DPLK Syariah Muamalat mencatat pertumbuhan yang solid sepanjang tahun lalu. Tambahan lebih dari 13.000 peserta individu baru membuat total peserta kini melampaui 125.000 orang. Angka ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang mulai mempercayakan masa depan pensiunnya pada lembaga dana pensiun syariah ini.
Tidak hanya dari sisi individu, pertumbuhan juga terlihat dari segi korporasi. Sepanjang tahun lalu, DPLK Syariah Muamalat menjalin kerja sama dengan 92 perusahaan baru. Total perusahaan mitra pun mencapai lebih dari 900 perusahaan, naik sekitar 11% dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 825 perusahaan.
Aset Kelolaan Tembus Rp1,9 Triliun
Peningkatan jumlah peserta turut mendorong kenaikan aset kelolaan. Pada akhir 2025, aset DPLK Syariah Muamalat telah menembus angka Rp1,9 triliun. Artinya, pertumbuhan tahunan mencapai sekitar 12% dibanding tahun sebelumnya.
Tidak hanya jumlah peserta dan aset yang meningkat, sejumlah indikator keuangan lainnya juga menunjukkan perbaikan. Rasio return on asset (RoA) naik menjadi 6,44% pada 2025, dari sebelumnya 5,38% di tahun 2024. Sementara itu, rasio BOPO (beban operasional terhadap pendapatan operasional) turun menjadi 16,28%, dibanding 18,35% pada tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan efisiensi operasional yang semakin baik.
Imbal Hasil Investasi Naik Jadi 7,72%
Salah satu faktor yang menarik bagi peserta adalah imbal hasil investasi. Pada 2025, rata-rata imbal hasil yang diterima peserta mencapai 7,72%, naik dibanding tahun sebelumnya yang hanya 6,76%. Seluruh hasil investasi tersebut dibagikan langsung kepada peserta, tanpa dipotong untuk kepentingan operasional perusahaan.
- Paket investasi rendah risiko memberikan return di atas 7%.
- Paket investasi menengah juga mencatatkan hasil serupa.
- Paket investasi tinggi risiko tetap memberikan return yang kompetitif.
Menurut Aznovri Kurniawan, Executive Director DPLK Syariah Muamalat, kenaikan ini menunjukkan bahwa seluruh paket investasi yang ditawarkan mampu memberikan nilai tambah yang konsisten, terlepas dari profil risiko yang dipilih peserta.
Fokus Utama Bisnis Tahun Ini
Memasuki tahun ini, DPLK Syariah Muamalat kembali menegaskan tiga pilar utama dalam pengembangan bisnisnya. Ketiganya dirancang untuk memperkuat posisi di pasar dana pensiun syariah nasional.
- Pertumbuhan peserta tetap menjadi prioritas utama. Langkah ini mencakup ekspansi jaringan dan peningkatan edukasi ke peserta baru.
- Optimalisasi investasi dilakukan melalui diversifikasi instrumen dan pemilihan mitra investasi yang terpercaya.
- Digitalisasi layanan menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan peserta dalam mengakses layanan.
Layanan Digital Semakin Diperluas
Dengan semakin banyaknya peserta, DPLK Syariah Muamalat terus mengembangkan layanan digital. Peserta kini bisa mengakses informasi saldo, melakukan transaksi, hingga membuka rekening pensiun melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN atau situs resmi DPLK.
Selain itu, proses klaim manfaat pensiun juga semakin mudah. Peserta bisa mengurusnya langsung di seluruh cabang Bank Muamalat yang tersebar di seluruh Indonesia. Ini memastikan bahwa aksesibilitas layanan tetap tinggi, terlepas dari lokasi geografis peserta.
Perbandingan Kinerja DPLK Syariah Muamalat 2024 vs 2025
| Indikator | 2024 | 2025 | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| Jumlah Peserta Individu | 112.000 | 125.000+ | +11,6% |
| Jumlah Perusahaan Mitra | 825 | 900+ | +11% |
| Aset Kelolaan | Rp1,7 triliun | Rp1,9 triliun+ | +12% |
| Imbal Hasil Investasi | 6,76% | 7,72% | +14,2% |
| ROA | 5,38% | 6,44% | +19,7% |
| BOPO | 18,35% | 16,28% | -11,3% |
Strategi Ke Depan
Dengan pertumbuhan yang konsisten, DPLK Syariah Muamalat terus mengembangkan strategi jangka panjang. Fokus pada digitalisasi dan optimalisasi investasi diharapkan bisa menarik lebih banyak peserta, terutama dari kalangan milenial dan generasi Z yang lebih familiar dengan layanan digital.
Perluasan jaringan melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan baru juga akan terus dilakukan. Ini menjadi salah satu cara efektif untuk menjangkau lebih banyak peserta korporasi sekaligus memperkuat brand awareness di pasar.
Disclaimer
Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari informasi resmi yang dirilis DPLK Syariah Muamalat per 31 Desember 2025. Angka-angka tertentu bisa berubah seiring waktu dan kondisi pasar. Untuk informasi terbaru, disarankan untuk menghubungi pihak DPLK secara langsung atau melalui situs resmi mereka.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.




