PT Pegadaian mencatat pencapaian penting dalam pengelolaan aset emas nasional. Hingga saat ini, perusahaan telah berhasil mengelola total 141 ton emas dari berbagai sumber dan layanan. Angka ini mencerminkan pertumbuhan signifikan dalam ekosistem emas di Tanah Air, sekaligus menunjukkan kepercayaan publik terhadap produk dan layanan yang ditawarkan Pegadaian.
Sebagian besar emas dikelola melalui berbagai lini bisnis, seperti layanan bullion bank, titipan emas, perdagangan emas, hingga produk tabungan emas. Dari segmen tabungan emas, Pegadaian mencatat saldo emas yang dikelola mencapai 19,2 ton dengan jumlah nasabah aktif sekitar 5,6 juta orang. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin tertarik menyimpan nilai kekayaan dalam bentuk emas sebagai instrumen investasi yang stabil.
Digitalisasi Tabungan Emas Semakin Diminati
Perkembangan teknologi memainkan peran penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas. Pegadaian menghadirkan aplikasi Tring Pegadaian yang memungkinkan pengguna menabung emas dengan nominal kecil, mulai dari Rp 10.000 saja. Aplikasi ini menjadi salah satu faktor utama peningkatan transaksi digital di sektor emas.
Hingga akhir 2025, Tring Pegadaian telah diunduh oleh sekitar 4,8 juta pengguna. Total transaksi yang tercatat mencapai 21,2 juta kali dengan volume emas yang diperdagangkan sekitar 4,8 ton. Volume ini menyumbang hampir separuh dari total penjualan emas Pegadaian, menunjukkan bahwa digitalisasi telah berhasil menjangkau berbagai kalangan masyarakat.
1. Fitur Tabungan Emas yang Terjangkau
Aplikasi Tring Pegadaian menawarkan kemudahan akses dan fleksibilitas bagi pengguna. Fitur utamanya adalah opsi menabung emas dengan nilai kecil, cocok bagi kalangan menengah ke bawah hingga generasi muda yang ingin memulai investasi.
2. Transaksi Mudah dan Aman
Melalui sistem digital, setiap transaksi dilakukan secara real-time dan tercatat dengan baik. Pengguna bisa membeli, menjual, atau mengecek nilai investasi emas kapan saja dan di mana saja.
3. Edukasi Investasi Emas
Aplikasi ini juga menyediakan fitur edukasi untuk membantu pengguna memahami manfaat dan cara kerja investasi emas. Ini penting untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Produksi Emas Galeri 24 Terus Naik
Anak usaha Pegadaian, Galeri 24, juga mencatatkan peningkatan produksi emas hingga 10,2 ton pada tahun 2025. Perusahaan ini memiliki kapasitas refinery atau pemurnian emas hingga sekitar 1 ton. Peningkatan produksi ini menunjukkan bahwa Pegadaian tidak hanya menjadi pengelola emas, tetapi juga berperan aktif dalam rantai produksi emas nasional.
1. Produksi Emas Galeri 24 Tahun 2025
| Kategori | Volume |
|---|---|
| Produksi Emas | 10,2 ton |
| Kapasitas Refinery | 1 ton |
2. Peran Galeri 24 dalam Ekosistem Emas Nasional
Galeri 24 tidak hanya memproduksi emas batangan, tetapi juga berkontribusi dalam distribusi dan edukasi produk emas kepada masyarakat. Ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pegadaian dalam memperkuat ekosistem emas di Indonesia.
Prospek Bisnis Emas di Tahun Mendatang
Pegadaian optimistis terhadap prospek bisnis emas ke depan. Salah satu langkah strategis yang sedang dikembangkan adalah pembentukan ekosistem bullion bank yang lebih kuat. Rencananya, Pegadaian bersama pelaku industri emas lainnya akan membentuk asosiasi pasar bullion nasional bernama Indonesia Bullion Market Association (IBMA). Asosiasi ini ditargetkan resmi diluncurkan pada pertengahan 2026.
1. Pembentukan IBMA
IBMA akan menjadi wadah kolaborasi antara berbagai pihak dalam industri emas, baik produsen, distributor, maupun penyedia layanan keuangan. Tujuannya adalah menciptakan regulasi dan standar industri yang lebih baik serta meningkatkan transparansi pasar.
2. Perkuatan Bullion Bank
Dengan adanya bullion bank, diharapkan akses masyarakat terhadap produk emas akan semakin mudah. Ini termasuk dalam bentuk tabungan, investasi, hingga perdagangan emas secara digital.
Kinerja Keuangan Pegadaian yang Solid
Di sisi kinerja keuangan, Pegadaian mencatatkan total aset mencapai Rp 152 triliun pada akhir 2025. Angka ini tumbuh pesat seiring dengan meningkatnya aktivitas bisnis perusahaan. Outstanding pembiayaan juga mencapai Rp 126 triliun dengan pertumbuhan sekitar 40%.
1. Data Kinerja Keuangan Pegadaian 2025
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Total Aset | Rp 152 triliun |
| Outstanding Pembiayaan | Rp 126 triliun |
| Pertumbuhan Outstanding | 40% |
| Laba Bersih | Rp 8,35 triliun |
| Jumlah Nasabah | 31 juta orang |
| Rasio NPL | 0,3% |
2. Laba Bersih dan Kualitas Aset
Laba bersih Pegadaian pada tahun 2025 mencapai Rp 8,35 triliun, naik lebih dari 42% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan jumlah nasabah dan transaksi digital. Kualitas aset perusahaan juga tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang sangat rendah, hanya sekitar 0,3%.
Strategi Jangka Panjang Pegadaian
Pegadaian tidak hanya fokus pada pengelolaan emas, tetapi juga terus mengembangkan layanan keuangan lainnya. Dengan jumlah nasabah yang terus bertambah dan pertumbuhan aset yang solid, Pegadaian berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu pilar ekosistem keuangan nasional.
1. Peningkatan Layanan Digital
Digitalisasi akan terus menjadi fokus utama. Pegadaian berkomitmen untuk terus mengembangkan aplikasi dan platform digital agar lebih user-friendly dan aman.
2. Ekspansi Produk Investasi
Selain emas, Pegadaian juga berencana menghadirkan produk investasi lainnya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ini termasuk produk syariah, reksa dana, dan instrumen investasi alternatif lainnya.
3. Kolaborasi dengan Stakeholder
Pegadaian terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, untuk memperkuat ekosistem keuangan inklusif di Indonesia.
Penutup
Pencapaian Pegadaian dalam mengelola 141 ton emas hingga saat ini adalah cerminan dari kepercayaan masyarakat serta komitmen perusahaan dalam memberikan layanan terbaik. Dengan terus mengembangkan layanan digital dan memperkuat ekosistem emas nasional, Pegadaian siap menjadi pilar utama dalam industri keuangan Tanah Air.
Disclaimer: Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi hingga akhir tahun 2025 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan bisnis dan kondisi makro ekonomi.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.




