Otoritas Jasa Keuangan mendorong industri asuransi untuk terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis guna menyediakan proteksi risiko bagi para penerima manfaat. Keterlibatan ini dinilai relevan mengingat adanya temuan kasus gangguan pencernaan dan insiden keracunan makanan di sejumlah titik pelaksanaan program pemerintah tersebut.
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, Budi Herawan, menyatakan bahwa industri asuransi pada prinsipnya dapat memberikan perlindungan atas risiko keracunan tersebut. Meski demikian, Budi menegaskan bahwa skema kerja sama harus disusun secara jelas dan berdasarkan mekanisme bisnis yang wajar karena perusahaan asuransi, khususnya non-BUMN, tidak bisa menerima penugasan langsung tanpa perhitungan risiko dan keuntungan yang seimbang.
Besaran premi dan model pembiayaan menjadi perhatian utama bagi pelaku industri asuransi. Dengan alokasi anggaran program yang diperkirakan sekitar 15.000 rupiah per penerima, industri perlu melakukan perhitungan realistis mengenai porsi premi yang dapat ditarik. Budi juga menyoroti pentingnya transparansi dan tata kelola jika pendanaan proteksi bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, termasuk kejelasan apakah proses pengadaan dilakukan melalui tender atau mekanisme lainnya.
Budi menilai penyediaan proteksi untuk program ini bukan perkara mudah karena menyerap porsi anggaran negara yang besar. Oleh karena itu, perlu dilihat keseimbangan antara perlindungan risiko dengan pertumbuhan indikator ekonomi lainnya agar tidak menimbulkan kerugian bagi perusahaan asuransi dalam melakukan akseptasi.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan, Ogi Prastomiyono, menegaskan dukungan industri terhadap program pemerintah tetap harus mengacu pada kapasitas risiko dan prinsip keberlanjutan. Industri asuransi siap memberikan dukungan sepanjang dilibatkan melalui skema perlindungan risiko yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan program di lapangan.
Disclaimer: Informasi dalam berita ini berdasarkan data dan pernyataan pejabat terkait pada saat berita disusun. Detail mengenai skema anggaran, besaran premi, serta kebijakan teknis Program Makan Bergizi Gratis dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti keputusan resmi pemerintah dan regulasi terbaru yang berlaku.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
