PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mengumumkan rencana untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham dengan menyiapkan dana sebesar Rp 100 miliar. Aksi korporasi ini direncanakan akan berlangsung selama maksimal tiga bulan, terhitung mulai tanggal 23 Februari 2026 setelah penyampaian keterbukaan informasi pada 20 Februari 2026.
Corporate Secretary BFI Finance Indonesia, Budi Darwan Munthe, menjelaskan bahwa jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 1 persen dari modal disetor. Selain itu, manajemen memastikan bahwa porsi saham beredar atau free float setelah pelaksanaan buyback tetap berada di atas 40 persen dari modal disetor perusahaan. Transaksi ini akan dilakukan di Bursa Efek Indonesia melalui pasar reguler dengan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia sebagai perantara pedagang efek.
Pihak manajemen menyatakan bahwa sumber dana yang digunakan untuk aksi buyback ini berasal dari kas internal perusahaan dan bukan merupakan pinjaman. Budi menegaskan bahwa langkah ini dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar dengan tetap mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perseroan juga meyakini bahwa transaksi ini tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap operasional, kinerja keuangan, struktur permodalan, maupun tingkat likuiditas perusahaan.
Hingga periode September 2025, BFI Finance tercatat memiliki total aset sebesar Rp 25,43 triliun dengan total ekuitas mencapai Rp 10,89 triliun. Posisi likuiditas yang kuat dan arus kas yang mencukupi dinilai mampu mendukung keberlangsungan operasional perusahaan meskipun melakukan pembelian kembali saham.
Pada penutupan perdagangan Jumat, 20 Februari 2026, saham BFIN tercatat mengalami kenaikan sebesar 6,99 persen ke level Rp 765 per saham. Dalam kurun waktu lima hari perdagangan, harga saham emiten pembiayaan ini telah menguat sebesar 7,75 persen.
Disclaimer: Data keuangan, jadwal pelaksanaan, dan harga saham dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan kebijakan perusahaan serta regulator. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
