Beranda » Ekonomi Bisnis » Jangan Cuma Andalkan Kiriman Orang Tua! 23 Bisnis Menjanjikan untuk Mahasiswa

Jangan Cuma Andalkan Kiriman Orang Tua! 23 Bisnis Menjanjikan untuk Mahasiswa

Uang saku menipis di pertengahan bulan, sementara tagihan Wi-Fi kos dan kebutuhan kampus terus berjalan — situasi klasik yang dialami hampir setiap mahasiswa di Indonesia. Pertanyaannya, apakah benar mahasiswa hanya bisa bertahan dari kiriman orang tua saja?

Faktanya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, jumlah mahasiswa aktif di Indonesia mencapai lebih dari 9 juta orang. Dari angka tersebut, tidak sedikit yang sudah mulai membangun bisnis sendiri sejak semester awal. Informasi lengkap seputar peluang usaha dan strategi keuangan untuk mahasiswa bisa diakses melalui berbagai sumber terpercaya, termasuk desakarangbendo.id yang rutin mengulas topik keuangan dan peluang bisnis secara aktual.

Nah, artikel ini membahas 23 bisnis menjanjikan yang realistis dijalankan mahasiswa — mulai dari modal nol hingga modal kecil. Bukan sekadar daftar ide, tapi dilengkapi estimasi modal, potensi penghasilan, dan tips praktis agar bisnis tetap jalan tanpa mengorbankan nilai akademik.

Bisnis Sambil Kuliah, Mungkin atau Tidak?

Ada anggapan yang cukup sering beredar bahwa mahasiswa sebaiknya fokus kuliah saja dan tidak perlu memikirkan bisnis. Isu ini sebenarnya kurang tepat. Berdasarkan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang digagas Kemendikbudristek, pemerintah justru mendorong mahasiswa untuk mulai berwirausaha sejak masih aktif kuliah.

Banyak pengusaha sukses di Indonesia yang memulai bisnisnya dari bangku kuliah. Sebut saja William Tanuwijaya (Tokopedia) dan Nadiem Makarim (Gojek) yang sudah merintis ide bisnis sejak masa perkuliahan. Jadi, bisnis sambil kuliah bukan hanya mungkin — tapi justru menjadi bekal penting sebelum memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif.

Kuncinya terletak pada pemilihan jenis bisnis yang fleksibel dan tidak mengganggu jadwal akademik. Bisnis yang tepat justru bisa memperkuat soft skill seperti manajemen waktu, komunikasi, dan problem solving yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas.

Keuntungan Memulai Bisnis Sejak Jadi Mahasiswa

Memulai bisnis saat masih kuliah memberikan banyak keunggulan yang sering tidak disadari. Berikut beberapa keuntungan utamanya:

  • sendiri — tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kiriman orang tua untuk kebutuhan sehari-hari
  • Membangun pengalaman nyata — dunia bisnis mengajarkan hal-hal yang tidak ada di silabus perkuliahan
  • Memperluas jaringan (networking) — berinteraksi dengan klien, supplier, dan sesama pelaku usaha membuka banyak peluang di masa depan
  • Risiko lebih rendah — mahasiswa umumnya belum memiliki tanggungan besar sehingga lebih leluasa bereksperimen
  • Bekal setelah lulus — tidak perlu bingung mencari pekerjaan karena sudah punya fondasi bisnis

Selain itu, kampus biasanya menyediakan inkubator bisnis dan program kewirausahaan yang bisa dimanfaatkan secara gratis. Sayang sekali kalau fasilitas ini tidak dioptimalkan selama masa studi.

23 Bisnis Menjanjikan yang Bisa Dijalankan Mahasiswa

Daftar bisnis di bawah ini dikelompokkan berdasarkan kategori agar lebih mudah menemukan yang sesuai dengan minat, keterampilan, dan modal yang tersedia.

