Chief Executive Officer Standard Chartered Indonesia Donny Donosepoetro menilai pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 masih menunjukkan kestabilan namun dibayangi oleh lonjakan ketidakpastian yang signifikan. Dalam webinar bertema Economic Outlook 2026 yang diselenggarakan oleh OJK Institute pada Kamis, 19 Februari 2026, Donny menyebutkan bahwa kondisi saat ini ibarat ketenangan yang menyimpan berbagai risiko besar di bawah permukaan.
Proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto global diperkirakan bertahan pada angka 3,3 persen. Meski secara angka makroekonomi terlihat relatif terkendali, Donny memperingatkan adanya risiko laten yang terus membesar. Faktor pemicu meningkatnya ketidakpastian tersebut meliputi eskalasi tensi geopolitik, potensi koreksi di pasar keuangan global, hingga dinamika perpolitikan di Amerika Serikat yang berdampak luas.
Donny menjelaskan bahwa akumulasi dari berbagai faktor tersebut menciptakan persepsi bahwa tingkat ketidakpastian saat ini berada pada level tertinggi. Salah satu indikator yang memperkuat pandangan ini adalah Bloomberg Global Economic Uncertainty Index yang telah menyentuh posisi puncaknya dalam 20 tahun terakhir. Hal tersebut membuat arah pergerakan ekonomi dunia menjadi semakin sulit untuk diprediksi secara akurat.
Berdasarkan pengamatannya saat menghadiri World Economic Forum di Davos, Donny menangkap adanya kecemasan kolektif di antara pelaku pasar, pembuat kebijakan, dan pemimpin bisnis dunia. Isu utama yang berkembang kini tidak lagi hanya terbatas pada perang dagang, melainkan adanya ketakutan bawah sadar bahwa peristiwa luar biasa apa pun bisa terjadi sewaktu waktu sehingga batasan risiko konvensional dianggap sudah tidak berlaku lagi.
Menghadapi situasi tersebut, Donny menekankan pentingnya pembaruan dalam pendekatan manajemen risiko bagi para pelaku ekonomi. Jika sebelumnya dunia usaha cenderung hanya mengantisipasi kejadian langka yang berdampak besar atau black swan event, kini spektrum risiko dinilai jauh lebih luas dan kompleks. Penting untuk diperhatikan bahwa data ekonomi, proyeksi angka pertumbuhan, serta indeks ketidakpastian dapat berubah sewaktu waktu mengikuti perkembangan dinamika pasar dan situasi geopolitik global terbaru.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.
