PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) secara resmi mengumumkan telah menyelesaikan program pembelian kembali saham atau buyback. Informasi tersebut disampaikan oleh Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, dalam laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 20 Februari 2026. Berdasarkan laporan tersebut, total jumlah saham yang telah dibeli kembali oleh perseroan mencapai 16.377.700 saham.
Pelaksanaan buyback ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar pada 26 Maret 2025. Dalam rapat tersebut, BNI mendapatkan persetujuan untuk melakukan pembelian kembali saham dengan alokasi dana maksimal sebesar Rp 1,5 triliun, termasuk biaya terkait, dengan tetap mematuhi peraturan perundang-undangan serta perizinan yang berlaku.
Okki Rushartomo menjelaskan bahwa pelaksanaan program buyback ini tidak memberikan pengaruh negatif terhadap kegiatan operasional maupun pertumbuhan perusahaan. Pihak manajemen menegaskan bahwa BNI memiliki kondisi permodalan serta arus kas yang sangat memadai untuk mendukung seluruh kegiatan usaha sekaligus membiayai aksi korporasi tersebut.
Lebih lanjut, Okki memaparkan bahwa aksi buyback ini justru memperkuat kepercayaan investor terhadap perusahaan. Hal ini terlihat dari peningkatan valuasi saham BNI, di mana rasio price to book value (PBV) naik dari 0,98 kali pada Maret 2025 menjadi 1,01 kali pada 4 Februari 2026. Pada periode yang sama, harga saham BBNI di pasar juga mengalami kenaikan dari Rp 4.250 per saham menjadi Rp 4.630 per saham.
Setelah proses pembelian kembali selesai, saham-saham tersebut akan disimpan sebagai saham treasuri (treasury stock). Rencananya, saham tersebut akan dialihkan untuk program kepemilikan saham bagi pegawai serta jajaran direksi dan dewan komisaris sebagai bentuk remunerasi berbasis kinerja. Pengalihan ini akan dilakukan dengan tetap mengikuti arahan dan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Disclaimer: Data operasional, nilai valuasi, harga saham, dan kebijakan perusahaan dalam berita ini dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar finansial, regulasi pemerintah, serta keputusan internal emiten. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor dengan mempertimbangkan segala risiko yang ada.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