Bisnis Digital dan Online

Kategori ini cocok untuk mahasiswa yang terbiasa dengan dunia digital dan ingin membangun bisnis dengan fleksibilitas tinggi — bisa dikerjakan dari kos-kosan atau perpustakaan kampus.

1. Online Shop (Toko Online)

Membuka toko online menjadi salah satu bisnis paling populer di kalangan mahasiswa. Platform marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada memudahkan siapa saja untuk mulai berjualan tanpa harus memiliki toko fisik.

Tidak punya stok barang bukan halangan. Sistem dropship dan reseller memungkinkan bisnis berjalan tanpa modal besar untuk inventori. Produk yang laris di kalangan mahasiswa biasanya meliputi fashion, aksesoris, skincare, dan perlengkapan kuliah.

2. Affiliate Marketing

Affiliate marketing adalah model bisnis yang menghasilkan dari setiap penjualan melalui tautan referral. Bisnis ini benar-benar bisa dimulai dengan modal nol — cukup bermodalkan akun media sosial atau blog.

Platform seperti Shopee Affiliate, Tokopedia Affiliate, dan TikTok Shop Affiliate menyediakan program yang mudah diikuti. Konten produk yang konsisten dan jujur menjadi kunci utama agar komisi terus mengalir.

3. Social Media Management

Banyak UMKM dan brand lokal yang membutuhkan pengelola media sosial profesional tapi belum mampu merekrut karyawan tetap. Di sinilah peluang besar terbuka untuk mahasiswa yang paham strategi konten dan algoritma platform.

Tugas utamanya meliputi pembuatan konten, penjadwalan posting, interaksi dengan followers, dan pelaporan performa akun. Tarif ini bervariasi mulai Rp500 ribu hingga Rp3 juta per bulan per klien, tergantung kompleksitas pekerjaan.

4. Programmer Web dan Blogger

Mahasiswa jurusan (TI) atau yang memiliki kemampuan coding bisa memanfaatkan skill tersebut untuk membuat website atau blog yang menghasilkan pendapatan pasif. Monetisasi blog bisa dilakukan melalui Google AdSense, sponsored post, atau menjual produk digital.

Nah, untuk programmer web, jasa pembuatan landing page atau website profil bisnis sangat diminati. Tarif per proyek bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp10 juta tergantung kompleksitas.

5. Jasa Pembuatan Website

Hampir setiap bisnis, organisasi, dan institusi saat ini membutuhkan website. Mahasiswa yang menguasai Content Management System (CMS) seperti WordPress atau platform website builder lainnya bisa membuka jasa pembuatan website.

Modal utamanya adalah keterampilan teknis dan portofolio. Mulailah dengan menawarkan jasa ke UKM kampus, UMKM di sekitar lingkungan, atau melalui platform freelance seperti Sribulancer dan Fastwork.

6. Jasa Desain Grafis

Kemampuan mengoperasikan software desain seperti Adobe Photoshop, Illustrator, atau Canva Pro bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Jasa yang ditawarkan sangat beragam — mulai dari desain logo, feed Instagram, poster event kampus, hingga desain kaos.

Platform seperti Fiverr, 99designs, dan Sribulancer menjadi wadah yang bagus untuk mempromosikan portofolio. Semakin banyak proyek yang diselesaikan, semakin tinggi kepercayaan klien dan tarif yang bisa dipasang.

7. Penulis Lepas (Freelance Writer)

Bisnis ini nyaris tanpa modal — cukup berbekal kemampuan menulis, laptop, dan . Jenis tulisan yang bisa ditawarkan sangat bervariasi, mulai dari artikel SEO, copywriting, ghostwriting, hingga penulisan skripsi dan tugas akademik.

Tarif penulis lepas pemula berkisar Rp20 ribu hingga Rp100 ribu per artikel, tergantung panjang dan kompleksitas. Seiring pengalaman bertambah, tarif bisa terus meningkat secara signifikan.

