Langkah strategis PT Bank Maybank Indonesia Tbk dalam mendukung ekonomi hijau membuahkan hasil yang signifikan. Sepanjang tahun 2025, bank ini mencatatkan lonjakan pembiayaan berkelanjutan sebesar 92,9 persen secara tahunan, mencapai angka Rp8,24 triliun.
Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bagaimana sektor perbankan mulai serius menangkap peluang transisi menuju ekonomi rendah karbon. Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari komitmen mendalam dalam menyelaraskan operasional bisnis dengan standar global.
Akselerasi Pembiayaan Hijau dan Sektor Pendukung
Pertumbuhan pesat ini tidak terjadi secara kebetulan. Fokus utama Maybank Indonesia terletak pada ekspansi pembiayaan sektor hijau yang kini menjadi tulang punggung portofolio keberlanjutan mereka.
Transportasi ramah lingkungan muncul sebagai kontributor terbesar dalam arus pendanaan ini. Dukungan terhadap ekosistem kendaraan listrik, baik untuk unit kendaraan maupun rantai pasok pendukungnya, menjadi motor penggerak utama di balik kenaikan nilai pembiayaan.
Berikut adalah rincian alokasi pembiayaan berkelanjutan yang telah disalurkan Maybank Indonesia hingga tahun 2025:
1. Sektor Utama Pembiayaan Berkelanjutan
- Transportasi Ramah Lingkungan: Rp4,6 triliun.
- Investasi Instrumen Hijau (Green Bonds/Sukuk): Rp1,5 triliun.
- Sustainability-Linked Financing: Rp1,1 triliun.
- Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati: Rp500 miliar.
- Energi Terbarukan: Rp315 miliar.
- Sektor Sosial dan Pemberdayaan: Rp172 miliar.
Penyaluran dana tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas entitas anak perusahaan. Sinergi antara Maybank Finance dan WOM Finance terbukti efektif dalam menjangkau segmen ritel yang membutuhkan akses pembiayaan kendaraan listrik serta hybrid, baik untuk roda dua maupun roda empat.
Strategi Jangka Panjang dan Dampak Non-Finansial
Keberhasilan ini merupakan bagian dari strategi besar yang tertuang dalam kerangka kerja Sustainable Product Framework (SPF) dan Transition Finance Framework (TFF). Maybank Indonesia tidak hanya mengejar target angka, tetapi juga memastikan setiap rupiah yang disalurkan memiliki dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat luas.
Strategi jangka panjang ROAR30 yang dicanangkan untuk periode 2026 hingga 2030 menjadi kompas utama. Dalam visi ini, keberlanjutan dan nilai syariah ditempatkan sebagai diferensiasi utama untuk memenangkan persaingan di industri keuangan.
Tabel berikut menunjukkan perbandingan akumulasi pembiayaan berkelanjutan dan dampaknya terhadap total kredit:
| Indikator Kinerja | Capaian Tahun 2025 |
|---|---|
| Akumulasi Pembiayaan (2021-2025) | Rp17,31 triliun |
| Total Pembiayaan Berkelanjutan (2025) | Rp8,24 triliun |
| Total Pembiayaan Berdasarkan KKUB | Rp21,23 triliun |
| Persentase terhadap Total Kredit | 19,55% |
Data di atas menunjukkan bahwa porsi pembiayaan berkelanjutan telah mencapai hampir seperlima dari total kredit yang disalurkan bank secara mandiri. Angka ini diprediksi akan terus tumbuh seiring dengan meningkatnya kesadaran nasabah terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Pencapaian di Luar Sektor Keuangan
Selain angka-angka di atas, Maybank Indonesia juga mencatat berbagai keberhasilan di bidang non-finansial. Upaya ini membuktikan bahwa dedikasi terhadap keberlanjutan telah menyentuh aspek operasional dan sosial secara mendalam.
Berikut adalah beberapa capaian non-finansial yang telah diraih hingga tahun 2025:
1. Daftar Dampak Keberlanjutan Non-Finansial
- Kesejahteraan rumah tangga: Meningkatkan kualitas hidup lebih dari 400 ribu rumah tangga.
- Penurunan emisi karbon: Berhasil menekan emisi operasional (cakupan 1 dan 2) sebesar 30,84 persen dari baseline tahun 2019.
- Kontribusi sosial: Mencatatkan lebih dari 388 ribu jam kegiatan keberlanjutan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Langkah ini mempertegas posisi bank sebagai mitra strategis bagi nasabah dalam mengintegrasikan aspek ESG ke dalam strategi bisnis mereka. Dengan misi Humanising Financial Services, bank terus berupaya menciptakan nilai tambah yang inklusif bagi seluruh pemangku kepentingan.
Transisi menuju ekonomi rendah karbon memang membutuhkan waktu dan komitmen yang konsisten. Namun, dengan capaian yang diraih saat ini, arah kebijakan Maybank Indonesia terlihat semakin mantap dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di tanah air.
Disclaimer: Data yang disajikan dalam artikel ini merujuk pada laporan kinerja perusahaan per tahun 2025. Angka dan informasi terkait pembiayaan serta target perusahaan dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar, kebijakan ekonomi, dan strategi internal perusahaan di masa depan.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.




