Disclaimer: Seluruh data, angka indeks, dan kutipan dalam berita ini berdasarkan laporan kegiatan pada Februari 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan otoritas serta perkembangan industri asuransi terkini.
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia atau AAJI secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap program peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan melalui kegiatan kuliah umum dan diskusi panel di Universitas Jember, Jawa Timur. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperluas edukasi asuransi kepada generasi muda melalui kolaborasi dengan sektor akademis.
Acara yang mengangkat tema Asuransi, Generasi Muda, dan Kontribusi bagi Negeri ini dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, pimpinan Universitas Jember, perwakilan Dewan Asuransi Indonesia, serta jajaran asosiasi industri. Sebanyak lebih dari 300 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan civitas academica mengikuti rangkaian kegiatan yang bertujuan memberikan pemahaman mengenai pengelolaan risiko keuangan tersebut.
Kepala Eksekutif Pengawas PPDP OJK Ogi Prastomiyono menyatakan bahwa edukasi sejak dini sangat krusial agar generasi muda memiliki kesiapan dalam mengelola risiko kehidupan melalui instrumen asuransi. Ogi memaparkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan tahun 2025 yang menunjukkan indeks literasi asuransi mencapai 45,45 persen, namun indeks inklusi asuransi masih berada di angka 28,50 persen. Menurutnya, kesenjangan antara pemahaman dan penggunaan produk asuransi ini harus dipersempit melalui edukasi berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Jember Iwan Taruna menilai kerja sama ini sangat strategis mengingat dinamika ekonomi nasional dan global yang fluktuatif. Ia menekankan bahwa sektor keuangan memiliki peran vital dalam mendorong pertumbuhan sekaligus melindungi masyarakat dari berbagai ketidakpastian ekonomi. Sinergi ini juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara AAJI dan Universitas Jember yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan sumber daya manusia.
Plt. Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo menambahkan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi adalah investasi jangka panjang. Menurutnya, masa depan industri asuransi jiwa sangat bergantung pada generasi muda, baik sebagai pemakai layanan maupun sebagai calon tenaga profesional di masa mendatang. Selain penguatan literasi, AAJI juga memperkenalkan Program Beasiswa Harry Diah bagi mahasiswa yang menyusun tugas akhir dengan topik asuransi jiwa.
Plt. Ketua Dewan Pengurus AAJI lainnya, Handojo G. Kusuma, menjelaskan bahwa program beasiswa tersebut dirancang sebagai jembatan antara riset akademik dan praktik industri. Melalui skema bantuan penelitian ini, AAJI berharap hasil karya ilmiah mahasiswa dapat memberikan solusi nyata bagi perkembangan industri asuransi dan kemanfaatan bagi masyarakat luas secara berkelanjutan.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.



