Beranda » Ekonomi Bisnis » BBCA dan BBNI Gelontorkan Dana Triliunan, Saham Bank Ini Diprediksi Melesat Naik Pasca-Buyback

BBCA dan BBNI Gelontorkan Dana Triliunan, Saham Bank Ini Diprediksi Melesat Naik Pasca-Buyback

Dua besar, PT Tbk (BBCA) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), tengah menjadi sorotan setelah mengumumkan rencana buyback saham. Langkah ini diambil menyusul persetujuan dalam Rapat Umum Tahunan (RUPST) yang digelar masing-masing pekan lalu. Buyback senilai triliunan ini diproyeksikan bisa memberikan sentimen positif terhadap harga saham kedua bank tersebut di pasar modal.

Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment di Pilarmas Investindo Sekuritas, aksi buyback merupakan langkah strategis yang umum dilakukan emiten untuk menjaga stabilitas harga saham. Dalam jangka pendek, langkah ini bisa mendorong kenaikan harga saham. Namun, Nico juga mengingatkan bahwa sentimen global, terutama ketegangan , masih bisa memengaruhi pergerakan secara keseluruhan.

Dua Emiten Big Banks Gelar Buyback Saham

Buyback yang dilakukan BBCA dan BBNI bukan hanya sekadar langkah biasa. Ini adalah sinyal kuat bahwa kedua bank memiliki fundamental yang solid serta likuiditas yang memadai. Investor pun melihat langkah ini sebagai bentuk optimisme manajemen terhadap prospek bisnis ke depan.

1. Buyback BBCA Senilai Rp 5 Triliun

Bank Central Asia (BBCA) mengumumkan rencana buyback saham senilai Rp 5 triliun. Angka ini tergolong besar dan menunjukkan komitmen BCA untuk menjaga performa sahamnya tetap stabil di tengah volatilitas pasar. Buyback ini diharapkan bisa meningkatkan saham serta memberikan keuntungan langsung bagi pemegang saham yang tersisa.

2. Buyback BBNI Senilai Rp 905 Miliar

Sementara itu, Bank Negara Indonesia (BBNI) juga akan melakukan buyback, meski dalam nilai yang lebih kecil, yakni Rp 905 miliar. Meski nominalnya lebih rendah dibandingkan BBCA, langkah ini tetap dianggap penting sebagai upaya untuk meningkatkan kepercayaan investor dan memperkuat posisi saham di pasar.

Dampak Buyback Saham terhadap Harga Pasar

Buyback saham bukan hanya soal perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri. Ada sejumlah dampak yang bisa dirasakan, baik oleh perusahaan maupun investor.

Baca Juga:  Prudential Syariah Pastikan Bisnis Asuransi Umrah Aman Meski Ada Ketegangan di Timur Tengah

1. Meningkatkan Nilai Saham

Salah satu dampak langsung dari buyback adalah peningkatan nilai saham. Dengan jumlah saham yang beredar berkurang, nilai per saham cenderung naik. Ini karena laba per saham (EPS) meningkat, yang menarik minat investor jangka pendek maupun jangka panjang.

2. Sinyal Optimisme Manajemen

Buyback juga sering dianggap sebagai sinyal bahwa manajemen perusahaan merasa sahamnya saat ini undervalued atau terlalu murah dibandingkan nilai sebenarnya. Ini menunjukkan keyakinan terhadap prospek bisnis ke depan.

3. Meningkatkan Return bagi Pemegang Saham

Selain potensi kenaikan harga saham, buyback juga bisa memberikan return langsung kepada pemegang saham. Alih-alih membagikan dividen, perusahaan memilih mengembalikan nilai kepada investor melalui peningkatan nilai saham.

Bagaimana Respons Pasar terhadap Buyback Ini?

Meski secara teori buyback memberikan dampak positif, kenyataan di pasar bisa berbeda. Pada penutupan perdagangan Jumat (13//2026), saham BBCA dan BBNI justru berada di zona merah. BBCA ditutup di level Rp 6.875 per saham, sedangkan BBNI berada di level Rp 4.240 per saham.

Tabel Pergerakan Saham BBCA dan BBNI

Emiten Harga Penutupan (13/3/2026) Perubahan (%)
BBCA Rp 6.875 -0,36%
BBNI Rp 4.240 -0,93%

Meski demikian, Nico menilai bahwa koreksi harga ini bisa menjadi peluang bagi investor untuk masuk. Namun, ia tetap menyarankan untuk tidak terburu-buru dan mengamati perkembangan lebih lanjut, terutama mengingat sentimen global yang masih belum stabil.

Strategi Buyback yang Efektif

Nico menyarankan agar buyback dilakukan secara bertahap. Dengan pendekatan ini, perusahaan bisa menghindari lonjakan harga yang terlalu cepat dan tidak berkelanjutan. Buyback bertahap juga memungkinkan manajemen untuk membeli saham pada harga yang lebih rasional, tanpa terjebak pada level yang terlalu tinggi.

1. Buyback Bertahap

Melakukan buyback secara bertahap memungkinkan perusahaan untuk tetap fleksibel dalam menghadapi fluktuasi pasar. Ini juga menghindari tekanan likuiditas yang terlalu besar dalam waktu singkat.

Baca Juga:  OJK Prediksi Peningkatan Positif Pembiayaan Paylater oleh Perusahaan Pembiayaan pada 2026

2. Evaluasi Berkala

Perusahaan perlu melakukan evaluasi berkala terhadap dampak buyback. Ini penting untuk memastikan bahwa langkah ini memberikan manfaat maksimal bagi pemegang saham dan tidak hanya menjadi alat untuk memanipulasi harga saham.

Apa Kata Analis?

Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas menilai bahwa buyback yang dilakukan oleh BBCA dan BBNI merupakan langkah strategis yang tepat. Terlebih lagi, kedua bank ini memiliki posisi keuangan yang kuat dan prospek bisnis yang baik di tengah perbankan nasional yang relatif stabil.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa investor harus tetap waspada. Meski buyback bisa memberikan sentimen positif jangka pendek, sentimen global seperti ketegangan geopolitik dan kenaikan suku bunga masih bisa memengaruhi pasar saham secara keseluruhan.

Penutup

Buyback saham oleh BBCA dan BBNI memang menjadi kabar baik bagi investor. Langkah ini tidak hanya meningkatkan nilai saham, tapi juga memberikan sinyal kuat tentang kesehatan finansial perusahaan. Namun, tetap penting untuk tidak terjebak pada ekspektasi instan. Pasar saham tetap memerlukan pendekatan jangka panjang dan analisis yang matang sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham.

Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan pasar dan kebijakan perusahaan. Harga saham dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi makro ekonomi dan sentimen pasar global.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Karangbendo

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.