8. Aplikasi atau Website Penyedia Informasi

Bagi yang punya kemampuan pengembangan aplikasi atau web development, membuat platform informasi khusus mahasiswa bisa menjadi bisnis jangka panjang. Contohnya, aplikasi pencarian tempat makan murah dekat kampus, layanan kesehatan terdekat, atau informasi diskon khusus mahasiswa.

Monetisasi bisa dilakukan melalui iklan, kerja sama dengan merchant lokal, atau model freemium. Bisnis ini membutuhkan modal lebih besar di awal, tapi potensi skalabilitasnya sangat tinggi.

Baca Juga:  Pilihan Tablet Android Harga Terjangkau Terbaik 2026 untuk Menunjang Tugas Kuliah Harian

Bisnis Jasa dan Keahlian

Kategori ini mengandalkan keterampilan dan keahlian personal. Modalnya lebih banyak berupa waktu dan kompetensi, bukan uang.

9. Les Privat

Memberikan les privat kepada pelajar SD, SMP, atau SMA adalah bisnis klasik yang tidak pernah sepi peminat. Mahasiswa jurusan pendidikan, sains, atau bahasa memiliki keunggulan natural di bidang ini.

Tarif les privat bervariasi mulai Rp50 ribu hingga Rp150 ribu per sesi, tergantung mata pelajaran dan lokasi. Permintaan biasanya melonjak menjelang ujian semester dan ujian masuk perguruan tinggi.

10. Bimbingan Belajar (Bimbel)

Berbeda dengan les privat yang bersifat one-on-one, bimbingan belajar bisa dilakukan dalam kelompok kecil. Bisnis ini bisa dikembangkan tidak hanya di bidang akademis, tapi juga non-akademis seperti bimbingan mengemudi, bermain musik, atau olah vokal.

Menjalankan bimbel secara berkelompok memungkinkan tarif per siswa lebih terjangkau, sementara total penghasilan per sesi justru lebih besar. Kolaborasi dengan teman sesama mahasiswa yang kompeten di bidang berbeda juga bisa memperluas layanan.

11. Jasa Penerjemah

Mahasiswa jurusan bahasa — baik Inggris, Jepang, Mandarin, Korea, maupun bahasa lainnya — bisa memanfaatkan kemampuan linguistiknya untuk bisnis jasa penerjemahan. Klien tidak terbatas pada lingkungan kampus saja, tapi juga profesional dan perusahaan yang membutuhkan penerjemah dokumen.

Modal yang dibutuhkan sangat minim — cukup laptop dan koneksi internet. Platform seperti ProZ, TranslatorsCafe, dan Sribulancer bisa menjadi tempat untuk mendapatkan proyek penerjemahan.

12. Jasa Fotografi dan Video

Hobi fotografi dan videografi bisa dimonetisasi dengan menawarkan jasa dokumentasi acara kampus, foto produk untuk UMKM, atau pembuatan konten video pendek. Bisnis ini berpotensi besar seiring meningkatnya kebutuhan konten visual di era digital.

Investasi awal berupa kamera atau bahkan smartphone dengan kamera berkualitas baik sudah cukup untuk memulai. Portofolio yang konsisten di media sosial menjadi alat promosi paling efektif.

13. Jasa Pengetikan dan Print

Bisnis ini sangat relevan bagi mahasiswa yang tinggal di sekitar lingkungan kampus. Kebutuhan mencetak tugas, laporan, dan dokumen akademik masih sangat tinggi, terutama di kampus yang belum sepenuhnya digital.

Modal utamanya adalah laptop dan printer. Untuk menghemat biaya awal, perangkat bekas yang masih berfungsi baik bisa menjadi pilihan. Selain jasa cetak, tambahan layanan seperti penjilidan dan laminating bisa meningkatkan omzet.

