PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI berencana menerbitkan instrumen utang baru berupa Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I SMI Tahap II pada kuartal I 2026. Nilai indikasi penerbitan obligasi tersebut ditetapkan sebesar Rp 300 miliar.
Langkah ini dilakukan guna menggantikan sumber pendanaan dari Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I SMI Tahap I tahun 2025 Seri A senilai Rp 465 miliar yang dijadwalkan jatuh tempo pada 18 Juli 2026. Manajemen SMI menyatakan bahwa seluruh dana hasil penerbitan ini akan digunakan sesuai dengan ketentuan dalam Sustainable Funding Framework yang telah diterbitkan perusahaan pada tahun 2025.
Penerbitan obligasi tematik berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ini diproyeksikan dapat menekan selisih imbal hasil terhadap obligasi pemerintah. Manajemen menilai minat investor terhadap obligasi tematik cukup tinggi karena ketersediaan instrumen sejenis di pasar Indonesia masih terbatas. Selain memperluas basis investor institusi, instrumen ini juga diklaim mampu meningkatkan transparansi serta kredibilitas perusahaan melalui verifikasi oleh ahli keberlanjutan independen.
Sebagai lembaga Special Mission Vehicle di bawah Kementerian Keuangan, SMI menetapkan sejumlah inisiatif strategis pada tahun 2026. Fokus utama perusahaan meliputi penerapan kajian Environmental and Social Due Diligence berbasis Environmental and Social Safeguards pada seluruh proyek pembiayaan. SMI juga menargetkan peningkatan portofolio pembiayaan di sektor energi terbarukan, transportasi rendah karbon, serta penyediaan air bersih dan sanitasi.
Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen SMI dalam mendukung strategi energi nasional dan target karbon netral pada tahun 2028. Perusahaan juga berencana meningkatkan porsi pendanaan tematik melalui pinjaman bank dan lembaga keuangan lainnya di masa mendatang.
Terkait kinerja keuangan, SMI menargetkan pertumbuhan portofolio pembiayaan di atas satu digit pada tahun 2026. Hingga pertengahan 2025, perusahaan mencatatkan saldo piutang pembiayaan sebesar Rp 91,7 triliun dengan komitmen total mencapai Rp 152,6 triliun. Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah netto pada level 0,4 persen.
Disclaimer: Data indikatif mengenai nilai penerbitan, jadwal, dan target keuangan bersifat proyeksi yang dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar, kebijakan pemerintah, serta keputusan manajemen perusahaan di masa mendatang. Pengguna informasi diharapkan merujuk pada dokumen resmi perusahaan secara berkala.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
