan di akhir 2025.

Baca Juga:  Tren Kenaikan Permintaan Pembiayaan Emas di Bank Syariah Sepanjang Awal Tahun 2026

3. Rencana Ekspansi ke Bank Lain

Bank Aladin tidak berhenti di BCA. Koko Rachmadi, Presiden Direktur bank ini, menyatakan bahwa pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan bank konvensional lainnya. Tujuannya agar layanan tarik tunai bisa semakin mudah diakses oleh nasabah di berbagai wilayah.

Tren Penggunaan ATM di Bank Konvensional

Meski terus naik, ATM masih memiliki peran penting. Terutama bagi nasabah yang mobilitasnya tinggi atau tinggal di daerah dengan akses internet terbatas. Bank seperti BCA bahkan terus menambah jumlah mesin ATM-nya.

1. Jumlah ATM BCA per Desember 2025

Tahun Jumlah ATM
2024 19.453
2025 20.163

Peningkatan jumlah mesin ATM ini menunjukkan bahwa BCA masih memandang ATM sebagai bagian penting dari layanan perbankan. Apalagi dengan hadirnya bank digital yang membutuhkan akses ke infrastruktur ini.

2. Fokus pada Mesin CRM

BCA berencana menambah jumlah mesin ATM dengan prioritas pada jenis CRM (Cash Recycling Module). Mesin ini lebih efisien karena bisa menerima dan menyalurkan uang tunai secara otomatis.

Perbedaan Pendekatan: BCA vs CIMB Niaga

Tidak semua bank memiliki pandangan yang sama terkait penggunaan ATM. BCA masih melihat potensi pertumbuhan, sementara justru mengurangi jumlah mesin ATM-nya.

Perbandingan Jumlah ATM CIMB Niaga

Tahun Jumlah ATM
2024 3.265
2025 2.786

Penurunan jumlah mesin ini sejalan dengan kebijakan CIMB Niaga yang lebih mengedepankan layanan digital. Presiden Direktur bank ini, Lani Darmawan, menyatakan bahwa transaksi digital lebih cepat dan efisien bagi nasabah.

Baca Juga:  Simpanan Korporasi Bank Mega Syariah Tembus Rp5,9 Triliun di 2025, Giro Naik 174%

Dampak bagi Pengguna

Bagi pengguna, kolaborasi ini membuka peluang baru. digital kini bisa menarik uang tunai tanpa harus memiliki kartu fisik. Ini sangat membantu, terutama saat kartu hilang atau rusak.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Biaya transaksi bisa berlaku
  • Ketersediaan mesin ATM di lokasi tertentu masih terbatas
  • Kode transaksi hanya berlaku dalam waktu tertentu

Ke depan: Aksesibilitas Semakin Luas

Langkah bank digital yang mulai memanfaatkan jaringan ATM konvensional menunjukkan bahwa perbankan di Indonesia semakin inklusif. Tidak hanya mengandalkan , tapi juga tetap memperhatikan kebutuhan nasabah yang masih membutuhkan layanan konvensional.

Dengan semakin banyaknya kerja sama semacam ini, diharapkan akses perbankan bisa menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Terutama di daerah dengan infrastruktur digital yang belum merata.

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu. Pembaca disarankan untuk memverifikasi informasi langsung ke sumber resmi atau bank terkait sebelum mengambil keputusan keuangan.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Karangbendo

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.