14. Jasa Servis Laptop dan Komputer

Mahasiswa yang memiliki keterampilan di bidang hardware dan software komputer bisa membuka jasa servis laptop. Bisnis ini cukup potensial mengingat hampir semua mahasiswa saat ini memiliki laptop untuk menunjang perkuliahan.

Jasa yang ditawarkan bisa mulai dari instal ulang sistem operasi, pembersihan virus, upgrade RAM, hingga perbaikan hardware ringan. Promosi bisa dimulai dari mulut ke mulut di lingkungan kampus.

15. Jasa Pengiriman (Kurir)

Bagi mahasiswa yang memiliki bermotor dan mengenal wilayah sekitar kampus dengan baik, bisnis jasa pengiriman bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Modal utamanya hanya kendaraan dan smartphone.

Selain menjadi kurir independen, bergabung dengan platform seperti GrabExpress atau GoSend juga bisa menjadi opsi. Fleksibilitas waktu pengantaran menjadi keunggulan bisnis ini bagi mahasiswa.

16. Jasa Tour and Travel

Mahasiswa yang gemar traveling dan pandai merencanakan perjalanan bisa merintis bisnis tour and travel kecil-kecilan. Mulai dari mengorganisir trip kampus, open trip akhir pekan, hingga paket wisata untuk mahasiswa.

Keuntungannya ganda — selain menghasilkan uang, juga bisa ikut menikmati perjalanan wisata. Bisnis ini bisa dimulai dengan mengumpulkan peserta melalui media sosial atau komunitas kampus.

17. Jasa Perawatan Hewan Peliharaan

Banyak pemilik hewan peliharaan yang membutuhkan jasa perawatan karena kesibukan kerja atau bepergian. Bisnis pet care meliputi grooming, pet sitting, dog walking, hingga pet boarding.

Bisnis ini cocok dijalankan di area yang cukup luas dan idealnya melibatkan rekan kerja untuk menangani volume pelanggan. Modal awal meliputi peralatan grooming dasar dan tempat yang memadai.

Bisnis Produk, Perdagangan, dan Kreatif

Kategori ini mencakup bisnis yang melibatkan penjualan produk fisik atau layanan kreatif yang bisa dimulai dengan modal relatif kecil.

18. Bisnis Pulsa dan Paket Data

Bisnis pulsa elektrik dan paket data menjadi pintu masuk berwirausaha yang paling mudah bagi mahasiswa. Modal awalnya kecil — mulai dari Rp50 ribu sudah bisa memulai melalui aplikasi agen pulsa.

Keuntungan per transaksi memang tipis, sekitar Rp500 hingga Rp1.500. Namun, dengan volume transaksi yang tinggi dari lingkungan kampus dan kos-kosan, akumulasinya bisa cukup lumayan. Perlu diwaspadai risiko utang dari pelanggan yang merupakan teman dekat.

19. Jualan Makanan dan Minuman

Peluang bisnis makanan di lingkungan kampus selalu terbuka lebar, terutama saat jam pergantian kuliah. Produk yang laris biasanya berupa snack ringan, minuman kekinian, atau makanan rumahan dengan harga terjangkau.

Bisnis ini bisa dimulai dari dapur kos-kosan dan dijual secara langsung di kampus atau melalui platform GoFood dan GrabFood. Konsistensi rasa dan kebersihan menjadi faktor utama agar pelanggan terus datang kembali.

20. Jual Beli Buku Bekas

Harga buku akademik baru yang cukup mahal membuat bisnis jual beli buku bekas tetap relevan. Buku bekas yang masih layak pakai bisa dibeli dengan harga murah dari senior yang sudah lulus, lalu dijual kembali ke mahasiswa baru.

Selain menjual secara langsung, platform seperti Carousell, Facebook Marketplace, atau grup jual beli kampus bisa dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pembeli.

21. Jual Barang Bekas (Thrift/Preloved)

Tren thrifting dan fashion preloved semakin populer di kalangan mahasiswa. Bisnis ini menawarkan barang berkualitas dengan harga lebih terjangkau, sekaligus mendukung gaya hidup berkelanjutan.

