Pengajuan kredit lewat digital kini jadi pilihan utama banyak nasabah. Tren ini nggak cuma dimanfaatin bank digital, tapi juga bank konvensional yang mulai ngegas soal transformasi digital. Dari aplikasi kredit instan sampai proses persetujuan yang bisa selesai dalam satu hari, layanan digital bikin akses kredit makin praktis dan cepat.
Bank-bank besar kayak Mandiri, BTN, sampai BCA pun ikutan catat pertumbuhan pengajuan kredit lewat platform digital mereka. Ini bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga adaptasi terhadap kebiasaan baru masyarakat yang makin nyaman urus segala sesuatu secara online.
Bank Konvensional Dorong Kredit Digital
Perubahan perilaku nasabah, terutama generasi milenial, jadi salah satu pendorong utama bank konvensional untuk terus mengembangkan layanan digital. Mereka nggak mau ketinggalan dari bank digital yang memang lahir dengan basis online.
1. Bank Mandiri Tingkatkan Fitur di Livin’ by Mandiri
Livin‘ by Mandiri jadi salah satu platform andalan Mandiri untuk menyalurkan kredit secara digital. Aplikasi ini dulunya cuma dipakai buat transaksi harian, tapi kini udah berkembang jadi pusat layanan pembiayaan.
Fitur-fitur kredit di Livin’ terus diperluas. Mulai dari Power Cash buat kebutuhan konsumtif, Livin’ Auto buat kredit kendaraan, sampai Livin’ KPR untuk pembiayaan properti. Semua bisa diakses langsung dari aplikasi tanpa ribet.
- Power Cash naik 1,2x lipat secara tahunan
- Livin’ Auto melonjak hingga 160x lipat di semester II 2025
- Livin’ KPR tumbuh 7x lipat di periode yang sama
2. BTN Genjot Kredit Digital Lewat Bale by BTN
BTN juga nggak mau kalah. Mereka punya super app Bale by BTN yang menyediakan berbagai layanan kredit secara digital. Nasabah bisa simulasi kredit, pilih properti, sampai ajukan kredit tanpa datang ke cabang.
Pada Januari 2026, pengajuan kredit digital BTN udah nyentuh angka 4.000 aplikasi. Itu naik lebih dari 11% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong terutama oleh milenial yang pengen proses cepat dan transparan.
Produk unggulan BTN di platform digital antara lain:
- Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
- Kredit Pemilikan Apartemen (KPA)
- Kredit Usaha Rakyat (KUR)
- Kredit Ringan dengan cicilan fleksibel
- Kredit Agunan Rumah (KAR)
3. BCA Optimalkan MyBCA untuk Akses Kredit
BCA juga punya strategi sendiri lewat aplikasi myBCA. Nasabah bisa ajukan berbagai jenis kredit, mulai dari KKB, kartu kredit, sampai Paylater. Salah satu yang paling diminati adalah KPR digital.
Total kredit BCA di Januari 2026 tumbuh 6,26% jadi Rp 948,96 triliun. Ini menunjukkan bahwa layanan digital berkontribusi besar terhadap pertumbuhan kredit ritel BCA.
Faktor Pendorong Kredit Digital Naik
1. Kemudahan dan Kecepatan Proses
Salah satu alasan utama masyarakat milih kredit digital adalah prosesnya yang lebih cepat dan praktis. Banyak bank udah menyediakan fitur same day approval, jadi nasabah bisa langsung dapat keputusan kredit dalam satu hari.
2. Preferensi Generasi Milenial
Milenial lebih suka urusan keuangan lewat digital. Mereka pengen semua bisa dilakukan dari HP, termasuk pengajuan kredit. Bank pun harus adaptasi dengan kebiasaan ini biar nggak kehilangan pasar.
3. Fitur Lengkap dalam Satu Aplikasi
Bukan cuma ajukan kredit, aplikasi digital juga bisa dipakai simulasi cicilan, cek limit, sampai tracking status pengajuan. Semua dalam satu tempat, jadi lebih efisien.
Strategi Bank Dorong Pertumbuhan Kredit Digital
1. Tingkatkan User Experience
Bank-bank besar terus menyempurnakan tampilan dan fitur aplikasi biar lebih user-friendly. Proses pengajuan dibuat semudah mungkin, bahkan buat pemula sekalipun.
2. Digitalisasi End-to-End
Dari pengajuan, verifikasi, sampai persetujuan kini bisa dilakukan 100% digital. Ini bikin waktu proses jauh lebih cepat dan efisien.
3. Program Promosi dan Edukasi
Banyak bank yang ngasih promo biaya admin gratis atau cicilan ringan buat nasabah yang ajukan kredit lewat digital. Selain itu, edukasi digital juga terus digencarkan biar masyarakat lebih paham manfaat layanan ini.
Perbandingan Capaian Kredit Digital Bank-Bank Besar
| Bank | Platform Digital | Pertumbuhan Pengajuan (YoY) | Fitur Unggulan |
|---|---|---|---|
| Bank Mandiri | Livin’ by Mandiri | 7% | Livin’ Auto, Livin’ KPR, Power Cash |
| BTN | Bale by BTN | 11% | KPR digital, KUR, KPA |
| BCA | myBCA | 6,26% | KKB, KPR digital, Paylater |
Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan internal bank dan kondisi makroekonomi.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meski pertumbuhan kredit digital terus naik, bank tetap harus siap hadapi tantangan. Mulai dari keamanan data, regulasi, sampai persaingan dengan fintech dan bank digital yang makin agresif.
Tapi di sisi lain, peluangnya juga besar. Semakin banyak masyarakat yang terbiasa dengan layanan digital, semakin besar potensi kredit digital tumbuh. Apalagi dengan infrastruktur digital yang makin matang dan dukungan pemerintah terhadap transformasi digital.
Bank konvensional yang bisa seimbangkan antara layanan digital dan kepercayaan nasabah punya peluang besar untuk terus bertumbuh di era digital ini. Yang penting, mereka tetap inovatif dan responsif terhadap kebutuhan nasabah yang terus berubah.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.




