PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI resmi meluncurkan produk BSI Tabungan Umrah untuk menyasar segmen Generasi Milenial dan Gen Z yang kini mulai mendominasi minat ibadah ke Tanah Suci. Langkah ini diambil seiring dengan pergeseran tren umrah yang kini menjadi bagian dari gaya hidup halal atau halal lifestyle di kalangan generasi muda.
Direktur Sales dan Distribution BSI Anton Sukarna menyatakan di Jakarta pada Senin, 23 Februari 2026, bahwa kenaikan minat umrah dipicu oleh antrean haji yang panjang serta kesadaran generasi baru untuk merencanakan perjalanan spiritual sejak dini. Pada tahun 2025, jumlah jemaah umrah Indonesia tercatat melampaui dua juta orang atau tumbuh 36 persen secara tahunan.
BSI menargetkan produk baru ini dapat menarik lebih dari satu juta nasabah pada tahap awal. Selain itu, produk ini diharapkan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan dana murah perusahaan. Hingga Desember 2025, Dana Pihak Ketiga BSI tumbuh 16,20 persen menjadi 380 triliun rupiah, dengan porsi dana murah mencapai 61,62 persen atau sekitar 234 triliun rupiah.
BSI Tabungan Umrah dirancang sebagai solusi menyeluruh bagi calon jemaah, mencakup perencanaan keuangan hingga kemudahan transaksi saat berada di Arab Saudi melalui kartu debit khusus. Nasabah dapat membuka rekening ini dengan setoran awal sebesar 100.000 rupiah tanpa dikenakan biaya administrasi bulanan.
Selain menyasar individu, BSI juga memperkuat ekosistem bisnis dengan menggandeng sekitar 3.000 perusahaan travel sebagai mitra strategis. Kerja sama ini mencakup pengelolaan dana jemaah dan arus kas melalui layanan manajemen kas digital. Produk ini juga telah terintegrasi dengan aplikasi mobile BYOND by BSI untuk memudahkan nasabah dalam memilih paket umrah yang telah terverifikasi.
Melalui inisiatif ini, BSI berupaya memperluas inklusi keuangan syariah serta mendukung ekosistem wisata halal yang lebih terintegrasi. Perusahaan optimistis tabungan umrah akan menjadi pintu masuk utama dalam memaksimalkan potensi ekonomi pada ekosistem haji dan umrah secara nasional.
Penting untuk diperhatikan bahwa data pencapaian kinerja keuangan, proyeksi jumlah nasabah, serta rincian biaya produk yang disebutkan dalam laporan ini dapat berubah sewaktu waktu sesuai dengan kebijakan perusahaan dan kondisi pasar yang berlaku. Pernyataan mengenai pertumbuhan data tahun 2025 dan peluncuran di tahun 2026 merujuk pada informasi yang tersedia dalam dokumen sumber.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