Sumber barang bisa dari koleksi pribadi, titipan teman, atau pembelian dari supplier thrift. Promosi melalui Instagram, TikTok, dan marketplace menjadi kanal penjualan yang efektif.

22. Bisnis Kaos Custom

Mahasiswa yang kreatif dalam desain bisa merintis bisnis kaos custom. Langkah awalnya adalah menjalin kerja sama dengan konveksi dan tempat sablon, kemudian membuat desain yang unik dan menarik.

Pasar kaos custom sangat luas — mulai dari kaos angkatan, kaos organisasi kampus, hingga kaos dengan desain indie yang dijual secara online. Semakin kreatif dan original desainnya, semakin tinggi daya jualnya.

23. Pertunjukan Seni dan Event

Mahasiswa yang berbakat di bidang seni — musik, tari, teater, atau stand-up comedy — bisa menghasilkan uang dari pertunjukan. Mulai dari tampil di kafe, event kampus, acara pernikahan, hingga festival seni daerah.

Membentuk kelompok seni atau band bersama teman-teman yang memiliki passion sama bisa memperbesar peluang mendapatkan job. Portofolio pertunjukan dalam bentuk video di atau Instagram juga menjadi alat promosi yang ampuh.

Berikut ringkasan perbandingan 23 bisnis menjanjikan untuk mahasiswa berdasarkan estimasi modal, potensi penghasilan, dan tingkat kesulitan:

No Bisnis Estimasi Modal Potensi Cuan/Bulan Kesulitan
1 Online Shop Rp0 – Rp500rb Rp500rb – Rp5jt ⭐⭐
2 Affiliate Marketing Rp0 Rp200rb – Rp3jt ⭐⭐
3 Social Media Management Rp0 Rp500rb – Rp3jt ⭐⭐⭐
4 Rp0 – Rp200rb Rp500rb – Rp10jt ⭐⭐⭐⭐
5 Jasa Pembuatan Website Rp0 – Rp300rb Rp1jt – Rp10jt ⭐⭐⭐⭐
6 Jasa Desain Grafis Rp0 – Rp200rb Rp500rb – Rp5jt ⭐⭐⭐
7 Penulis Lepas Rp0 Rp300rb – Rp3jt ⭐⭐
8 Aplikasi/Website Informasi Rp500rb – Rp2jt Rp1jt – Rp15jt ⭐⭐⭐⭐⭐
9 Les Privat Rp0 Rp1jt – Rp4jt ⭐⭐
10 Bimbingan Belajar Rp0 – Rp300rb Rp1jt – Rp5jt ⭐⭐⭐
11 Jasa Penerjemah Rp0 Rp500rb – Rp4jt ⭐⭐⭐
12 Rp500rb – Rp3jt Rp1jt – Rp7jt ⭐⭐⭐
13 Rp1jt – Rp3jt Rp500rb – Rp2jt
14 Jasa Servis Laptop Rp200rb – Rp1jt Rp500rb – Rp3jt ⭐⭐⭐⭐
15 Jasa Pengiriman Rp0 (punya motor) Rp500rb – Rp2jt
16 Rp0 – Rp500rb Rp500rb – Rp5jt ⭐⭐⭐
17 Perawatan Hewan Peliharaan Rp500rb – Rp2jt Rp1jt – Rp5jt ⭐⭐⭐
18 Rp50rb – Rp200rb Rp200rb – Rp1jt
19 Rp100rb – Rp500rb Rp500rb – Rp3jt ⭐⭐
20 Jual Beli Buku Bekas Rp100rb – Rp500rb Rp200rb – Rp1jt
21 Jual Barang Bekas/Preloved Rp0 – Rp300rb Rp300rb – Rp2jt ⭐⭐
22 Bisnis Kaos Custom Rp500rb – Rp2jt Rp500rb – Rp4jt ⭐⭐⭐
23 Rp0 – Rp500rb Rp500rb – Rp5jt ⭐⭐⭐
Baca Juga:  32 Ide Usaha Online 2026, Panduan Lengkap dari Pemula Sampai Siap Cuan

Estimasi di atas bersifat umum dan dapat bervariasi tergantung lokasi, konsistensi, serta strategi pemasaran yang dijalankan. Baris yang ditandai kuning menunjukkan bisnis dengan rasio modal-keuntungan paling menarik untuk pemula.

