Beranda » Ekonomi Bisnis » Sistem Pembayaran QRIS Lintas Negara Indonesia dan China Targetkan Transaksi 18 Miliar

Sistem Pembayaran QRIS Lintas Negara Indonesia dan China Targetkan Transaksi 18 Miliar

Konektivitas sistem pembayaran lintas negara kini memasuki babak baru yang lebih praktis. bersama People’s Bank of China resmi meluncurkan implementasi QRIS Antarnegara, sebuah langkah strategis yang memungkinkan transaksi digital lebih mulus antara kedua negara.

ini bukan sekadar mempermudah urusan belanja saat bepergian, tetapi juga menjadi pilar penting dalam memperkuat penggunaan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT). Dengan nilai transaksi LCT yang telah menembus angka US$ 18 miliar, ini diproyeksikan mampu menekan risiko volatilitas sekaligus meningkatkan efisiensi perdagangan bilateral.

Sinergi Pembayaran Digital Lintas Negara

Peluncuran QRIS Antarnegara Indonesia–China membawa angin segar bagi wisatawan maupun pelaku bisnis yang kerap melakukan perjalanan lintas batas. Kini, kebutuhan akan uang tunai fisik saat berada di China atau sebaliknya tidak lagi menjadi kendala utama karena sistem pembayaran sudah terintegrasi sesuai standar QRIS.

Kolaborasi antara Bank Indonesia, People’s Bank of China, serta Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) bertujuan untuk menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih inklusif. Langkah ini diharapkan mampu memangkas hambatan teknis yang selama ini sering ditemui dalam transaksi lintas negara.

Berikut adalah rincian data performa transaksi QRIS yang menunjukkan tren pertumbuhan positif:

Jenis Transaksi Volume () Nilai Nominal
QRIS Inbound (Wisatawan Asing) 2,79 juta transaksi Rp 713,59 miliar
QRIS Outbound (WNI di Luar Negeri) 737.647 transaksi Rp 249,26 miliar

Data tersebut mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap metode pembayaran digital yang praktis. Pertumbuhan transaksi QRIS secara bahkan mencapai 116,43% secara tahunan, membuktikan bahwa adopsi ini sudah sangat masif di tanah air.

Baca Juga:  BCA Raih Kenaikan Kredit 5,84% di Februari 2026, Ini Rinciannya

Tantangan dan Masa Depan Integrasi QRIS

Meskipun sudah resmi meluncur, perjalanan implementasi QRIS di China masih menghadapi beberapa tantangan teknis di lapangan. Integrasi sistem pembayaran di China saat ini belum sepenuhnya merata, sehingga perlu upaya berkelanjutan untuk menjangkau seluruh jaringan pembayaran yang ada di sana.

Saat ini, QRIS Indonesia baru terhubung dengan UnionPay dan Alipay sebagai mitra utama. Ke depannya, pihak otoritas terus berupaya memperluas jangkauan agar sistem ini dapat digunakan secara lebih luas di berbagai platform pembayaran lainnya.

Berikut adalah tahapan pengembangan yang sedang diupayakan oleh pihak terkait:

  1. integrasi sistem pembayaran yang ada saat ini.
  2. Perluasan kerja sama dengan penyedia layanan pembayaran lain seperti WeChat Pay dan MPC.
  3. Sinkronisasi teknologi antar institusi keuangan kedua negara.
  4. Perluasan cakupan transaksi dari skala ritel menuju skala bisnis dan korporasi.

Proses interkoneksi ini memang membutuhkan waktu karena melibatkan penyesuaian teknologi yang kompleks antara sistem dan China. Meski belum ada jadwal pasti mengenai rampungnya perluasan tersebut, komitmen dari kedua negara untuk terus berinovasi tetap menjadi prioritas utama.

Dampak Positif bagi Ekonomi Digital

Implementasi QRIS Antarnegara memberikan dampak nyata bagi efisiensi ekonomi secara makro. Dengan berkurangnya ketergantungan pada mata uang asing tertentu, stabilitas nilai tukar dapat lebih terjaga melalui skema LCT.

Bagi pelaku UMKM, kemudahan ini membuka peluang lebih besar untuk menjangkau pasar internasional. Sejak diluncurkan pada tahun 2020, QRIS telah mencatatkan rekor impresif dengan 61,7 juta pengguna dan 44 juta merchant yang mayoritas merupakan pelaku usaha kecil.

Baca Juga:  Geopolitik Iran-AS Picu Volatilitas Pasar Saham, Investor Waspadai Risiko Transaksi Melambat

Berikut adalah ringkasan dampak strategis dari peluncuran QRIS Indonesia–China:

  • Efisiensi Transaksi: Mengurangi biaya konversi mata uang yang seringkali membebani pengguna.
  • Keamanan: Meminimalisir risiko membawa uang tunai dalam jumlah besar saat bepergian.
  • Inklusi Keuangan: Membuka akses bagi UMKM untuk terlibat dalam ekosistem pembayaran global.
  • : Memperkuat posisi mata uang lokal dalam transaksi perdagangan internasional.

Pencapaian total transaksi QRIS yang mencapai Rp 2.970 triliun sejak awal peluncurannya menjadi bukti bahwa sistem ini telah menjadi tulang punggung ekonomi digital nasional. Dengan adanya konektivitas dengan China, potensi transaksi diprediksi akan terus meningkat seiring dengan pulihnya mobilitas masyarakat dan aktivitas perdagangan antarnegara.

Perlu dicatat bahwa data transaksi dan perkembangan kerja sama sistem pembayaran dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan otoritas moneter serta dinamika teknologi di kedua negara. Masyarakat diharapkan selalu memantau informasi resmi dari Bank Indonesia terkait pembaruan fitur maupun perluasan jangkauan QRIS di masa depan.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Karangbendo

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.