Keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Februari 2026 dinilai memberikan dampak positif dan kepastian bagi industri asuransi umum. Kebijakan ini dianggap mendukung stabilitas nilai tukar serta keberlanjutan kinerja investasi perusahaan asuransi di tanah air.
Sekretaris Perusahaan PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo, Brellian Gema Widayana, menyatakan bahwa penetapan suku bunga tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi perusahaan. Oleh karena itu, Jasindo tidak berencana mengubah arah strategi investasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Perusahaan tetap menerapkan strategi Liability Driven Investment untuk memastikan pengelolaan aset selaras dengan profil liabilitas.
Menurut Brellian, tingkat suku bunga yang relatif rendah saat ini memberikan dampak positif bagi instrumen obligasi melalui kenaikan harga. Meskipun instrumen seperti reksadana tetap menarik, Jasindo menilai tidak ada urgensi untuk mengubah komposisi portofolio karena kondisi saat ini masih sejalan dengan target hingga akhir tahun 2026. Obligasi tetap menjadi pilihan utama Jasindo dalam memanfaatkan momentum pasar.
Senada dengan hal tersebut, Presiden Direktur PT Asuransi Wahana Tata atau Aswata, Christian Wanandi, menyebutkan bahwa stabilitas suku bunga lebih penting daripada besaran angkanya. Stabilitas ini memungkinkan tim investasi untuk membuat prediksi bisnis secara lebih akurat. Christian optimis target hasil investasi perusahaan dapat tercapai, dengan menempatkan deposito sebagai instrumen yang tetap relevan dalam portofolio investasi saat ini.
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia atau AAUI, Budi Herawan, menegaskan bahwa tidak akan ada perubahan signifikan dalam komposisi portofolio investasi industri asuransi umum selama suku bunga tetap stabil. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan pada akhir tahun 2025, total investasi industri asuransi umum tercatat sebesar Rp 131,43 triliun, dengan penempatan terbesar pada Surat Berharga Negara yang mencapai Rp 47,21 triliun.
Disclaimer: Data ekonomi, angka investasi, dan kebijakan suku bunga dapat berubah sewaktu waktu mengikuti dinamika pasar serta keputusan otoritas berwenang. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan dalam pengelolaan investasi asuransi.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
