Bank Indonesia resmi meluncurkan program AKSI KLIK (Aksi Kuatkan Literasi dan Inklusi Keuangan untuk Kesejahteraan) sebagai bagian dari upaya mempercepat agenda literasi dan inklusi keuangan nasional. Peluncuran ini diiringi dengan rilis tiga buku panduan literasi keuangan digital dan gerakan AKU BISA SEJAHTERA yang bertujuan meningkatkan akses pembiayaan UMKM melalui edukasi dan business matching.
Langkah ini diambil seiring dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang menunjukkan inklusi keuangan nasional mencapai 92,74 persen, namun masih perlu ditingkatkan untuk mencapai target 98 persen pada 2045. Di sisi lain, tingkat literasi keuangan baru mencapai 66,46 persen, menandakan adanya kesenjangan yang perlu segera diatasi.
Memperkuat Literasi Keuangan Digital
Penguatan literasi keuangan menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya mengakses layanan keuangan, tetapi juga bisa melindungi diri dari risiko digital seperti pinjaman online ilegal dan penipuan. BI menyadari bahwa digitalisasi pembayaran yang semakin pesat, seperti penggunaan QRIS dan BI-Fast, harus diimbangi dengan pemahaman yang baik.
1. Peluncuran Tiga Buku Panduan Literasi Keuangan Digital
BI merilis tiga buku yang menjadi bagian dari strategi edukasi literasi keuangan digital:
-
Buku Strategi dan Program Edukasi dalam rangka Literasi Keuangan Digital Menuju Kesejahteraan Keuangan
Buku ini menjadi panduan utama dalam merancang program edukasi keuangan digital yang berkelanjutan dan berdampak. -
Modul Edukasi Keuangan Digital untuk Pelatihan Tingkat Dasar
Dirancang untuk pelatih dan fasilitator di daerah, modul ini membantu menyebarkan pemahaman dasar keuangan digital secara luas dan mudah dipahami. -
Pedoman Implementasi Model Bisnis UMKM Berkelanjutan: Aksi Mitigasi
Fokus pada pengelolaan keuangan UMKM yang sehat dan berkelanjutan, buku ini memberikan panduan praktis agar pelaku usaha bisa bertahan dan berkembang di tengah persaingan digital.
2. Sinergi Antarlembaga untuk Percepatan Literasi
Literasi keuangan bukan tanggung jawab BI saja. Diperlukan kolaborasi lintas sektor agar pesan edukasi bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Program AKSI KLIK dirancang untuk melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, komunitas UMKM, dan pelaku industri keuangan.
Mendorong Inklusi Keuangan UMKM
Selain edukasi, BI juga memperluas akses keuangan bagi pelaku UMKM melalui gerakan AKU BISA SEJAHTERA. Inisiatif ini menggabungkan business matching dan edukasi keuangan untuk memberikan solusi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha kecil.
1. Business Matching untuk Akses Pembiayaan
Business matching menjadi salah satu pilar utama AKU BISA SEJAHTERA. Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM bisa bertemu langsung dengan lembaga pembiayaan, seperti bank dan lembaga keuangan mikro. Tujuannya jelas: mempercepat proses akses modal kerja yang selama ini menjadi kendala utama pengembangan usaha.
2. Edukasi Keuangan untuk Kemandirian UMKM
UMKM yang memiliki literasi keuangan yang baik cenderung lebih disiplin dalam pengelolaan keuangan dan lebih mudah mendapatkan pinjaman dari lembaga formal. Edukasi yang diberikan meliputi:
- Manajemen keuangan sederhana
- Pemilihan produk keuangan yang sesuai
- Penggunaan teknologi pembayaran digital
- Identifikasi dan mitigasi risiko keuangan
3. Pemanfaatan QRIS dan BI-Fast
QRIS dan BI-Fast menjadi alat bantu penting dalam mempercepat transaksi digital UMKM. Saat ini, jumlah pengguna QRIS sudah mencapai hampir 60 juta, dengan 50 juta di antaranya adalah pelaku UMKM. Namun, penggunaan teknologi ini harus diimbangi dengan pemahaman agar tidak menjadi celah bagi kejahatan digital.
Tantangan dan Peluang di Era Digital
Perkembangan ekosistem digital di Indonesia membuka peluang besar bagi UMKM untuk berkembang. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi keuangan dan kurangnya akses ke lembaga formal masih menjadi penghambat.
| Indikator | Target 2045 | Capaian 2025 |
|---|---|---|
| Inklusi Keuangan | 98% | 92,74% |
| Literasi Keuangan | 80% | 66,46% |
Catatan: Data bersifat estimasi berdasarkan SNLIK 2025 dan RPJPN 2025–2045. Angka dapat berubah seiring evaluasi kebijakan dan perkembangan ekosistem keuangan nasional.
Strategi Jangka Panjang AKSI KLIK
Program AKSI KLIK tidak hanya berjalan jangka pendek. BI telah merancang strategi jangka panjang yang melibatkan berbagai pihak untuk memastikan dampaknya berkelanjutan.
1. Penguatan Infrastruktur Edukasi
Pembangunan pusat edukasi keuangan di berbagai daerah menjadi prioritas. Pusat ini akan menjadi titik temu antara pelaku usaha dan lembaga keuangan serta tempat pelatihan rutin.
2. Digitalisasi Materi Edukasi
Materi edukasi akan dikemas dalam bentuk digital yang mudah diakses melalui aplikasi dan platform online. Ini penting untuk menjangkau generasi milenial dan Gen Z yang lebih nyaman dengan teknologi.
3. Monitoring dan Evaluasi Berkala
BI akan melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas program AKSI KLIK. Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar penyempurnaan strategi ke depannya.
Harapan dan Dampak yang Diharapkan
Dengan AKSI KLIK, BI berharap mampu menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Khususnya bagi pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
1. Meningkatkan Financial Well-Being Masyarakat
Masyarakat yang literat secara keuangan akan lebih mampu membuat keputusan finansial yang tepat, mengelola risiko, dan merencanakan masa depan dengan lebih baik.
2. Mendorong Pertumbuhan UMKM yang Sehat
UMKM yang memiliki akses keuangan dan literasi yang baik akan lebih tahan terhadap guncangan ekonomi dan mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
3. Mempercepat Transformasi Digital Ekonomi
Digitalisasi pembayaran yang didukung oleh literasi keuangan akan mempercepat adopsi teknologi di kalangan pelaku usaha kecil, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital Indonesia.
Kesimpulan
AKSI KLIK adalah langkah nyata dari BI untuk menjawab tantangan literasi dan inklusi keuangan di tengah percepatan digitalisasi. Program ini tidak hanya soal edukasi, tetapi juga akses dan pemberdayaan. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan mengedepankan pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan UMKM, BI berharap langkah ini bisa menjadi fondasi kuat menuju kesejahteraan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Disclaimer: Data dan target dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi resmi BI dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan kebijakan dan kondisi ekonomi nasional.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
