PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) baru saja menuntaskan agenda krusial dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Jumat (17/4/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk melakukan penyegaran struktur organisasi sekaligus menetapkan kebijakan pembagian laba bagi para pemegang saham.
Langkah strategis ini mencerminkan komitmen bank dalam memperkuat posisi di pasar keuangan nasional maupun regional. Perubahan jajaran manajemen puncak pun dilakukan guna memastikan akselerasi program pertumbuhan berkelanjutan yang telah dicanangkan sebelumnya.
Perombakan Struktur Kepemimpinan
Dinamika di ruang rapat menghasilkan keputusan besar terkait susunan pengurus perseroan. Perubahan ini melibatkan wajah-wajah baru yang diharapkan mampu membawa perspektif segar dalam operasional perbankan ke depan.
Berikut adalah tahapan perubahan manajemen yang disepakati dalam RUPST 2026:
- Pengangkatan Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid sebagai Presiden Komisaris.
- Penunjukan Dato’ Sri Khairussaleh Ramli dan Dr. Hasnita Dato’ Hashim sebagai Komisaris.
- Pengangkatan Mariana Husin untuk mengisi posisi di jajaran Direksi.
- Pemberhentian masa jabatan Edwin Gerungan sebagai Komisaris dan Ricky Antariksa sebagai Direktur.
- Pengangkatan kembali Hendar sebagai Komisaris Independen dan Effendi sebagai Direktur.
Perlu dicatat bahwa efektivitas dari pengangkatan Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid, Dr. Hasnita Dato’ Hashim, dan Mariana Husin masih menunggu restu final dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selama masa transisi, struktur kepemimpinan akan tetap berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku hingga seluruh persyaratan administratif terpenuhi sepenuhnya.
Alokasi Laba dan Dividen
Selain urusan manajemen, kabar yang paling dinanti oleh investor adalah keputusan mengenai penggunaan laba bersih tahun buku 2025. Maybank Indonesia mencatatkan kinerja keuangan yang solid dengan laba bersih mencapai Rp 1,65 triliun, yang kemudian dialokasikan untuk kepentingan pemegang saham dan penguatan modal.
Berikut adalah rincian alokasi laba bersih tahun buku 2025:
| Komponen Alokasi | Persentase | Nominal |
|---|---|---|
| Dividen Tunai | 35% | Rp 580,07 Miliar |
| Laba Ditahan | 65% | Rp 1,07 Triliun |
Pembagian dividen tunai ini setara dengan Rp 7,61 per lembar saham. Sementara itu, porsi laba ditahan yang mencapai Rp 1,07 triliun akan difokuskan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan, yang nantinya akan menjadi amunisi utama dalam mendukung ekspansi bisnis serta berbagai inisiatif strategis di masa mendatang.
Fokus Strategi Pertumbuhan
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menegaskan bahwa perubahan kepemimpinan ini bukan sekadar rotasi jabatan biasa. Langkah ini merupakan bagian integral dari upaya berkelanjutan untuk menjadikan bank sebagai mitra keuangan regional yang lebih kompetitif.
Sinergi antara jaringan global Maybank dengan pemahaman mendalam mengenai pasar lokal menjadi kunci utama. Dengan struktur manajemen yang baru, perusahaan optimistis dapat mengoptimalkan potensi pertumbuhan sektor keuangan di Indonesia sembari tetap menjaga stabilitas operasional.
Susunan Pengurus Terbaru
Setelah RUPST 2026 resmi berakhir, susunan Dewan Komisaris dan Direksi mengalami perubahan signifikan. Berikut adalah daftar lengkap jajaran pengurus yang kini memegang kendali strategis di Maybank Indonesia:
Dewan Komisaris
- Presiden Komisaris: Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid
- Komisaris: Dato’ Sri Khairussaleh Ramli
- Komisaris: Datuk Lim Hong Tat
- Komisaris Independen: Hendar
- Komisaris Independen: Putut Eko Bayuseno
- Komisaris Independen: Marina R. Tusin
- Komisaris Independen: Daniel James Rompas
- Komisaris: Dr. Hasnita Dato’ Hashim
Direksi
- Presiden Direktur: Steffano Ridwan
- Direktur: Irvandi Ferizal
- Direktur: Effendi
- Direktur: Widya Permana
- Direktur: Bambang Andri Irawan
- Direktur: Shaiful Adhli Yazid
- Direktur: Yessika Effendi
- Direktur: Romy Hardiansyah
- Direktur: Bianto Surodjo
- Direktur: Mariana Husin
Dewan Pengawas Syariah
- Ketua: M. Sa’ad Ih
- Anggota: Sodikun
- Anggota: Ahmad Satori
Perubahan ini diharapkan menjadi katalisator bagi performa perusahaan di tahun-tahun mendatang. Dengan pondasi modal yang kuat dari laba ditahan dan arahan baru dari jajaran komisaris serta direksi, Maybank Indonesia tampak bersiap menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
Disclaimer: Data, informasi, dan jadwal yang tercantum dalam artikel ini merujuk pada hasil RUPST per tanggal 17 April 2026. Keputusan terkait dividen, perubahan manajemen, dan efektivitas jabatan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan internal perusahaan serta regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Investasi saham memiliki risiko, sehingga disarankan untuk selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan finansial.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.






