Beranda » Ekonomi Bisnis » Pasca Rampungkan Buyback 16,37 Juta Saham, BNI Catat Kenaikan Harga dan PBV yang Signifikan

Pasca Rampungkan Buyback 16,37 Juta Saham, BNI Catat Kenaikan Harga dan PBV yang Signifikan

PT Negara Indonesia Tbk (BBNI) secara resmi mengumumkan telah menyelesaikan program pembelian kembali saham atau buyback. Informasi tersebut disampaikan oleh Corporate Secretary BNI, , dalam laporan di pada Jumat, 20 2026. Berdasarkan laporan tersebut, total jumlah saham yang telah dibeli kembali oleh perseroan mencapai 16.377.700 saham.

Pelaksanaan buyback ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar pada 26 Maret 2025. Dalam rapat tersebut, BNI mendapatkan persetujuan untuk melakukan pembelian kembali saham dengan alokasi dana maksimal sebesar Rp 1,5 triliun, termasuk biaya terkait, dengan tetap mematuhi peraturan perundang-undangan serta perizinan yang berlaku.

Okki Rushartomo menjelaskan bahwa pelaksanaan program buyback ini tidak memberikan pengaruh negatif terhadap kegiatan operasional maupun pertumbuhan perusahaan. Pihak manajemen menegaskan bahwa BNI memiliki permodalan serta arus kas yang sangat memadai untuk mendukung seluruh kegiatan usaha sekaligus membiayai aksi korporasi tersebut.

Lebih lanjut, Okki memaparkan bahwa aksi buyback ini justru memperkuat kepercayaan investor terhadap perusahaan. Hal ini terlihat dari peningkatan valuasi saham BNI, di mana rasio price to book value (PBV) naik dari 0,98 kali pada Maret 2025 menjadi 1,01 kali pada 4 Februari 2026. Pada periode yang sama, harga di pasar juga mengalami kenaikan dari Rp 4.250 per saham menjadi Rp 4.630 per saham.

Baca Juga:  Peningkatan DPK Rumah Tangga di 2026 Menjadi Indikator Kuat Pemulihan Daya Beli Nasional

Setelah proses pembelian kembali selesai, saham-saham tersebut akan disimpan sebagai saham treasuri (treasury stock). Rencananya, saham tersebut akan dialihkan untuk program kepemilikan saham bagi pegawai serta jajaran direksi dan dewan komisaris sebagai bentuk remunerasi berbasis kinerja. Pengalihan ini akan dilakukan dengan tetap mengikuti arahan dan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Disclaimer: operasional, nilai valuasi, , dan kebijakan perusahaan dalam berita ini dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar , regulasi pemerintah, serta keputusan internal emiten. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor dengan mempertimbangkan segala risiko yang ada.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Desa Karangbendo

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.