Aplikasi Livin’ by Mandiri terus menunjukkan performa mengesankan di awal tahun 2026. Dari data terbaru yang dirilis oleh Bank Mandiri, jumlah pengguna aktif aplikasi ini telah mencapai 38,5 juta per Februari 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, seiring dengan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital perbankan.
Selain jumlah pengguna, volume transaksi yang terjadi melalui Livin’ juga mencatatkan rekor. Dalam periode Januari hingga Februari 2026 saja, tercatat sebanyak 784 juta transaksi dengan nilai total mencapai Rp 802 triliun. Ini menunjukkan bahwa selain banyak digunakan, aplikasi ini juga menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan aktivitas keuangan sehari-hari.
Pertumbuhan Pengguna dan Transaksi Livin’ by Mandiri
Peningkatan jumlah pengguna dan transaksi Livin’ by Mandiri tidak terjadi begitu saja. Ada sejumlah faktor yang mendukung, mulai dari kemudahan akses, fitur lengkap, hingga infrastruktur teknologi yang kuat. Aplikasi ini terus dikembangkan agar bisa menampung volume transaksi besar tanpa mengorbankan kenyamanan dan keamanan pengguna.
1. Jumlah Pengguna Capai 38,5 Juta
Pada Februari 2026, jumlah pengguna aktif Livin’ by Mandiri mencapai 38,5 juta. Angka ini merupakan lonjakan dari periode sebelumnya dan menunjukkan bahwa masyarakat semakin bergantung pada layanan digital perbankan.
2. Volume Transaksi Tembus Rp 802 Triliun
Dalam dua bulan pertama tahun 2026, aplikasi ini mencatat 784 juta transaksi dengan nilai total Rp 802 triliun. Ini menunjukkan bahwa selain digunakan sebagai alat transaksi, Livin’ juga menjadi pusat aktivitas keuangan masyarakat.
3. Infrastruktur Ditingkatkan Menjelang Lebaran
Menjelang libur panjang Idul Fitri, Bank Mandiri meningkatkan kapasitas infrastruktur digitalnya. Tujuannya agar aplikasi tetap stabil meski terjadi lonjakan transaksi yang biasa terjadi saat musim mudik.
Fitur dan Layanan Unggulan Livin’ by Mandiri
Livin’ by Mandiri tidak hanya sekadar aplikasi perbankan biasa. Aplikasi ini menawarkan berbagai fitur unggulan yang memudahkan pengguna dalam mengelola keuangan mereka. Mulai dari pembayaran tagihan, belanja online, hingga layanan keuangan lainnya semuanya bisa dilakukan dalam satu platform.
1. Transaksi 24 Jam Non-Stop
Livin’ by Mandiri bisa diakses kapan saja dan di mana saja. Pengguna tidak perlu khawatir terkait ketersediaan layanan karena aplikasi ini beroperasi selama 24 jam penuh.
2. Layanan Customer Service Siap Membantu
Untuk menjaga kenyamanan pengguna, Livin’ menyediakan fitur panggilan langsung ke customer service Bank Mandiri. Ini sangat membantu jika pengguna mengalami kendala atau butuh bantuan teknis.
3. Integrasi dengan Berbagai Layanan
Livin’ by Mandiri terintegrasi dengan berbagai layanan keuangan dan non-keuangan. Mulai dari pembayaran BPJS, beli pulsa, hingga pembelian tiket Damri bisa dilakukan langsung melalui aplikasi ini.
Strategi Bank Mandiri dalam Meningkatkan Layanan Digital
Bank Mandiri terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan nasabahnya. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah memfokuskan layanan pada aplikasi Livin’ by Mandiri. Dengan begitu, pengalaman pengguna menjadi lebih terpusat dan efisien.
1. Optimalisasi Infrastruktur Digital
Bank Mandiri terus memperkuat infrastruktur digitalnya agar bisa menangani volume transaksi besar. Terutama di masa-masa puncak seperti libur lebaran, kesiapan infrastruktur menjadi kunci utama.
2. Inovasi Fitur Berkelanjutan
Livin’ by Mandiri terus menghadirkan fitur-fitur baru yang relevan dengan kebutuhan pengguna. Hal ini membuat aplikasi tetap menarik dan digunakan secara aktif oleh jutaan pengguna.
3. Kolaborasi Strategis untuk Perluas Akses
Bank Mandiri juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas akses layanan keuangan. Tujuannya agar lebih banyak masyarakat yang bisa menikmati kemudahan bertransaksi secara digital.
Tren Penggunaan Aplikasi Keuangan Digital di Indonesia
Penggunaan aplikasi keuangan digital seperti Livin’ by Mandiri mencerminkan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola keuangan. Semakin banyak orang yang beralih ke layanan digital karena lebih praktis dan cepat.
1. Kebutuhan akan Layanan Cepat dan Praktis
Di tengah mobilitas tinggi, masyarakat membutuhkan layanan yang bisa diakses kapan saja. Aplikasi seperti Livin’ menjadi solusi yang tepat karena menawarkan kemudahan tanpa batas waktu dan tempat.
2. Keamanan dan Kenyamanan sebagai Prioritas
Selain cepat, keamanan juga menjadi pertimbangan utama. Livin’ by Mandiri terus memperbarui sistem keamanannya agar data dan transaksi pengguna tetap terlindungi.
3. Adaptasi terhadap Kebiasaan Baru
Momen seperti mudik atau libur panjang menjadi penggerak utama penggunaan aplikasi keuangan. Bank Mandiri memahami ini dan menyiapkan layanan yang optimal di masa-masa kritis tersebut.
Perbandingan Capaian Livin’ by Mandiri dengan Tahun Sebelumnya
Untuk melihat seberapa besar pertumbuhan Livin’ by Mandiri, berikut adalah perbandingan data pengguna dan transaksi antara tahun 2025 dan 2026.
| Parameter | 2025 (Sampai September) | 2026 (Sampai Februari) | Kenaikan |
|---|---|---|---|
| Jumlah Pengguna | 32 juta | 38,5 juta | +6,5 juta |
| Volume Transaksi | 550 juta transaksi | 784 juta transaksi | +234 juta |
| Nilai Transaksi | Rp 3.220 triliun | Rp 802 triliun (2 bulan) | – |
Catatan: Data 2026 hanya mencakup hingga Februari. Disclaimer: Data bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Penutup
Livin’ by Mandiri terus menjadi andalan Bank Mandiri dalam menyediakan layanan keuangan digital yang aman, cepat, dan praktis. Dengan jumlah pengguna yang terus bertambah dan infrastruktur yang terus ditingkatkan, aplikasi ini menjadi cerminan transformasi digital di sektor perbankan Indonesia.
Namun, perlu diingat bahwa data yang disajikan bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan teknologi dan kebijakan Bank Mandiri.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.



