JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) mencapai 68,61% secara tahunan (year on year/YoY) hingga November 2025, didorong oleh kebutuhan pembiayaan alternatif di tengah dinamika ekonomi rumah tangga.
“Tahun 2025 merupakan tahun yang berat bagi ekonomi masyarakat kita. Kebutuhan naik, namun pendapatan tidak naik. Permintaan barang juga lesu. Alhasil, kebutuhan akan pembiayaan meningkat cukup tajam,” ujar Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda pada Senin (16/2/2026). Dalam situasi tersebut, ia menilai perbankan justru melakukan pengetatan pembiayaan secara cukup masif, sehingga mendorong masyarakat mencari sumber pembiayaan alternatif di luar perbankan.
Berdasarkan data OJK, penyaluran pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan telah mencapai Rp 11,24 triliun pada November 2025. “Salah satu yang menjadi pilihan adalah layanan BNPL, termasuk bagi masyarakat yang memenuhi kebutuhan primer, sekunder, hingga tersier. Kebutuhan masyarakat juga macam-macam, mulai dari sandang pangan, hingga tiket konser,” jelas Nailul.
Ia menambahkan bahwa karakteristik pengguna layanan ini kini semakin beragam dan tidak lagi identik dengan segmen anak muda saja. “Karakteristik nasabah BNPL juga sudah mulai beragam. Tidak hanya untuk anak muda, orang dewasa juga sudah menggunakan BNPL untuk memenuhi kebutuhannya. Semakin merata orang yang membutuhkan layanan BNPL,” katanya.
Memasuki tahun 2026, Nailul memperkirakan permintaan BNPL akan mulai melandai, meski pertumbuhannya diproyeksikan masih relatif lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pembiayaan perbankan. Sementara itu, kualitas pembiayaan BNPL juga menunjukkan perbaikan. Tingkat non performing financing (NPF) gross layanan BNPL tercatat sebesar 2,78% per November 2025, membaik dibandingkan posisi Oktober 2025 yang sebesar 2,79%.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
