JAKARTA – Pusat data telah menjadi infrastruktur vital yang mendukung kelancaran pelayanan publik, transformasi digital, hingga penyimpanan data di Indonesia. Mengingat fungsinya yang strategis, keamanan pusat data kini menjadi prioritas utama guna memastikan operasional berjalan tanpa henti atau zero downtime. Melalui keterangan resmi pada Sabtu, 21 Februari 2026, Country Manager Axis Communications Johny Dermawan menjelaskan bahwa tantangan pusat data tidak hanya terbatas pada sisi digital, tetapi juga mencakup aspek fisik dan material.
Johny mengungkapkan terdapat dua kategori risiko utama yang dihadapi pusat data, yakni risiko makro dan operasional. Pada tingkat makro, tantangan meliputi biaya pasokan listrik, inflasi, ketersediaan tenaga kerja ahli, kondisi geopolitik, hingga perubahan rantai pasok global. Sementara itu, dari sisi operasional, ancaman yang muncul mencakup gangguan akses ilegal, keselamatan karyawan, penyamaran untuk tujuan kriminal, hingga serangan siber yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani sejak tahap awal perancangan.
Guna mengantisipasi ancaman tersebut, Johny menekankan pentingnya penerapan sistem keamanan terintegrasi melalui pendekatan berlapis yang terdiri dari enam kombinasi pengamanan. Mengingat pusat data seringkali memiliki area perimeter yang luas, risiko penyusupan menjadi ancaman utama yang harus diredam. Penggunaan teknologi kamera termal dan visual multi sensor yang dikombinasikan dengan sistem radar serta solusi audio dianggap sebagai garis pertahanan yang kuat untuk menjaga keamanan area luar secara komprehensif.
Sebagai informasi tambahan, pertumbuhan pusat data di Indonesia saat ini terus meningkat seiring dengan tingginya kebutuhan akan komputasi awan dan kecerdasan buatan. Hal ini menuntut pengelola untuk tidak hanya berfokus pada keamanan fisik, tetapi juga pada efisiensi energi. DISCLAIMER: Data dan informasi teknis mengenai sistem keamanan serta kondisi pasar dapat berubah sewaktu waktu sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebijakan pemerintah yang berlaku. Laporan ini disusun berdasarkan informasi yang tersedia pada saat artikel ditulis.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.