Modal Kecil vs Modal Nol, Mana yang Lebih Realistis?

Isu yang sering beredar di media sosial menyebutkan bahwa memulai bisnis harus selalu membutuhkan modal besar. Faktanya, beberapa bisnis dalam daftar di atas benar-benar bisa dimulai dengan modal nol — seperti affiliate marketing, penulis lepas, les privat, dan social media management.

Jadi, sebenarnya pilihan antara modal kecil dan modal nol bukan soal mana yang lebih baik, tapi mana yang lebih sesuai dengan kondisi dan keterampilan yang dimiliki. Berikut perbandingannya:

Aspek Modal Nol Modal Kecil (
Contoh Bisnis Affiliate, penulis lepas, les privat Online shop, pulsa, jualan makanan
Kelebihan Risiko finansial nol, bisa langsung mulai Potensi profit lebih cepat, lebih banyak variasi
Kekurangan Butuh waktu lebih lama untuk scale up Ada risiko rugi meskipun kecil
Rekomendasi Cocok untuk semester awal / belum punya tabungan Cocok jika sudah punya sedikit tabungan / dana darurat

Singkatnya, mulai dari yang paling realistis dengan kondisi saat ini. Tidak perlu memaksakan modal besar di awal — yang terpenting adalah konsistensi dan kemauan untuk terus belajar.

Cara Membagi Waktu antara Kuliah dan Bisnis

Tantangan terbesar mahasiswa yang berbisnis bukan soal modal, tapi manajemen waktu. Tanpa pengelolaan yang baik, bisnis bisa mengganggu performa akademik — atau sebaliknya, kuliah bisa membuat bisnis terbengkalai.

Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:

  1. Prioritaskan jadwal kuliah — blok waktu kuliah, tugas, dan ujian sebagai non-negotiable di kalender. Bisnis mengisi waktu di luar jadwal tersebut.
  2. Gunakan waktu luang secara produktif — jeda antar mata kuliah, waktu menunggu, atau akhir pekan bisa dimanfaatkan untuk mengerjakan orderan atau merespons pelanggan.
  3. Manfaatkan tools digital — aplikasi seperti Google Calendar, Trello, atau Notion membantu mengatur jadwal dan to-do list bisnis secara efisien.
  4. Pilih bisnis yang fleksibel — hindari bisnis yang menuntut kehadiran fisik di jam kuliah. Bisnis online atau jasa yang bisa dikerjakan malam hari lebih realistis.
  5. Tetapkan batas waktu bisnis per hari — misalnya maksimal 3-4 jam per hari untuk bisnis agar tidak mengorbankan waktu belajar.

Nah, kunci utamanya adalah disiplin. Mahasiswa yang berhasil menjalankan bisnis sambil kuliah biasanya bukan yang paling pintar, tapi yang paling konsisten membagi waktu dan energi.

Waspada Penipuan dan Kontak Layanan Penting

Di tengah maraknya peluang bisnis, mahasiswa juga perlu waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan peluang usaha. Modus yang sering terjadi antara lain investasi bodong, skema money game, dan bisnis MLM ilegal yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal.

