Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) mendorong industri penjaminan untuk menerapkan sejumlah langkah strategis guna menekan angka Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) serta meningkatkan perolehan laba pada tahun 2026. Sekretaris Jenderal Asippindo, Agus Supriadi, menyatakan bahwa penguatan manajemen risiko dan underwriting menjadi langkah awal yang penting untuk meminimalisir klaim penjaminan sejak dini.
Selain penguatan risiko, digitalisasi proses bisnis menjadi strategi utama lainnya melalui otomasi akseptasi, monitoring, dan klaim demi menurunkan biaya operasional secara signifikan. Agus juga menekankan pentingnya optimalisasi struktur biaya dengan cara mengevaluasi efisiensi organisasi serta mengendalikan biaya nonproduktif agar performa keuangan tetap terjaga.
Langkah strategis berikutnya mencakup diversifikasi produk dan portofolio penjaminan agar sumber pendapatan perusahaan lebih berimbang dan tidak hanya bergantung pada segmen dengan risiko tinggi. Sinergi dengan perbankan, Pemerintah Daerah, serta lembaga keuangan lainnya juga terus ditingkatkan guna mendapatkan volume penjaminan yang lebih berkualitas. Melalui kombinasi berbagai strategi ini, Asippindo berharap industri penjaminan dapat menurunkan BOPO secara berkelanjutan dan mengembalikan tren kinerja laba ke arah positif.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), angka BOPO industri penjaminan mengalami kenaikan dari 49,08 persen pada akhir 2024 menjadi 67,73 persen pada akhir 2025. Kenaikan biaya operasional tersebut berdampak langsung pada laba industri penjaminan yang tercatat menurun sebesar 27,83 persen menjadi Rp 968,24 miliar atau setara Rp 0,97 triliun pada akhir 2025.
Disclaimer: Data statistik dan angka pertumbuhan dalam artikel ini merupakan data poin tertentu yang dapat berubah sewaktu waktu sesuai dengan kebijakan regulator, kondisi pasar, dan laporan audit terbaru dari otoritas terkait.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
