Disclaimer: Seluruh data keuangan, angka pertumbuhan, dan proyeksi bisnis dalam artikel ini dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan perusahaan serta kondisi pasar keuangan terbaru.
PT Allo Bank Indonesia Tbk mencatat struktur dana pihak ketiga atau DPK masih didominasi oleh instrumen deposito hingga akhir tahun 2025 sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi neraca pada fase pertumbuhan awal bank digital. Berdasarkan data per Desember 2025, total deposito Allo Bank mencapai 8,04 triliun rupiah, sementara tabungan tercatat sebesar 938,26 miliar rupiah dan giro sebesar 540,59 miliar rupiah. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan posisi Desember 2024 yang mencatatkan deposito sebesar 5,32 triliun rupiah, tabungan 693,27 miliar rupiah, dan giro 85,34 miliar rupiah.
Digital Strategy Head Allo Bank Destya menjelaskan bahwa peran deposito sangat penting pada tahap awal ekspansi guna menjaga stabilitas likuiditas serta menjamin kepastian pendanaan untuk mendukung pertumbuhan aset dan penyaluran kredit. Pihak manajemen menegaskan bahwa dominasi deposito saat ini bukan berarti perusahaan tidak mendorong penghimpunan dana murah atau Current Account Saving Account yang terdiri dari giro dan tabungan. Kondisi ini dipandang sebagai masa transisi menuju struktur pendanaan yang lebih efisien dan seimbang di masa depan.
Pertumbuhan dana murah diakui membutuhkan waktu karena sangat dipengaruhi oleh kedalaman ekosistem, frekuensi penggunaan aplikasi, serta perubahan perilaku nasabah agar menjadikan bank sebagai rekening utama untuk transaksi harian. Destya memprediksi persaingan penghimpunan dana murah di industri bank digital akan semakin ketat tahun ini. Fokus para pelaku industri diprediksi bergeser dari sekadar akuisisi nasabah baru menuju peningkatan kualitas dana serta efisiensi biaya dana atau cost of fund melalui fitur yang relevan dengan kebutuhan pengguna.
Ke depan, Allo Bank menargetkan peningkatan porsi dana murah secara bertahap agar struktur DPK menjadi lebih optimal melalui sejumlah strategi utama. Langkah tersebut mencakup penguatan integrasi dengan berbagai merchant dan platform dalam ekosistem perusahaan agar nasabah aktif bertransaksi. Selain itu, manajemen juga akan mengoptimalkan layanan pembayaran melalui QRIS, tagihan, transfer, dan fitur pengisian saldo guna mendorong dana mengendap secara alami di dalam aplikasi.
Perseroan juga berencana memanfaatkan analitik data untuk personalisasi produk dan melakukan lintas penjualan produk kepada nasabah deposito maupun kredit. Melalui pengembangan pengalaman pengguna dan program loyalitas, Allo Bank optimistis dapat membangun kebiasaan transaksi nasabah. Destya menyatakan bahwa dalam jangka menengah, perusahaan meyakini struktur pendanaan akan menjadi lebih seimbang sehingga operasional bank digital tersebut menjadi lebih praktis dan efisien.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
