PT Gadai ValueMax Indonesia melaporkan lonjakan pencairan pinjaman hingga 770 persen menjelang Ramadan 2026 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Direktur Operasional PT Gadai ValueMax Indonesia, Suyatno, menyatakan bahwa fenomena ini merupakan tren tahunan karena meningkatnya kebutuhan dana tunai masyarakat untuk konsumsi dan keperluan mendadak menjelang Idulfitri. Meskipun pencairan naik signifikan, angka pelunasan juga tercatat melonjak hingga 942 persen secara tahunan karena nasabah cenderung melunasi pinjaman setelah mendapatkan tambahan pendapatan seperti Tunjangan Hari Raya.
Sekitar 95 persen barang jaminan di ValueMax saat ini didominasi oleh emas. Menurut Suyatno, emas tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk mendapatkan dana cepat dalam waktu singkat. Kondisi harga emas yang bergerak mendatar tidak terlalu memengaruhi minat masyarakat karena tujuan utama gadai adalah untuk likuiditas mendesak, bukan spekulasi harga. Di kota besar, pola nasabah biasanya melunasi jaminan perhiasan untuk dipakai saat mudik dan akan menggadaikannya kembali sebagai modal usaha setelah masa Lebaran usai.
Di sisi lain, perusahaan pergadaian milik negara, PT Pegadaian, juga mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 13,28 persen secara tahun berjalan hingga 17 Februari 2026. Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur, mengungkapkan bahwa nilai pinjaman yang beredar meningkat sebesar 17 triliun rupiah menjadi 143 triliun rupiah. Produk Gadai KCA atau Rahn menjadi kontributor terbesar dengan nilai mencapai 108,9 triliun rupiah atau sekitar 76 persen dari total pinjaman yang disalurkan.
Untuk memanfaatkan momentum ini, perusahaan pergadaian menyiapkan berbagai program pemasaran. PT Gadai ValueMax Indonesia melaksanakan kegiatan sosial Ramadan, sementara PT Pegadaian meluncurkan program Gempita Ramadan dan Berkah Lebaran yang tersedia di seluruh gerai pada periode Februari hingga Maret 2026. Dominasi emas sebagai jaminan utama dalam periode ini memperkuat posisi logam mulia tersebut sebagai aset likuid yang paling diandalkan masyarakat saat menghadapi kebutuhan musiman dalam skala besar.
Disclaimer: Seluruh data keuangan, angka pertumbuhan, dan jadwal program dalam laporan ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan perusahaan serta kondisi pasar. Informasi ini bersumber dari laporan operasional hingga Februari 2026 dan bersifat referensi berdasarkan situasi pada waktu tersebut.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
