Beranda » Ekonomi Bisnis » Upaya Mempercepat Penyaluran Kredit Lewat Optimalisasi Transmisi Suku Bunga Perbankan

Upaya Mempercepat Penyaluran Kredit Lewat Optimalisasi Transmisi Suku Bunga Perbankan

Bank Indonesia mencatat adanya penurunan suku sebagai dari kebijakan penurunan suku bunga acuan atau rate yang dilakukan sejak setahun terakhir. Berdasarkan data per Januari 2026, suku bunga kredit baru tercatat turun sebesar 75 basis poin, sementara suku bunga kredit secara keseluruhan atau existing baru mengalami penurunan sebesar 40 basis poin menjadi 8,8 persen dari posisi 9,2 persen pada awal 2025.

Disclaimer: Seluruh data angka, persentase, dan proyeksi dalam laporan ini bersifat dinamis serta dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kebijakan moneter, kondisi pasar keuangan, dan laporan terbaru dari otoritas terkait.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menjelaskan bahwa meskipun transmisi ke suku bunga kredit existing tergolong lambat jika dibandingkan penurunan BI rate sebesar 125 basis poin, kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial atau KLM interest channel mulai menunjukkan hasil. Kebijakan ini memberikan insentif berdasarkan kemampuan bank dalam menyesuaikan suku bunga kredit baru dengan BI rate. Hingga saat ini, realisasi insentif KLM interest channel telah mencapai 69,6 triliun Rupiah dalam waktu kurang dari dua bulan.

Menurut pihak Bank Indonesia, masih tersedia ruang tambahan insentif sekitar 0,7 persen dari jumlah Giro Wajib Minimum yang dapat dimanfaatkan oleh perbankan. Bank Indonesia terus mendorong perbankan untuk mempercepat transmisi suku bunga guna meningkatkan permintaan dan penyaluran kredit secara lebih signifikan di masa mendatang.

Baca Juga:  Pertumbuhan Kredit BNI Capai 20,1% dan Laba Bersih Naik 5% Selama Kuartal I Tahun 2026

Presiden Direktur KB Bank Kunardy Lie mengungkapkan bahwa segmen kredit korporasi dan modal cenderung lebih cepat dalam menyesuaikan suku bunga karena faktor negosiasi volume besar dan persaingan ketat antar bank di segmen wholesales. Sebaliknya, suku bunga dinilai paling lambat turun karena sifatnya yang cenderung stagnan atau sticky. Kunardy menyebutkan beberapa faktor penghambat transmisi suku bunga meliputi yang belum turun sepenuhnya serta langkah bank dalam menjaga margin untuk antisipasi risiko kredit dan pencadangan.

Senada dengan hal tersebut, Presiden Direktur CIMB Niaga menyatakan bahwa penyesuaian bunga kredit di instansinya dilakukan dengan mempertimbangkan hubungan total dengan nasabah. Lani menambahkan bahwa hampir semua jenis kredit telah mengalami penyesuaian suku bunga, kecuali pada sektor kredit konsumsi. Perbankan tetap bersikap hati-hati dalam melakukan penyesuaian bunga secara agresif dengan tetap memantau kondisi kualitas serta tren bermasalah atau non performing loan.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Desa Karangbendo

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.