Berdasarkan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), setiap tawaran investasi atau bisnis keuangan wajib memiliki izin resmi. Berikut kontak layanan dan pengaduan yang bisa dihubungi jika menemukan indikasi penipuan:

  • OJK (Otoritas Jasa Keuangan) — Kontak 157 atau WhatsApp 081-157-157-157 | Website: ojk.go.id
  • Kemendikbudristek — Informasi Program Mahasiswa Wirausaha melalui dikti.kemdikbud.go.id
  • Kemenkominfo — Laporan konten penipuan online melalui aduankonten.id
  • Polisi Siber (Bareskrim Polri) — Laporan penipuan online melalui patrolisiber.id

Jangan pernah menyerahkan uang atau data pribadi (, nomor rekening, PIN) kepada pihak yang tidak jelas legalitasnya. Selalu verifikasi sebelum bergabung dengan program bisnis apapun.

Penutup

Memulai bisnis sejak masih kuliah bukan lagi hal yang mustahil, bahkan dengan keterbatasan modal sekalipun. Dari 23 bisnis yang sudah dibahas, pasti ada setidaknya satu atau dua yang sesuai dengan minat, keterampilan, dan waktu yang tersedia. Yang paling penting bukan menunggu momen sempurna, tapi mulai dari apa yang ada sekarang.

Seluruh informasi estimasi modal dan potensi penghasilan dalam artikel ini bersifat umum berdasarkan kondisi pasar tahun 2025–2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi ekonomi serta kebijakan terbaru dari regulator terkait. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan pihak yang kompeten sebelum mengambil keputusan bisnis.

Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Semoga artikel ini bisa menjadi langkah awal menuju kemandirian finansial. Selamat mencoba dan semoga sukses! 🙏

❓ FAQ — Bisnis Menjanjikan untuk Mahasiswa
Untuk bisnis skala kecil dan belum berbadan hukum, mahasiswa belum diwajibkan memiliki izin usaha. Namun, jika bisnis sudah berkembang dan memiliki omzet signifikan, disarankan untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS) di oss.go.id agar bisnis memiliki legalitas resmi.
Beberapa sumber modal yang bisa dimanfaatkan mahasiswa antara lain: Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dari Kemendikbudristek, hibah kewirausahaan dari kampus, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Kewirausahaan dari Dikti, atau mulai dari bisnis modal nol seperti affiliate marketing dan penulis lepas sambil mengumpulkan modal secara bertahap.
Mahasiswa semester awal disarankan memilih bisnis yang fleksibel dan tidak membutuhkan modal besar, seperti bisnis pulsa dan paket data, les privat, affiliate marketing, atau menjadi penulis lepas. Bisnis-bisnis ini minim risiko dan bisa dijalankan sambil beradaptasi dengan ritme perkuliahan.
Berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku, setiap warga negara yang memiliki penghasilan di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) wajib melaporkan pajaknya. Per 2024, PTKP untuk orang pribadi lajang adalah Rp54 juta per tahun. Jika penghasilan bisnis belum melebihi batas ini, belum ada kewajiban membayar pajak penghasilan, namun tetap disarankan untuk memiliki NPWP sebagai bagian dari pengelolaan keuangan yang baik.
Selalu legalitas perusahaan atau platform melalui situs resmi OJK di ojk.go.id untuk layanan keuangan, atau melalui oss.go.id untuk izin usaha umum. Waspadai tawaran yang menjanjikan keuntungan tidak wajar, meminta transfer uang di awal tanpa kejelasan, atau menggunakan skema rekrutmen berjenjang. Jika menemukan indikasi penipuan, laporkan ke patrolisiber.id atau hubungi OJK di nomor 157.
Beberapa platform populer yang bisa dimanfaatkan antara lain: marketplace (Shopee, Tokopedia, Lazada) untuk online shop, platform freelance (Sribulancer, Fastwork, Fiverr, Upwork) untuk jasa digital, serta media sosial (Instagram, TikTok, Facebook Marketplace) sebagai kanal promosi dan penjualan langsung. Pemilihan platform sebaiknya disesuaikan dengan jenis bisnis dan target pasar.
Muhammad Rizal Veto
Reporter at Desa Karangbendo

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.