InJourney Holding resmi memulai pemetaan potensi wisata Banyuwangi selama 11 hingga 13 Februari 2026 sebagai langkah awal pengembangan destinasi berbasis ekosistem terintegrasi.
Tim ahli holding BUMN pariwisata tersebut meninjau langsung sejumlah titik strategis mulai dari koridor wisata alam di selatan hingga kawasan budaya Osing untuk menyusun kajian teknis penguatan sektor pariwisata daerah.
Agenda ini merupakan tindak lanjut kerja sama strategis antara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan Direktur Utama InJourney Maya Watono yang ditandatangani pada 13 Januari 2026.
Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini mengenai detail pemetaan dan strategi akselerasi pariwisata Banyuwangi.
Pada hari pertama, tim InJourney memulai peninjauan dari Bandara Blimbingsari sebagai titik konektivitas udara utama Banyuwangi.
Selanjutnya, tim bergerak ke wilayah selatan yang selama ini dikenal sebagai koridor wisata alam unggulan kabupaten.
De Djawatan Forest, hutan wisata dengan formasi pohon trembesi ikonik, menjadi lokasi pertama yang dipetakan.
Tim kemudian melanjutkan peninjauan ke Pantai Mustika, Pulau Bedil, dan Pantai Pulau Merah untuk menilai kesiapan infrastruktur serta daya tarik alam di masing-masing destinasi.
Pemetaan hari pertama difokuskan pada evaluasi aksesibilitas, fasilitas pendukung, dan potensi pengembangan di setiap titik wisata.
Memasuki hari kedua, tim InJourney mendalami potensi wisata budaya Osing di Desa Wisata Taman Sari dan Desa Wisata Adat Osing Kemiren, Kecamatan Glagah.
Kedua desa ini merupakan pusat pelestarian budaya lokal suku Osing yang memiliki keunikan tradisi, arsitektur, dan kuliner khas.
Selain kunjungan lapangan, tim juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Banyuwangi.
FGD tersebut bertujuan merumuskan strategi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat setempat.
SPV Marketing and Activation InJourney Holding, Retna Murti, menyebut Banyuwangi memiliki potensi lengkap sebagai destinasi unggulan nasional.
“InJourney siap melanjutkan dan mengembangkan program di Banyuwangi karena banyak potensi menarik dari sisi alam dan budaya,” ujarnya.
Sementara itu, Assistant Vice President Marketing Activation InJourney, Rico Eisenhower, menegaskan bahwa pemetaan ini masih merupakan tahap awal dari rangkaian program yang lebih besar.
“Setelah ini kami akan melakukan kajian lanjutan dan kunjungan tambahan agar program yang disusun benar-benar berdampak,” katanya.
Kerja sama strategis antara Pemkab Banyuwangi dan InJourney Holding mencakup lima fokus utama.
Berikut rincian fokus kerja sama tersebut.
| No | Fokus Kerja Sama |
|---|---|
| 1 | Pengembangan destinasi wisata |
| 2 | Promosi dan pemasaran pariwisata |
| 3 | Konektivitas udara |
| 4 | Peningkatan kapasitas SDM pariwisata |
| 5 | Pemberdayaan UMKM lokal |
Kelima fokus tersebut dirancang untuk memperkuat ekosistem pariwisata Banyuwangi secara menyeluruh.
Kombinasi wisata alam di koridor selatan dan wisata budaya Osing di Kecamatan Glagah dinilai menjadi modal strategis pengembangan destinasi berbasis ekosistem terintegrasi.
Pemetaan selama tiga hari tersebut bertujuan mengidentifikasi kesiapan destinasi, konektivitas transportasi, serta peluang integrasi promosi dan penguatan ekonomi lokal.
Hasil kajian nantinya akan menjadi dasar penyusunan program akselerasi pariwisata Banyuwangi oleh InJourney Holding.
Pemkab Banyuwangi dan InJourney menargetkan penguatan sistem pariwisata secara menyeluruh agar berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Sumber: https://mediakampung.com/pariwisata/meka-2026021534094/injourney-petakan-potensi-wisata-banyuwangi-siapkan-strategi-akselerasi/
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.






